
Wanita itu segera masuk ke kantor detektif Carl setelah mengetuk pintu yang terbuka.
Ya, memang detektif sengaja membuka pintunya karena kantor itu memang sedang buka juga menunggu banyak klien yang datang untuk menyerahkan kasus padanya.
Namun sudah tiga jam buka hingga saat ini belum ada satupun klien yang datang kecuali nyonya Gaby.
“Oh, nyonya Gaby silahkan duduk dulu. Ada yang bisa aku bantu, nyonya ?” detektif Carl berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri wanita itu.
Nyonya Gaby yang duduk di sofa coklat panjang di ruangan berukuran 5x4 meter itu dan terlihat sepi itu, kembali berdiri.
“Tentu saja detektif aku kemari untuk menjemput anakku. Tolong bawa aku ke rumah ****** itu untuk menjemput putraku.” ucapnya terlihat gelisah dan tak sabar ingin segera ke sana karena ia tak yakin jika wanita perebut suaminya itu akan bersikap baik pada putranya.
“Baik, Nyonya Gaby tolong tunggu di sini sebentar.”
Detektif Carl kemudian masuk ke dalam menuju ke ruangan tempat Leo berada.
“Ada apa detektif ?” tanya pria itu menaruh sejenak pekerjaannya lalu menatap detektif Carl.
“Nyonya Gaby kemari dan aku mau beraksi, kau jaga kantor sampai aku kembali.” balas detektif Carl sambil merentangkan salah satu tangannya dan menyentuhkan ke jendela pintu sembari mengetukkan jemarinya.
“Apa anda tak butuh bantuan ku ?” Leo bangkit berdiri hendak membantu pria tersebut.
__ADS_1
“Tidak, kali ini aku sendiri saja cukup. Kau lanjutkan investigasi yang ku minta tadi.”
Detektif Carl kemudian segera kembali ke depan menghampiri klien keduanya.
“Apa Anda sudah siap nyonya ?” tanyanya Setelah tiba di depan nyonya Gaby.
“Tentu saja aku sudah sangat siap sekali detektif Carl.”
Mereka berdua kemudian keluar dari kantor dan menuju ke Ring Park B membawa mobil ibunya Stewart.
“Detektif Carl, apa yang anda lakukan ?” tanya Nyonya Gaby di tengah jalan saat menyentuh dan melihat detektif Carl berganti penampilan.
Pria itu bukan berganti baju melainkan menyamar. Agar misi penangkapan kali ini lancar maka ia pun mengenakan topi lalu melepas kacamata hitamnya dan menggunakan softlens berwarna hitam gelap untuk menutupi iris matanya yang berwarna coklat. Tak lupa ia memasang kumis tipis di bibirnya.
Bahkan untuk menyempurnakan penyamarannya ia pun sampai membeli item dari shop di sistem berupa parfum tujuh aroma, magic mist agar aroma tubuhnya berbeda dari biasanya. Dan satu lagi, parfum itu akan berganti aroma sesuai dengan mood pemakainya saat ini.
cit
Mobil silver Nyonya Gaby berhenti di depan pagar rumah George Benson.
cuckoo
__ADS_1
Nyonya Gaby langsung masuk ke rumah karena tangga rumah saat itu terbuka dan dia segera menarik cuckoo di pintu, yang membuatnya berbunyi.
“Siapa lagi tamu yang datang. Hari ini sepertinya banyak tamu yang datang kemari.” desau Louisa berjalan menuju ke ruang tamu meskipun sebenarnya ia tak ingin menerima tamu.
“Gaby ?!” pekik Louisa terkejut saat melihat Siapa tamu yang datang dan melupakan tamu yang paling tak ingin ditemuinya. “Kenapa kau kemari ?”
“Aku hanya ingin menemui George saja.” jawab Nyonya Gaby berbohong setelah tadi di dalam mobil detektif Carl memberikan pengarahan padanya untuk sedikit berbohong agar misinya berjalan lancar.
“Tidak ada. Tidak bisa. Kau tidak boleh menemuinya.” jawab Louisa dengan kertas dan akan menutup pintu.
Namun dengan sigap detektif Carl menahan pintu itu supaya tidak tertutup.
Louisa tak jadi menutup pintu dan beralih menatap pria yang berdiri di samping Nyonya Gaby.
“Oh, rupanya dia kemari dengan pria lain dan mungkin saja itu kekasih barunya. Dasar, ****** gatal.” batinnya memandang rendah wanita di depannya itu.
“Tunggu kau jangan salah paham dulu. Aku tahu George ada di dalam dan aku mau menyampaikan sesuatu yang penting padanya. Dia meninggalkan di rumah surat perceraian kami.” ucap Nyonya Gaby sembari menunjukkan dokumen dalam map yang sebenarnya hanyalah map kosong.
Louisa mengerutkan keningnya namun beberapa detik setelahnya ia mengizinkan wanita itu masuk bersama pria asing di sampingnya.
Lama Louisa masuk ke dalam setelah mempersilahkan mereka berdua duduk menunggu di ruang tamu.
__ADS_1
“George, ingat aku hanya mengizinkanmu untuk bertemu dengan - eks mu hanya untuk membicarakan seputar dokumen perceraian kalian. Jika saja kau sampai membahas hal lainnya terlebih sampai menceritakan penyekapan ini maka tunggu saja, Stewart mu itu yang akan menanggung akibatnya.” ancam Louisa di sebuah kamar sebelum membebaskan suaminya itu.
Tanpa Louisa ketahui, Nyonya Gaby dan detektif Carl saat ini sudah ada di depan pintu kamar tempat George di sekap.