Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 159 Membeberkan Bukti


__ADS_3

Tepat di saat bersamaan, Detektif Darcy kembali mengumpulkan para tamu undangan di ruangan bagian tengah villa.


“Ada apa kali ini Detektif Darcy memanggil kita lagi kemari? Apa akan ada investigasi lagi? Aku benar-benar lelah,” keluh seorang tamu undangan.


“Ya, hari ini kita sudah 5 kali dipanggil untuk proses investigasi.”


“Semoga saja kali ini bukan investigasi lagi tapi hasilnya keluar. Pelaku pembunuhan yang sebenarnya sudah diketahui.”


Para tamu undangan berbondong-bondong menuju ke ruang tengah karena saat itu mereka ada di ruang utama.


“Tuan sekalian semuanya, aku punya informasi penting untuk kalian semua. Malam ini aku akan membeberkan kasus ini sekaligus menunjukkan pelakunya,” koar Detektif Darcy.


“Yah benarkah, hasil investigasi sudah keluar. setelah proses yang cukup panjang akhirnya hasilnya keluar juga,” timpal seorang tamu undangan.


Semua para tamu undangan yang hadir nampak serius dan tak sabar menunggu hasil yang akan diungkap oleh Detektif Darcy.


Beberapa dari mereka menampakkan raut muka tegang, tak sedikit dari mereka nampak serius. Tapi banyak juga yang mengulas senyum tipis.


“Cepat beritahukan pada kami segera, Detektif Darcy. Agar kami bisa segera kembali besok tepat waktu,” pinta salah satu tema undangan yang tampak tidak sabaran sama sekali.

__ADS_1


“Baiklah, kita mulai paparannya sekarang. Tolong semuanya saja dengarkan dengan seksama.” Detektif Darcy memulai penjelasannya.


Dari arah paling belakang terlihat Detektif Carl berdiri bersandar pada dinding. Pria itu dengan santainya mengeluarkan sebatang rokok lalu menyulut api.


“Detektif Carl, Detektif Darcy memulai laporannya. Lalu bagaimana dengan kita?” tanya Leo, yang berdiri di samping pria itu.


Leo nampak tidak tenang dan tidak terima saja jika sampai Detektif Darcy yang menemukan pelaku pembunuhan sebenarnya dalam kasus ini. Usahanya sudah maksimal untuk membantu Detektif Carl.


Sejujurnya, ia kesal pada Stuart yang bagi Leo sangat sok sekali dan merasa hebat. Parahnya dia juga menghina dan meremehkan Leo. Maka dari itu jika bisa ia ingin menginjak Stuart sampai ke dasar serta membuatnya terhempas sejauh mungkin dari muka bumi ini.


“Kita lihat saja, apakah dia benar sudah menemukan pelakunya?” tutur Detektif Carl dengan santai nya.


“Kau lihat saja nanti. Sekarang kita lihat Bagaimana permainan dia.”


Detektif Carl tak terpengaruh dengan yang lainnya yang saat ini menyimak serius paparan dari Detektif Darcy. Ia menikmati setiap gumpalan udara yang ia hembuskan dari hidung juga bibirnya.


“Baiklah, dimulai dari kasus meninggalnya Tuan Curtis. Dari rekaman CCTV dan investigasi lanjutan semua tuduhan mengarah pada Tuan Dawn,” ungkap Detektif Darcy.


Tentu saja tuduhan itu membuat Tuan Dawn tampak tegang seketika. Dari awal investigasi sampai sekarang dia memang merasa Detektif Darcy sudah mengincarnya, ternyata dugaanya benar.

__ADS_1


“Wah! Tuan Dawn, bisakah kau jelaskan pada kami semua apa motifmu sampai membunuh orang di sini dan juga melukai lainnya?” pekik tamu undangan lain.


Tatapan tajam dari para tamu undangan seketika menghujam padanya. Sampai Tuan Dawn mundur hingga merapat ke dinding seolah-olah mau dieksekusi hidup-hidup oleh massa.


“Tidak! Itu semua tidak benar.” Tuan Dawn sampai berkeringat dingin dibuatnya.


Ia benar-benar tak menyangka, semuanya akan jadi seperti ini.


“Tuan Dawn jangan menyangkal ataupun berkilah lagi, semua bukti sudah mengarah padamu. Dari awal pertama kita semua datang kemari terlihat kau sering bersama Tuan Curtis. Bahkan dari rekaman terlihat jelas kau memaksa Tuan Curtis untuk minum bahkan sampai menuangkan wine-nya,” papar Detektif Darcy.


Pria itu juga menambahkan paparannya yang menjelaskan jika Tuan Dawn menukar obat Tuan Curtis. Karena di sana ada sidik jarinya pada kemasan obat asli.


“Tidak! Itu semua salah. Aku memang memberikan obat padanya sehari sebelumnya setelah dia mengeluhkan sakit di perut. Tentu saja sidik jariku tertinggal di sana. Jika aku memang berniat membunuhnya, sejak awal aku tak akan memberi obat apalagi dengan bodohnya meninggalkan sidik jariku di sana,” bantah Tuan Dawn.


Bukan Detektif Darcy namanya jika tidak terus menyerang. Pria itu terus membeberkan bukti Tuan Dawn sebagai pelakunya sampai pria itu terus terpojok.


“Pada kasus kematian Tuan Fredy, kau juga meninggalkan bukti yang nyata. Di saku bajunya ada tulisan tangan yang menyebut namamu, Tuan Dawn. Tak hanya itu saja, sapu tanganmu tertinggal di kamar pria itu.”


Tuan Dawn benar-benar berkeringat dingin kali ini.

__ADS_1


__ADS_2