Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 247 Menemukan Korban


__ADS_3

Ada sepuluh orang plus Detektif Carl jika dihitung jumlahnya.


“Apa kita akan bergerak sekarang?” tanya seorang agen polisi.


Mereka semua memakai baju preman, karena di luar jam tugas. Selain itu mereka memang berniat untuk menyamarkan identitas mereka agar memudahkan penangkapan.


“Baik, kita bergerak sekarang. Formasi empat-tiga-empat,” ujar Detektif Carl mengingatkan kembali formasi yang sudah mereka diskusikan sebelumnya.


Setelahnya empat orang bergerak duluan menuju ke lokasi, di susul tiga orang lainnya. Sesampainya di lokasi mereka sudah berada di posisi masing-masing.


Detektif Carl berada di depan pintu gerbang bangunan tertutup tersebut. Tiga orang lainnya ada di belakangnya dari tempat yang tidak terlihat dan stand by. Tiga orang lainnya ada di sisi timur bangunan. Dan empat orang lainnya ada di belakang bangunan.


Mereka semua siap bergerak, tinggal menunggu aba-aba saja dari Detektif Carl.


Terdengar suara ketukan di pagar tiga kali. Tak ada respon.


“Jika aku bertemu dengan baik dan tak ada respon, maka aku akan bersikap sewajarnya.”


Detektif Carl menunggu dua menit lamanya dan masih belum ada respon juga. Tak ada yang keluar untuk menemui dirinya ataupun membukakan pagar.


“Hey, kau keluarlah! Aku sudah bertemu dengan baik tapi tak dianggap. Keluar kau!” sentak Detektif Carl.

__ADS_1


Tak ada respon juga, bahkan polisi yang ada di belakang Detektif Carl, memberikan kode untuk menerobos saja.


“Baiklah jika begitu. Aku juga sudah tidak sabar lagi.”


Detektif Carl kemudian menendang pagar besi itu hingga terbuka setelah rantai yang mengikat dari balik pagar terputus.


Detektif Carl lalu masuk seorang diri. Tepat di saat dia melangkahkan kaki masuk, seorang pria datang menghadangnya.


Pria itu menutup mukanya dan hanya memperlihatkan bagian mata saja. Pria itu juga membawa senjata tajam di tangannya.


“Siapa kau?! Kenapa kau menerobos masuk kemari!”


“Aku yang seharusnya bertanya padamu, siapa kau? Dan apa yang kau jaga di sini?”


“Kau tidak sabaran sekali,” ujar Detektif Carl.


Pria bermasker hitam dan berpakaian panjang hitam itu segera mengayunkan dan menebaskan belati panjangnya.


Detektif Carl hanya membawa pistol saja sebagai saku, namun tidak ia tarik pistolnya. Ia menghadapi lawannya kali ini dengan tangan kosong.


“Matilah kau karena berani menyusup kemari!”

__ADS_1


Detektif Carl hanya menghindar saja saat pria bermasker itu menyerangnya. Ia mundur di saat tusukan tajam mengarah ke perutnya.


Detektif Carl kemudian melompat dan membelakangi pria bermasker tadi. Dia memukul dan menendang lawannya.


Tanpa diperintah, tiga polisi yang berada di luar segera masuk. Mudah saja bagi mereka menghadapi lawan tunggal.


Terdengar suara tembakan beruntun memberondong pria bermasker tadi. Setelah beberapa kali tembakan, akhirnya pria bermasker tadi tumbang.


Terdengar suara tembakan lagi yang merupakan kode, dan tiga orang lainnya masuk.


Terlihat bangunan tua di depan mereka dengan cat warna hijau yang hampir pudar, senada dengan warna pagar di depan.


Brak! Langsung saja polisi mendobrak pintu yang di rantai berlapis setelah menembaki rantai dan membuatnya putus.


“Tolong!” teriak seorang anak kecil. Tak lain tak bukan adalah Choco.


“Scarlet!” teriak Detektif Carl, melihat wanitanya tergeletak di lantai dengan darah yang mengering.


Detektif Carl segera melepas ikatan yang membelenggu tangan dan kaki Briptu Scarlet.


Sementara agen polisi lainnya melepas ikatan Choco.

__ADS_1


“Scarlet. Kenapa kau diam saja?” Detektif Carl mengguncang keras tubuh wanitanya, namun masih tak sadarkan diri juga.


“Bawa saja dia ke rumah sakit secepatnya,” ujar agen polisi yang ada di sana.


__ADS_2