Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 157 Pemadaman Bergilir


__ADS_3

Semua tamu undangan yang hadir tampak panik dengan lampu yang tiba-tiba padam kembali.


Padahal di luar tidak hujan juga langit cerah seperti biasanya tapi kenapa listrik padam kembali?


“Akan ada kejadian apa ini?” pekik tamu undangan, panik.


“Semoga saja tidak terjadi hal-hal mengerikan lagi seperti sebelumnya.”


“Apakah akan turun hujan lebat di luar sana setelah listrik padam?”


Di tengah suasana yang mengerikan dan mencekam seperti ini Detektif Darcy datang untuk show up sekaligus menenangkan mereka.


“Tenang semuanya, akan terjadi apa-apa saat listrik padam. Dan sebentar lagi listrik akan menyala kembali,” terangnya pada semua.


Mengingat jika sebelumnya listrik padam ada genset cadangan yang digunakan sebagai pengganti listrik, maka Detektif Darcy berasumsi jika kali ini akan kembali menggunakan genset untuk penerangan sementara.


Sedangkan Detektif Carl yang ada di sana dan kebetulan resep padam tepat di saat dia selesai makan segera menaruh piringnya ke meja.


Ia tidak sepemikiran dengan Detektif Darcy. Alih-alih ikut menenangkan para tamu undangan yang saat itu panik luar biasa, ia malah pergi dari villa itu ke luar.


“Lebih baik aku periksa saja di luar daripada gelap-gelapan di dalam.”

__ADS_1


Dengan hanya berbekalkan sorot lampu senter kecil yang di bawanya, Detektif Carl menyusuri jalan di sekitar villa yang gelap.


“Dimana letak gensetnya?”


Detektif Carl lalu menyorot setiap jalanan dengan senter hitam kecilnya untuk mencari letak genset. Di tengah gelapnya malam, samar-damar dia melihat keberadaan seseorang di dekat gardu yang ada tak jauh dari tempatnya berada sekarang.


“Siapa mereka? membuatku penasaran sekali. Apakah petugas instalasi? Atau siapa?”


Tak hanya ada seorang pria yang dilihatnya. Tapi kini bertambah satu pria yang ada di sana. Detektif Carl segera mempercepat langkahnya, karena kecurigaannya besar. Bisa jadi itu bukan hanya petugas instalasi listrik saja tapi seorang tamu undangan dari sini.


Klap! Detektif Carl mengarahkan sorot senternya pada dua pria yang kini berjarak satu meter di depannya.


Tampak dua pria itu sedang membahas sesuatu tentang apa. Tapi yang jelas mereka langsung berhenti bicara saat ada sorot senter yang mengarah pada mereka. Terlebih mendengar suara dalam langkah yang menuju ke arah mereka.


“Tuan Smith? Apa yang Anda lakukan di sini?” tanya Detektif Carl, setelah mengikis jarak dan kini berada tempat di depan pria itu.


Tak hanya Detektif Carl saja yang terkejut, Tuan Smith dan satu orang yang memang petugas instalasi terkejut dengan kedatangan detektif yang mendadak.


“Kau bisa bisa lihat sendiri, Detektif. Aku kemari mencari petugas instalasi untuk membantu listrik kembali,” terangnya gugup, namun mencoba untuk tenang.


Dua tangannya mengibas di udara. Detektif Carl segera bangun pemandangannya pada jemari tangan kiri Tuan Smith.

__ADS_1


Masih nampak dalam cahaya remang itu jika jari tangan pria itu yang kelimanya terlihat bekas luka. Dua luka sudah kering dan tiga luka di jarinya masih setengah kering.


Kenapa tangannya terluka seperti itu? Apakah itu penyakit? Atau apa? batin Detektif Carl berpikir, tunggu aku ingat sesuatu.


Detektif Carl berhasil mengingat jika pertama kali datang ke villa dan sedang antri di kamar mandi, sabun sulfur milik Tuan Smith jatuh di luar pintu kamar mandi. Saat itu yang terlihat hanya tangan kanan pria itu yang mengambil sabun tersebut.


Berati pria ini punya masalah dengan kulit atau bisa juga kulitnya mengalami reaksi setelah terkena sesuatu zat, batin Detektif Carl kembali berpikir.


“Anda kenal petugas instalasi di sini? Bukannya Anda tidak mengenal tempat ini?” tanya Detektif Carl, membuat Tuan Smith tampak tegang.


“Jelas tidak tahu. Aku hanya kebetulan berada di luar dan akan masuk ke villa tapi ternyata lampu tiba-tiba padam. Beruntungnya aku bertemu dengan petugas instalasi di sini, jadi sekalian saja aku bicara padanya untuk segera membenahinya,” terang Tuan Smith panjang lebar.


Detektif Carl kemudian beralih menatap petugas instalasi ada di samping Tuan Smith.


“Permisi, Aku hanya bertanya saja kenapa listriknya padam lagi padahal di luar cuaca baik?”


Petugas instalasi itu terdiam selama beberapa detik seperti memikirkan sebuah jawaban.


“Di pusat daerah ini sedang dilakukan sebuah pembangunan wahana. Di sana membutuhkan listrik daya tinggi. Jadi untuk memasok kekurangannya, dilakukan pemadaman secara bergilir seperti ini,” tukas petugas instalasi itu.


“Permisi, ada yang harus segera kulakukan agar listrik kembali menyala.” Petugas tadi buru-buru berpamitan lalu segera menghilang dari sana.

__ADS_1


“Permisi, Detektif Carl. Aku juga mau masuk kembali ke villa.” Setelah petugas instalasi tadi pergi, Tuan Smith pun ikut berpamitan.


Kenapa aku merasa ada yang mencurigakan di sini, batin Detektif Carl menatap dua pria tadi pergi.


__ADS_2