Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 23 Merekam Bukti


__ADS_3

Suara yang datang ke tempatnya berada saat ini semakin cepat. Terdengar suara sandal karet menyapu lantai semakin keras.


“Dimana aku harus bersembunyi ?” gumam detektif Carl berpikir cepat sembari menatap sekitar mencari tempat persembunyian yang aman.


“Bagaimana jika disana saja ?” Detektif Carl melihat sebuah lemari kayu tinggi di dekatnya yang tidak dirapatkan ke dinding sehingga ada celah di belakangnya.


set


Langsung saja ia bersembunyi di balik lemari kayu itu dan tiga detik setelahnya Louisa datang.


“Waktunya memberi makan si Angel, Marco dan lainnya.” gumamnya. Ia mengambil kantung pakan kucing di dekat sebuah ruangan dan masuk kesana.


“Oh, Angel... kau belum makan.” Louisa kemudian menuangkan pakan kucing ke wadah pakan sambil mengelus satu per satu kucingnya yang berbulu putih bersih dan coklat tua.


klik


Setelah selesai memberi makan kucing ia pun menuju ke ruangan tempat Stewart berada.


Ia akan mengeluarkan kunci untuk membuka pintu tersebut.


klak


Namun pintu terbuka saat ia menarik ke bawah handle pintunya.


“Aneh sekali bukankah aku tadi mengunci nya?” gumamnya sembari menautkan kedua alisnya. “Atau aku lupa mengunci pintu ?” mengingat lagi kelalaiannya.

__ADS_1


Ia benar-benar lupa dan tak mempermasalahkan hal itu lagi namun segera masuk ke ruangan itu.


Di ruangan berukuran 3x2 meter itu terlihat ada koran dan majalah bekas lama setinggi satu meter memenuhi ruangan.


Di sisi barat ruangan berdebu itu terlihat seorang anak meringkuk masih mengenakan seragam sekolah dalam keadaan terikat tangan dan kakinya di lantai marmer.


“Kau pasti lapar bukan ? Aku membawakan makanan untukmu.” Louisa tersenyum lebar membuka kantung berisi pakan kucing menatap Stewart.


Stewart yang tahu jika yang dibawa oleh wanita itu adalah pakan kucing memundurkan tubuhnya menolak itu, karena beberapa hari ini wanita itu memaksanya memakan pakan kucing tersebut.


“Saatnya makan, sayang.” Louisa menarik lakban dari bibir Stewart.


“Jangan ! Jangan, aku tidak mau !” ucapnya dengan berteriak ketakutan.


Dari kejauhan detektif Carl melihat aksi yang dilakukan oleh Louisa.


Ding


Suara notifikasi masuk.


Jika berhasil mendapatkan bukti kejahatan pelaku akan mendapatkan tambahan poin sebesar 50 poin.


“Sistem tampilkan item canggih di Shop yang bisa digunakan untuk merekam.”


Seketika muncul item yang sudah di filter sesuai yang disebutkan oleh detektif Carl. Sampai ia bingung mau pilih yang mana.

__ADS_1


“Ini saja.” detektif Carl kemudian memilih satu item One Shot capt.


Item berbentuk nyamuk dan merupakan robot itu kemudian segera terbang ke ruangan tempat Louisa berada.


Ngiiing....


Seketika Louisa berbalik ke belakang saat melihat ada nyamuk yang berdenging nyaring sekali di dekat telinganya.


“Kenapa nyamuk ini berisik sekali ?” ia mencoba mengusir nyamuk itu yang ternyata langsung keluar dari ruangan saat dia akan menepuk dengan kedua tangannya.


Item detektif Carl kemudian segera merekam aktivitas Louisa termasuk saat wanita itu memaksa Stewart makan pakan kucing dengan menuang paksa ke bibir anak itu.


“Kau sudah kenyang sekarang. Maka tidurlah.” wanita itu kemudian keluar dari ruangan itu dan mengunci nya.


bah


Stewart memuntahkan semua yang ada di mulutnya ke lantai karena wanita itu lupa memasang lakban di bibirnya kembali.


Mission complete. Poin sebesar 50 poin berhasil ditambahkan.


Detektif Carl tersenyum lebar membaca notifikasi yang masuk sekaligus memegang nyamuk robotic tadi dan segera menyimpan hasil rekamannya.


Setelah Memastikan kondisi benar-benar aman detektif Carl kemudian kembali mengeluarkan alat pembuka kunci untuk membuka pintu ruangan Stewart di sekap.


“Argh.” anak itu seketika berteriak saat melihat detektif Carl masuk karena mengira Lousia kembali.

__ADS_1


“Sssts !” detektif Carl meminta anak itu untuk diam. “Atau wanita gila itu akan kembali lagi kembali.”


Stewart tak bersuara lagi namun menatap pria di depannya dengan takut karena tidak mengetahui siapa dia.


__ADS_2