
Briptu Scarlet mengejar pria berbaju orange saja yang saat ini menuju ke sebuah gang sempit yang terletak di antara toko.
“Berhenti! Atau aku akan memberikan peringatan padamu sekarang!” teriak Briptu Scarlet berlari mengejarnya.
Pria tadi terus berlari dan masuk ke gang sempit lainnya yang membuat Briptu Scarlet kesulitan mengejarnya.
“Berhenti kubilang!” Briptu Scarlet kehilangan jejak dengan cepat. “Dimana dia? Aku yakin tadi dia masuk ke sini.”
Ia masuk ke celah gang sempit, tempat terakhir pria tadi terlihat masuk ke sana, namun ada siapapun di sana.
Tepat di saat dia berpaling dan akan keluar dari gang tersebut. Terdengar derap langkah keluar.
Akh! Di saat Briptu Scarlet berbalik, pria berbaju orange terang tadi muncul. Pria itu memukul tengkuknya dengan keras.
Briptu Scarlet tak bisa menghindari kejadian cepat yang tak terduga itu dan membuatnya ambruk seketika.
“Menyusahkan sekali.” Pria tadi menepuk tangannya, seperti membersihkan kotoran di telapak tangan.
Melihat Briptu Scarlet yang ternyata tak sadarkan diri, Chocho gemetar.
“Kakak, aku mau ke toilet sebentar.” ucapnya beralasan. Padahal sebenarnya dia ingin kabur, karena ia takut pria itu akan melukai dirinya juga.
__ADS_1
“Tidak, kau tak boleh pergi. Aku akan mengantarmu ke toilet.”
Pria tadi menarik baju Choco, karena gadis itu bersikeras pergi sendiri.
“Tidak!” Pria tadi berhasil menangkap Chocho. Ia lalu pergi dengan membawa Choco dan Briptu Scarlet.
***
Sore hari di kantor polisi.
“Aku lihat dari siang tadi ruangan Briptu Scarlet, kosong? Kemana dia?” ujar seorang agen polisi menatap ruangan Briptu Scarlet yang kosong sejak siang tadi.
“Apa dia pulang?”
“Seingatku hari ini tak ada kasus.”
“Tadi siang sepertinya dia berpamitan berangkat ke minimarket untuk membeli isi kulkas yang habis,” celetuk agen polisi lain.
Obrolan berakhir dan mereka memutuskan untuk menunggu terlebih dulu. Jika sampai lebih dari jam pulang belum kembali, barulah mereka akan bergerak mencarinya di setiap jalan yang ada.
Dua jam berlalu dan sekarang hampir pukul 18.00.
__ADS_1
“Kenapa Briptu Scarlet belum kembali juga sampai saat ini?” celetuk agen polisi setelah menatap jam besar yang tergantung di dinding kantor.
“Biar aku telepon dia.” Agen polisi lain segera mengeluarkan ponsel kemudian menghubungi nomor Briptu Scarlet.
“Aneh, nomornya tidak aktif. Ada apa ini?”
Agen polisi lain nampak gugup mendengar ucapan rekannya barusan.
“Apa kau punya pemikiran yang sama denganku? Apa kau ingin melakukan pencarian?”
“Ya, aku punya firasat buruk akan hal ini. Karena tak biasanya Briptu Scarlet, pergi lama keluar kantor hanya untuk mampir ke minimarket saja.”
“Kita bergerak sekarang.” Dua agen polisi tersebut kemudian bergegas keluar dari kantor. Mereka langsung menuju ke minimarket, di mana biasanya Briptu Scarlet belanja.
Sebuah minimarket yang berjarak dua puluh menit dari kantor kepolisian.
“Kita sudah sampai.” Dua agen polisi tersebut kemudian segera masuk ke minimarket.
Mereka bertanya pada petugas minimarket Apakah melihat seorang agen polisi wanita di sini.
“Ya, aku ingat melihat agen polisi wanita belanja di sini. Siang tadi, itu sudah lima jam yang lalu. Dia keluar dari minimarket ini dengan barang belanjaannya,” jelas petugas minimarket.
__ADS_1
Kedua agen polisi tersebut segera keluar dari minimarket. Banyak kemungkinan yang terjadi selama lima jam itu. Dan semuanya bisa berada di luar kendali.
“Kemana lagi kita mencari dia?” tanya salah satu agen polisi, saat duduk di mobil.