Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 234 Film Box Office


__ADS_3

“Ya, siapa lagi cuckoo kalau bukan Carl? Buat apa aku menjalin hubungan dengan Detektif Darcy?” tegas Briptu Scarlet.


Agen polisi lainnya tersentak. Kaget, juga heran dengan jawaban Briptu Scarlet.


“Detektif Carl masih hidup?”


“Tentu saja bodoh, masak aku mau tunangan dengan seorang mayat?” sarkas Briptu Scarlet.


“Bagaimana bisa dia selamat? Di media tak ada yang memberitakan tentang dia?”


Briptu Scarlet bisa melihat rekannya itu syok, sama seperti dirinya. Tapi itulah kenyataannya.


“Kau bisa tanya orangnya sendiri secara langsung, besok jika dia kemari.” Ia kemudian menyahut tas dan keluar dari kantor.


Briptu Scarlet segera masuk ke mobilnya. Ia melaju ke jalanan, namun kali ini dia tak langsung pulang, entah kemana tujuannya kali ini.


Beberapa saat kemudian ia menghentikan mobilnya di pom bensin. Sebenarnya bensinnya belum habis, masih separuh. Tapi ia sudah terbiasa mengisi bensin dalam kondisi masih seperti itu.


“Aku kira sepi, ternyata ramai juga.” Ada banyak barisan mobil yang sudah mengantri duluan di depannya. “Tak apalah, hari ini aku sedang santai.”

__ADS_1


Setelah tiga puluh menit mengantri, akhirnya petugas pom bensin mengisi mobilnya juga.


“Ternyata tidak terlalu lama menunggu. Aku bisa pulang sekarang.” Briptu Scarlet melajukan kembali mobilnya, keluar dari pom bensin.


Di tengah jalan, dia melewati sebuah bioskop.


“Ramai sekali bioskop. Padahal masih jam segini?” Briptu Scarlet melihat banyak pengunjung bioskop yang berjubel di tempat pembelian tiket.


Ia yang penasaran, lalu melihat neon box yang terpampang di depan bioskop. Ada film yang dibintangi oleh Ursula Andres.


“Pantas saja, jika aktrisnya dia, film itu akan booming.”


Masih banyak film lainnya yang dibintangi oleh aktris muda itu dan mendapatkan respon yang cukup baik. Bahkan Ursula Andres memenangkan piala Oscar, kategori The Best Actress Female Leading.


“Mungkin Carl mau aku ajak lihat film ini, besok atau lusa.” Briptu Scarlet segera mengalihkan pandangannya dan fokus pada menyetir.


Tepat di saat Briptu Scarlet melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ada seseorang yang yang melintas dengan cepat di depan mobilnya. sehingga membuatnya sampai menginjak pedal rem dalam sekali, yang membuatnya berhenti seketika.


“Maaf!” Seorang pria berbaju setelan orange terang melontarkan kata maaf karena merasa bersalah.

__ADS_1


Sejenak bola mata mereka berdua bersi tatap. Terlihat pria bersetelan orange terang itu memberisihkan sepatunya yang tidak terlindas mobil.


Pria jangkung dengan tatapan mata penuh misteri dan senyum badai itu menatap Briptu Scarlet sejenak.


Polisi wanita. Semoga saja aku tak bertemu dengannya lagi.


Tanpa mengucap sepatah kata lagi, pria bersetelan orange terang itu segera masuk ke bioskop, setelah melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.


“Siapa dia? Kenapa gayanya berbeda sekali? Mirip seorang actor? Sok sekali dia.” Briptu Scarlet melempar pandangan ke arah bioskop, mencari sosok pria tadi. Namun, sayang sosok itu sudah hilang di tengah keramaian.


Briptu Scarlet kemudian melajukan mobilnya kembali menuju ke rumah.


***


“Bunga krokus cantik. Tuan, Anda mau beli bunga krokus?” tawar seorang gadis kecil berusia tujuh tahun pada setiap orang yang melewati dirinya.


Gadis itu membawa dua keranjang yang berisikan penuh bunga krokus untuk di jual. Dia memang sering mangkal di depan bioskop.


Pria berbaju setelan orange terang tadi melintasi gadis kecil itu dan berhenti. Ia mengamati gadis kecil itu.

__ADS_1


__ADS_2