Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 227 Menelepon Sherif Tasman


__ADS_3

Leo seperti Briptu Scarlet, dia terkejut seperti wanita itu di mana semua media memberitakan jika Detektif Carl dinyatakan hilang dan kemungkinan besar meninggal, meskipun ada kemungkinan hidup, tapi itu kecil sekali.


“Ceritanya panjang Leo. Aku terhimpit di antara empat pohon dan perlu waktu untuk melepaskan diri dari pohon yang menjepit diriku. Selain itu butuh waktu untuk keluar dari hutan juga,” papar Detektif Carl.


“Anda memang kuat seperti singa. Dan beruntung seperti kucing yang mempunyai sembilan nyawa.”


“Saat itu aku berjanji padamu akan membawakan hadiah untukmu. Tapi hadiah itu sudah tiba lebih duluan daripada diriku. Apa kau sudah membukanya?”


“Ya, Detektif. Terima kasih. Aku senang pelaku sebenarnya yang juga menyukai diriku akhirnya tertangkap.”


Di tengah pembicaraan mereka, Detektif Carl tiba-tiba teringat pada black box yang diambilya dari pesawat.


“Kau pasti sudah dengar dari berita jika pesawat Canary Airlines yang meledak karena ada seseorang yang menyabotase nya dengan sebuah bom, bukan?”


“Ya, Detektif Carl. Kenapa saat itu Anda gagal menjinakkan bom itu?” Leo memberanikan diri bertanya. Pertanyaan itu sudah lama ia simpan dalam hati saja.


“Peralatan di sana tidak lengkap, maka gagallah aku menjinakkan bom itu.”


“Sudah kuduga seperti itu.”


“Aku membawa sebuah potongan puzzle. Apa kau mau menyusun puzzle itu untukku?”

__ADS_1


Sebenarnya bukan urusan Detektif Carl untuk menyelesaikan kasus tersebut, tapi itu panggilan hatinya sebagai seorang detektif. Tak bisa ia masalah lewat begitu saja dari pandangannya.


“Jangan bilang, Anda membawa black boxnya?!” pekik Leo tersentak.


Senyum terbit di bibir Detektif. “Ikut aku, aku akan tunjukkan itu padamu.”


Detektif Carl berdiri lalu masuk ke ruangannya. Tadi, ia menaruh black box tersebut di ruangannya saat pertama kali datang.


Leo berjalan mengekor di belakang Detektif Carl.


“Ini, aku mengamankannya tepat sebelum pesawat itu meledak. Aku tahu kemungkinan kecil black box itu bisa ditemukan saat pesawat hancur. Jika pun ditemukan mungkin kondisinya akan hancur juga.” Ia menunjukkan kotak hitam berukuran 13 x 13 x 20 senti yang ia ambil pada bagian ekor pesawat.


FDR merupakan Filgt Data Recorder. Sedangkan CVR adalah Cockpit Voice Recorder.


Leo kemudian pergi membawa benda tersebut dan mulai memeriksanya. Sementara Detektif Carl, duduk santai di kursi kerjanya.


Pikirannya kemudian tertuju pada rekan dekatnya di Perancis, Sherif Tasman. Ia menduga temannya itu masih berduka untuk dirinya sampai detik ini.


Mungkinkah jika dia mengetahui kondisiku saat ini, apa reaksinya akan terkejut?


Detektif Carl kemudian mengeluarkan ponsel dari saku bajunya, kemudian menelepon rekannya itu.

__ADS_1


Kring! Ponsel Sherif Tasman berdering nyaring.


Pria itu sedang ada di ruangannya dengan beberapa agen kepolisian yang merupakan anggotanya. Tanpa membaca siapa peneleponnya pria itu meraih ponselnya.


“Apa ini? Apakah ini hanya lelucon?” Tangan Sherif Tasman gemetar begitu membaca siapa nama peneleponnya.


“Carl? Ini tidak mungkin nomormu. Apa kau ada di tengah hutan sekarang dan meminta bantuan padaku?”


Sherif Tasman merasa bersalah belum menemukan tubuh rekannya itu hingga detik ini. Dia jelas terpukul sekali dengan kejadian yang menimpa Detektif Carl.


Di antara rasa penasaran, juga rasa cemas dan takut jika saja mungkin itu adalah sabotase, Sherif Tasman segera mengangkatnya.


“Halo, siapa ini?” ucap Sherif Tasman setelah panggilan tersambung.


“Aku Carl. Detektif Carl temanmu. Apa kau sudah melupakan suaraku, kawan?” jawab di seberang telepon sana.


**


Jangan lupa like ya kk.


Terima kasih utk yg sudah like

__ADS_1


__ADS_2