Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 239 Kehilangan Jejak Briptu Scarlet


__ADS_3

“Kita telusuri saja jalanan ini,” ujar agen polisi menimpali rekannya.


Mobil meluncur setelahnya. Dengan kecepatan sedang, dua agen polisi tadi menggerakkan bola matanya liar menyapu seisi jalanan.


Kemungkinan terbesar Briptu Scarlet pasti mengunjungi salah satu pertokoan yang ada di jalanan pulang menuju ke kantor polisi.


“Jika seperti ini kemungkinan kecil kita akan menemukannya. Seperti mencari sebuah jarum dalam tumpukan jerami,” desau soal agen Polisi setelah menyisir jalanan dan tak menemukan petunjuk apapun.


“Kita hanya perlu sabar sampai petunjuk itu muncul sendiri. Pasti ada petunjuk meskipun itu sedikit.” Selepas agen polisi itu menimpali rekannya, tiga meter di depan mereka, di sisi timur jalan, petunjuk itu muncul.


Ya, mereka melihat mobil Briptu Scarlet, tepatnya mobil dinas dari kantor yang tentu saja mudah dikenali.


Dua agen polisi tadi segera menepikan mobil. Mereka mengecek mobil tersebut. Dari plat nomor, mobil itu memang milik kepolisian.


“Ini benar mobil yang tadi dikendarai oleh Briptu Scarlet.”


Mereka kemudian memeriksa bagian dalam mobil untuk lebih memastikannya. “Ya, bahkan ini barang belanjaan Briptu Scarlet. Lengkap dengan tasnya.”


Agen polisi kemudian mengalihkan pandangan ke toko di mana tempat mobil itu berhenti.

__ADS_1


“Kenapa dia berhenti di toko mainan anak-anak? Apa Dia mau membeli mainan anak? Tapi untuk siapa?”


“Entahlah, aku juga tidak tahu.”


Agen polisi itu menatap ke atas dan menyisir teras toko mainan tersebut, mencari di mana letak CCTV toko tersebut.


“Hey, kurasa kita bisa mengeceknya dari sana.” Agen polisi menuju ke arah CCTV berada, di tempat parkir di bagian sudut.


Mereka langsung masuk ke toko mainan tersebut dan meminta petugas untuk menunjukkan rekaman CCTV dari siang sampai sekarang.


Dua agen polisi itu berada di ruangan lain, tepatnya di ruangan pengontrol CCTV. Sepasang Bola Mata mereka terkunci pada rekaman di CCTV yang sedang berlangsung.


Tayangan CCTV terputar mundur, hingga mereka minta pengen itu dihentikan pada satu titik waktu.


“Benar, ini Briptu Scarlet. Kenapa dia mengajak gadis kecil ini pergi? Siapa gadis kecil itu?”


“Tolong play lagi.” Tayangan CCTV berlanjut hingga menampilkan seorang pria berbaju setelan orange terang datang, berebut gadis kecil


dengan Briptu Scarlet.

__ADS_1


“Oh, sayang sekali. Rekaman berhenti sampai di sini. Lalu mereka lari ke mana?” celetuk agen polisi setelah tayangan berakhir.


Untuk mencari jawabannya, mereka mencari dari rekaman CCTV lain di jalanan. Setelah keluar dari toko mainan tadi, dua agen polisi menuju ke beberapa rumah warga yang ada di samping toko mainan tadi.


Ada tiga CCTV yang mereka periksa dari rumahnya berbeda di jalanan sekitar toko mainan tadi.


Terlihat, Briptu Scarlet mengejar pria berbaju orange terang masuk ke sebuah gang. Dari tiga rekaman CCTV yang mereka periksa menunjukkan hasil yang sama, Briptu Scarlet masuk ke sebuah gang sempit. Dan rekaman berhenti di situ.


“Kita cek lagi rekaman CCTV lainnya.” Selesai memeriksa rekaman CCTV di tiga rumah warga, mereka kembali memeriksa rekaman CCTV yang ada di dalam gang.


Sayangnya, di gang itu tak ada rekaman CCTV.


“Apa menurutmu pria asing itu sengaja membawa Briptu Scarlet kemari? Ke tempat yang tak ada CCTV-nya?” ujar agen polisi dengan menarik napas berat. Mereka kehilangan petunjuk keberadaan rekan mereka saat ini.


Mereka kemudian menyusuri setiap gang yang ada di sana untuk memeriksanya, namun tak ada petunjuk.


***


Masih ada satu bab lagi. Nanti malam ya kak.

__ADS_1


Regulasi di NT berubah, aturan untuk penulis semakin mencekik. Tapi kisah ini akan tetap tamat. 😆


__ADS_2