Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 174 Nama Asli Atau Palsu?


__ADS_3

Dor ! Terdengar suara peluru yang melesat ke udara.


Marcus yang mengalami kesedihan mendalam, melepaskan pelurunya sebagai tanda berduka.


Selain ia menyesali pertengkarannya dengan istrinya itu, juga karena mengetahui fakta baru jika Bella meninggal karena dibunuh.


Dasar pria gila macam apa dia? Meluapkan segala rasa yang ada pada dirinya dengan sebuah tembakan? batin Leo sambil mengusap dadanya.


Ia menarik napas panjang berulang kali, karena Jika saja dia tidak menghindar peluru tadi akan menembus lengannya.


“Katakan padaku siapa yang membunuh Bella? Aku akan bunuh dia sekarang!”


Marcus bangkit sembari membawa senapannya kembali.


“Aku belum tahu itu, Tuan. Aku sedang menangani kasusnya. Jika bersedia, aku akan minta kesaksianmu,” tukas Leo, dengan sisa gemetar keterkejutannya tadi.


“Baiklah, aku akan memberikan semua keterangan yang kau minta.”


Leo kemudian segera memulai investigasinya karena setelah ini dia harus mendatangi rumah Isabelle. Harusnya dia tak membuang waktu lama di sini, karena Tuan Tom pasti sudah menunggunya.


“Apakah ada yang sesuatu yang tampak mencurigakan sehari sebelum kejadian?”


“Tidak ada.”

__ADS_1


“Bagaimana dengan beberapa jam sebelum Nyonya Bella meninggal? Mungkin ada seseorang yang mengancam nya?” Lagi, Marcus menggelengkan kepalanya.


Membuat Leo menghembuskan napas kasar, harus bekerja keras untuk menemukan sebuah petunjuk.


“Apakah aku boleh mengetahui siapa saja yang ditemui oleh Nyonya Bella sehari sebelum kejadian?”


“Aku kurang tahu dengan siapa saja dia bertemu dalam sehari, karena aku bekerja di luar kota dan baru tiba di rumah hampir petang. Tapi dia cerita bicara dengan tetangga, Alan.”


Alan adalah pria berusia 35 tahun. Tetangga dekat rumah Marcus. Dia tampak ramah dan sering membantu Bella, jika wanita itu ada kesulitan dan Marcus tak ada di rumah.


“Apa aktivitas Nyonya Bella yang terlihat aneh atau tidak seperti biasanya?” Leo menyambung pertanyaannya.


Marcus diam dan mencoba mengingat kembali aktivitas dua hari yang lalu di malam hari sebelum kejadian.


“Sayangnya, istriku itu tak pernah menceritakan jika ada masalah dengan seseorang padaku. Aku tidak tahu.”


Kring! tiba-tiba terdengar suara ponsel di tengah investigasi.


“Siapa yang menelepon?” Leo mengeluarkan ponsel dan menatap nama yang tampil di layar ponsel. “Tuan Tom?”


Leo kemudian segera mengusap tombol hijau pada layar ponsel.


“Ya, Tuan Tom?”

__ADS_1


“Tuan, apakah Anda jadi kemari?” jawab suara di seberang telepon.


“Ya, Tuan jadi. Tolong ditunggu sebentar aku masih menyelesaikan investigasi di sini.” Beberapa saat setelahnya panggilan berakhir.


“Tuan, maaf aku sudah ditunggu. Mungkin jika ada sesuatu yang mencurigakan atau sebuah petunjuk, datang saja ke kantor kami.” Leo mengeluarkan secara kertas dan meninggalkan alamat kantor Detektif Carl di sana, plus nomor telepon.


“Permisi.” Setelah berpamitan, Leo keluar dari area hutan tersebut dan kembali ke mobilnya.


“Untung saja aku tidak terlambat.” Leo mematikan mesin mobil ketika tiba di sebuah rumah lain.


Ia mengetuk pintu rumah tiga kali dan segera seseorang membukakan pintu.


“Tuan, Leo silahkan masuk.” Nyonya Kate menyambut kedatangannya.


“Maaf, membuat Anda menunggu.” Leo duduk kemudian mengeluarkan catatan, perekam dan lain sebagainya.


Langsung saja dia segera melakukan investigasi karena masih banyak yang harus dia urus dan selesaikan di kantor.


“Tuan, apakah ada yang mencurigakan pada Nona Isabelle sehari sebelum kejadian?”


“Dari tiga hari sebelum kejadian Isabelle terlihat cemas. Entah ada apa? Tapi dia bilang tak ada masalah.”


“Dia bilang Nutcracker akan datang berkunjung dan itu membuatnya cemas,” jawab Nyonya Kate.

__ADS_1


“Apakah itu nama asli? Atau sebutan? Karena itu nama sebuah tokoh pangeran dalam dongeng sebelum tidur?”


“Aku juga tidak mengetahuinya Tuan Leo. Semua temannya tak ada yang bernama itu. Bahan bahkan pada tetangga sini juga tak ada yang bernama itu.”


__ADS_2