
“Dimana Scarlet hilang?” tanya Detektif Carl. Pria itu langsung mendatangi kantor polisi begitu mendengar informasi tentang hilangnya tunangannya.
Suasana di kantor polisi hari ini ramai, tidak seperti biasanya. Bukan ramai karena banyak yang datang untuk menyerahkan kasus, tapi ramai karena banyaknya agen polisi yang bisa mendengar berita hilangnya Briptu Scarlet.
“Ini rekaman CCTV tempat terakhir Briptu Scarlet.” Seorang agen polisi menunjukkan lokasi titik akhir wanita itu menghilang tanpa jejak.
“Oh, Scarlet.” Detektif Carl menghela napas berat sembari menangkup wajahnya.
Ia melihat lagi rekaman CCTV dari awal sampai akhir. Mulai dari di toko mainan sampai di titik akhir menghilangnya tunangannya itu.
“Tolong hentikan rekaman di situ.”
Agen polisi kemudian menghentikan rekaman yang sedang terputar, rekaman di awal yang menunjukkan pria berbaju orange terang berebut anak kecil dengan Briptu Scarlet.
“Tunggu, pria ini.” Detektif Carl menyebutkan kedua bola matanya, untuk mengingat sesuatu. “Aku seperti pernah melihat pria ini. Pria asing ini, dimana dia?”
Karena belum mengingat sosok pria tadi, maka Detektif Carl beralih melihat gadis kecil yang menjadi rebutan dua orang itu.
“Lalu gadis kecil ini, siapa dia? Apakah ada yang tahu identitasnya?”
__ADS_1
“Aku akan memeriksanya sekarang,” ujar agen polisi bagian data.
Setelah mengambil gambar Chocho dan memasukkannya pada pusat data warga Swiss, barulah proses pencarian bisa dimulai.
Klik! Muncul data lengkap mengenai gadis kecil yang dicari tadi dalam hitungan menit.
“Ini datanya.” Agen polisi membagi informasi identitas gadis kecil tadi pada Detektif Carl.
Detektif Carl membaca data tersebut yang menunjukkan keterangan jika gadis itu merupakan seorang anak yatim piatu. Dan satu-satunya keluarga yang tersisa adalah neneknya.
“Apa kalian sudah mencoba mencari lokasi rumah gadis kecil ini?” tanya Detektif Carl.
Dua agen polisi bergerak setelahnya Menuju ke alamat lokasi dimana Choco tinggal.
Sementara Detektif Carl masih fokus pada pria asing yang menurutnya pernah ditemuinya itu.
“Dia bukan orang sini. Lalu berkewarganegaraan apa dia?”
Iseng, Detektif Carl mengambil gambar tunggal pria berbaju orange terang tadi. Ia kemudian membawanya dalam sebuah aplikasi, aplikasi khusus untuk mencari pelaku.
__ADS_1
Pihak kepolisian maupun detektif swasta sama, mereka mempunyai sebuah aplikasi sketsa wajah pelaku. Dimana dengan aplikasi itu mereka bisa membuat sketsa wajah pelaku dari laporan para korban ataupun mengedit wajah seseorang dari foto yang sudah ada.
Klik! Detektif Carl mencoba mengedit wajah pria asing tadi. Ia merubah warna rambut pirang pria itu dengan warna hitam.
“Wajahnya jadi berbeda hanya dengan mengubah warna rambutnya saja. Dan ini, semakin familiar saja.”
Detektif Carl lalu mencoba mengganti warna iris mata pria asing tersebut. Iris pada foto berwarna hitam coklat gelap. Lalu ia mengubahnya menjadi warna hitam pekat.
“Astaga! Wajah ini!” pekiknya, tersentak kaget.
Dia kaget sekali melihat tampilan pria asing tadi yang berubah drastis hanya dengan ia rubah warna iris matanya saja.
“Apakah kau tahu siapa pria itu, Detektif Carl?” ujar seorang agen polisi terkejut.
“Aku tidak yakin apakah penglihatanku benar? Tapi pria ini mirip sekali dengan pria yang aku temui di pesawat Canary Airlines sebelum pesawat itu meledak. Jadi itu bukan penampilan aslinya?!”
Tak hanya Detektif Carl saja yang terkejut, tapi seluruh agen polisi di sana ikut terkejut.
*** 3 eps lainnya nanti ya akak smua. Jgn lupa beri like dan komen
__ADS_1