Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 138 Efek Mabuk Laut?


__ADS_3

“Apa mati listrik di sini?!” pekiknya, mendapati kamar yang dia tempati gelap.


Dengan mata yang masih berat untuk dibuka, Detektif Carl duduk lalu menatap ke sekitar


“Buruk sekali instalasi di pulau ini. Tadi badai, sekarang listrik mati,” gerutunya dengan berdecak.


Ia diam sebentar untuk memutuskan apakah akan tetap berada di sini atau keluar untuk melihat yang lainnya.


“Mungkin hanya masalah listrik mati biasa saja. Sebaiknya aku tidur. Tak mungkin ada masalah,” ucapnya malas.


Di detik itu pula, Detektif Carl kembali merebahkan tubuhnya ke tempat tidur dengan nyaman.


Hal itu pula yang di benci Briptu Scarlet dari Detektif Carl. Pria itu jika sudah bilang lelah tak bisa diganggu gugat. Dia akan tetap tidur meskipun ada badai mengguncang ataupun gempa bumi melanda, tidur nyenyaknya sama sekali tak akan terganggu.


***


“Maaf Tuan Peter, aku tak melihat mu. Aku terkejut saja saat listrik mati, sehingga menabrakmu,” ungkap seorang pria.


Tuan Dorby diam mendengar penjelasan pria yang ada di sampingnya. Karena gelap, ia tak bisa melihat. Tapi dia mencoba menebak siapa pria itu dengan mendengar suaranya.


“Tuan Archer, kaukah itu?” balasnya, menebak.


“Ya, ini memang aku, Tuan Dorby.”


Suara gelas pecah tadi memang gelas Tuan Dorby yang pecah. Saat itu memang semua panik, karena tiba-tiba listrik padam. Padahal di luar hujan sudah reda saat ini.


“Ohh, aku sampai kaget sekali. Ya, tak apa Tuan Archer,” balasnya.

__ADS_1


Aktivitas di rumah itu saat ini terhenti total dengan adanya listrik yang padam.


Selain itu mereka sendiri juga penasaran. Ada apa sebenarnya ? Dan kenapa tiba-tiba listrik padam seperti ini?


“Maaf, Tuan semua atas ketidaknyamanannya kali ini. Aku akan segera mengatasinya, mohon tenang dan tetap kembali beraktivitas seperti biasa,” ucap Tuan Noel segera muncul dan memberitahukan kepada yang lainnya.


Para tamu undangan hanya diam mengangguk mendengar sambutan singkat dari pemilik villa. Mereka hanya berharap listrik kembali menyala, karena sangat mengganggu sekali dan membuat tidak nyaman.


Klak! beberapa detik setelahnya listrik kembali menyala. Tapi itu dari Jenset, listrik aslinya masih belum menyala.


“Kerja bagus,” puji Tuan Noel pada petugas yang ia setahu mengurus villa itu.


“Ada apa listrik padam tiba-tiba?” tanyanya lagi, karena sebelum-sebelumnya listrik tak pernah mati saat ia berkunjung ke sini.


“Ada perbaikan jalan di beberapa tempat, Tuan. Jadi beberapa malam memang listrik padam seperti ini,” jelas petugas itu.


“Jadi, listrik baru akan menyala besok pagi?!” pekiknya, terkejut. Karena memikirkan kenyamanan para tamu undangannya.


Tuan Noel hanya mengangguk saja meresponnya, setidaknya listrik masih menyala. Jadi para tamu undangannya tetap bisa beraktivitas normal seperti biasanya.


***


Para tamu undangan yang hadir di villa masih ada yang duduk dan menikmati wine asli, produksi Tuan Noel sendiri.


Rasanya memang berbeda dengan wine kualitas murah, dimana wine produksi Tuan Noel terasa strong, anggurnya dan hanya sedikit campurannya.


“Tuan Scott, Ayo kita bersulang,” ajak seseorang.

__ADS_1


“Ya, Tuan Mario,” jawab pria bertuxedo merah jambu gelap dengan kemeja hitam, mengangkat gelasnya.


Tak hanya tuan Scott dan Tuan Mario saja yang saat ini bersulang, tapi ada Tuan Curtis dan Tuan Woody juga yang ikut serta.


Dua jam kemudian ruangan saat itu semakin sepi karena para tamu undangan sudah masuk ke kamar yang sudah disiapkan untuk mereka beristitahat.


Menyisakan beberapa orang saja di sana dengan Tuan Noel yang menemani mereka.


“Tuan Noel, sepertinya kami izin dulu untuk beristirahat,” ujar seorang pria.


“Ya, Tuan silahkan saja. Ini memang sudah malam,” tukasnya.


Karena dia sendiri sebenarnya juga ingin istirahat, namun tak enak jika semua tamu belum beristirahat dia beristirahat terlebih dulu.


Ruangan perjamuan sekarang kosong, setelah tiga pria yang mengobrol bersama pemilik villa masuk ke kamar mereka.


“Sebaiknya aku juga istirahat sekarang,” cicit Tuan Noel, lalu berjalan cepat masuk ke kamarnya di lantai 2.


“Kenapa perutku rasanya tidak enak ya?” gumam Tuan Curtis, di kamar sembari memegang perutnya.


Perutnya itu rasanya mual dan sedikit panas.


“Apa ini efek mabuk laut tadi?” gumamnya, berpikir begitu.


Karena sebelumnya tadi sempat muntah setelah turun dari kapal. Ia pun merasa lelah dan memilih untuk beristirahat timbang merebutkan soal perutnya.


Sesaat setelah Tuan Curtis tidur, terlihat seorang pria berdiri di dekat pintu, mengawasinya. Pria itu lalu tersenyum menyeringai dan pergi dengan cepat.

__ADS_1


“Siapa pria tadi? Aku merasa seperti ada orang?” gumam Leo, saat berjalan menuju ke kamarnya, yang berada di samping kamar Tuan Curtis.


“Aku yakin tadi melihat seseorang di sini,” lirihnya lagi, tak mendapati siapapun di sana.


__ADS_2