
“Leo, apa kau sudah siap dengan berkas yang kusebutkan sebelumnya?” tanya Detektif Carl menghampiri Leo di sebuah ruangan.
Di ruangan Leo nampak penuh dengan dokumen. Di yang ada di hadapannya, terdapat dua tumpuk dokumen, dokumen dari klien yang masuk.
Setelah Detektif Carl menyelesaikan kasusnya di negara Perancis, namanya semakin populer di Swiss. Beberapa klien baru berdatangan. Jumlahnya jika dihitung meningkat dua puluh persen daripada jumlah klien sebelumnya. Namun klien lamanya hanya sedikit yang kembali padanya. Klien lamanya masih dipegang oleh Detektif Darcy.
“Ini, Detektif, berkas yang Anda minta.” Leo mengambil sebuah berkas dan menyerahkannya pada Detektif Carl.
Berkas yang Detektif Carl minta bukan dari berkas biasa, namun berkas penting sekaligus kunci untuk menghancurkan Detektif Darcy.
Selama ini, Detektif Carl tidak diam saja meskipun menjalankan misi lainnya. Diam-diam dia mengumpulkan berkas setelah mengamati rivalnya itu, Detektif Darcy.
“Apa kau siap menjalankan tugas sekarang?” tanya Detektif Carl lagi.
Leo mengangguk meresponnya.
Dari pengamatan yang mereka lakukan sebelumnya diketahui jika Detektif Darcy bersikap curang dan tidak jujur. Dia bukan berpihak pada sebuah kebenaran tapi pada seorang yang berkuasa dan mempunyai uang lebih banyak.
Bahkan, tidak sedikit orang yang tidak bersalah menghuni sebuah sel tahanan, tapi orang yang sebenarnya salah justru bebas berkeliaran di luar dan kembali melakukan kejahatan. Sayangnya, tidak ada yang mengetahui hal itu. Jadi semuanya tersimpan dengan rapi dan tak ada yang mengetahui, hingga membuat posisi aman sampai sekarang.
“Apakah kita akan mengeksekusinya sekarang, Detektif?” tegas Leo untuk memastikan.
“Ya, lebih cepat lebih baik.”
Leo pun kemudian bergerak sesuai dengan perintah atasannya tersebut. Setelah dokumen cetak diperiksa. Oleh Detektif Carl, ia segera mengambil sebuah flashdisk dan mengeksekusinya.
Flash disk itu berisikan data asli semua daftar kecurangan dan pelanggaran Detektif Darcy.
Klik! Cukup dengan satu klik saja, data tadi terkirim ke pusat data Intelijen Negara.
__ADS_1
“Kita tinggal tunggu hasilnya saja.” Detektif Carl menerbitkan senyum di ujung bibirnya ketika proses pengunggahan data itu selesai dilakukan oleh Leo.
***
Dua puluh empat jam berikutnya, tanpa perlu mengotori tangannya sendiri, Detektif Carl yang memantau dari kejauhan, melihat seorang Anggota Badan Intelijen Negara mendatangi Biro Detektif Darcy.
“Selamat pagi, Tuan, apa ada yang bisa dibantu?” Stuart, keluar dari kantor setelah mendengar ada seseorang yang menarik cuckoo.
Dia merasa aneh sekali Kenapa ada Anggota Badan Intelijen Negara yang datang kemari.
“Aku ingin bertemu dengan Detektif Darcy,” ujar pria perbedaan tegap juga kekar dengan tatapan tajam.
“Baik, mohon ditunggu sebentar.”
Asisten Detektif Darcy itu segera masuk ke dalam setelah mempersilakan tamunya duduk.
“Aku kemari bukan untuk menyerahkan kasus padamu. Tapi memproses kasusmu,” jelas anggota Badan Intelijen Negara tersebut.
Detektif Darcy sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud oleh pria tersebut, menurutnya selama ini dia tidak pernah membuat masalah.
“Buka saja internet kau akan melihat sendiri, sejauh mana kasusmu menyebar.”
Detektif Darcy tidak tahu menahu apa yang dibicarakan oleh pria tersebut dari balik saku bajunya. Dengan cepat ia membuka internet. Betapa terkejutnya dia mendapati dirinya saat ini tersangkut masalah.
Bahkan di sana terlampir hukuman untuk dirinya, kantor miliknya akan segera ditutup hari ini juga.
“Tidak! Ini tidak benar! Siapa yang melakukan semua ini?!” pekik Detektif Darcy tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Jelaskan saja itu nanti di kantor polisi.”
__ADS_1
Dua orang lainnya kemudian masuk tanpa permisi dan segera menyeret Detektif Darcy.
Dalam kekalutan pikirannya, tiba-tiba terlintas dalang dari semua ini.
“Apakah Carl yang melakukan semua ini?” Namun dua pria tadi tak menjawab pertanyaan Detektif Darcy.
Carl! Aku yakin ini adalah ulahmu. Tunggu saja, suatu saat nanti aku akan membalasnya. Ini belum berakhir.
***
“Carl, kau mau mengajakku pergi ke mana kali ini?” tanya Briptu Scarlet dalam mobil, setelah mobil meluncur di jalanan.
“Menghabiskan uangku yang banyak. Apapun yang kau minta, aku akan memberikannya untukmu. Kau harus bersenang-senang sebelum pernikahan kita bulan depan.”
Detektif Carl mendapatkan satu juta poin setelah berhasil menyelesaikan misi terakhirnya, menumbangkan Detektif Darcy.
“Kau mau apa sebut saja.”
Briptu Scarlet tak menjawab dan hanya mendaratkan ciuman di pipi lelakinya itu.
--END--
***
Terima kasih semuanya sudah mendukung dan membaca novel ini. Novel yang masih banyak kurangnya dan juga tamat paksa karena aturan baru.
Simak kelanjutan kisahnya yang akan tayang besok. Masih mengisahkan detektif. Anak dari Detektif Carl yang diculik oleh Detektif Darcy, diasuh tapi disiksa seumur hidupnya untuk balas dendam pada Detektif Carl. Berjudul Different One.
*boleh kirim masukan nama untuk anaknya Detektif Carl. Karena masih nyari-nyari. 😄
__ADS_1