
Briptu Scarlet menuju ke Stanza Gym terlebih dulu, ke tempat yang paling terdekat dari tempatnya berada saat ini.
Entah kenapa feeling-nya jika kekasihnya itu ada di sana.
Tak lama kemudian wanita itu pun tiba di sana.
“Aneh sekali, tak ada mobilnya disini.” cicit Briptu Scarlet, setelah turun dari mobil.
Ia tak melihat mobil putih Roll Royce terparkir di sana, yang menandakan jika pria yang dicarinya tak ada di sana.
“Berarti dia ada ada Power Gym atau Manor Gym,” desaunya kecewa.
Tapi karena sudah berada di Stanza Gym, maka tak mungkin Jika dia langsung kembali dari sana. Toh nanti dia juga harus memeriksa gym tersebut.
Briptu Scarlet kemudian melangkah memasuki gym. Di sana ada dua rekan agen polisi yang kembali mengenalkan pakaian sipil.
Tanpa bicara seorang agen polisi segera menghampiri wanita tersebut.
“Briptu Scarlet, kau kemari masih mengenakan seragam dinas begini, mengundang perhatian dari yang lain.” ucap agen polisi itu setengah berbisik.
Dan benar saja, para pengunjung lain yang ada di sana memusatkan perhatian pada Briptu Scarlet karena seragam polisi yang dikenakannya saat ini.
“Ya, kau tahu sebenarnya aku kemari bukan untuk menginvestigasi tempat ini tapi aku mencari cuckoo-ku.” balasnya lirih.
Rekan Briptu Scarlet itu pun terkekeh mendengar penjelasan darinya. Namun ia segera kembali ke posisinya semula sebelum ada yang mencurigai jika dirinya juga merupakan seorang polisi.
__ADS_1
Karena sudah terlanjur masuk, maka Briptu Scarlet pun bicara sebentar dengan instruktur di sana.
Sebaiknya aku segera pergi dari tempat ini karena sudah ada dua agen polisi yang berjaga di sini. batin Briptu Scarlet, kemudian segera kembali masuk ke mobilnya.
Karena berada lama di sana akan semakin menimbulkan kecurigaan bagi para pengunjung juga pembunuh yang mungkin saja akan datang saat ini.
Briptu Scarlet segera memacu mobilnya menuju ke Manor Gym.
Setibanya di sana, ia tak melihat mobil putih milik Detektif Carl.
Satu agen polisi langsung keluar dari gym tersebut saat mendengar suara mobil yang sangat familiar di telinganya.
“Briptu Scarlet, kenapa kau kemari?” ucap agen polisi lirih, nyaris tak terdengar. Berdiri di samping mobil dinas yang saat ini dipakai oleh Briptu Scarlet.
Wanita itu tadi lembur di kantor. Niatnya untuk menemui Detektif Carl di rumah hanya sebentar saja, makanya ia belum ganti seragam dan masih mengenakan mobil dinas.
Detektif Carl yang sudah tiba sedari 30 menit yang lalu dan mengobrol banyak dengan instruktur di sana, kemudian keluar dari Power Gym. Tentunya setelah memberikan banyak petuah dan nasehat pada instruktur agar hati-hati dan bersikap normal saja meskipun sudah mengetahui akan ada pembunuh yang mengincar nyawa.
Satu menit setelah pria itu keluar dari gym dan bermaksud menuju ke Manor Gym, Briptu Scarlet tiba di Power Gym.
“Astaga, dia juga tak ada disini.” desaunya, dengan suara parau setelah turun di sana dan tak mendapati kembali mobil putih Detektif Carl.
Ia pun turun dari mobil kemudian mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Detektif Carl.
“Sial, nomornya tak aktif. Kemana dia sebenarnya?!” gumamnya, menombol ponselnya dengan kasar.
__ADS_1
Ia lalu memasukkan kembali benda pipih tersebut ke saku bajunya. Karena sudah terlanjur tiba di sana maka ia pun masuk ke Power Gym.
“Permisi, aku ingin bicara sebentar denganmu, Tuan.” Briptu Scarlet langsung menghampiri instruktur.
Mereka berdua tanpa bicara serius dengan suara di bawah sedang, sehingga tak ada yang mendengar percakapan mereka.
Tanpa wanita itu ketahui di dalam gym ada seorang pria yang memperhatikannya sejak dia masuk ke sana.
“Baik, terimakasih sudah mengizinkanku untuk memeriksa tempat ini.” ucap Briptu Scarlet mengakhiri pembicaraannya.
Langsung saja, wanita itu masuk ke belakang untuk memastikan semuanya di bawah kendali polisi. Sehingga tak memberikan celah untuk pelaku pembunuhan.
Gawat, kenapa ada agen polisi kemari? Apa dia mencariku? Tapi sepertinya mustahil dia mengetahui keberadaanku di sini. batin seorang pria, berbadan atletis.
Pria bertubuh atletis dengan tetapan mata sedingin es, tampak diam dan berpikir mempertimbangkan semuanya.
Sepertinya aku harus menghabisi polisi itu agar rencanaku berjalan mulus. batin pria tadi lalu setelah berdiri dan berjalan menuju ke belakang.
Di lain tempat, Detektif Carl baru tiba di Manor Gym. Ia menemui dua agen polisi yang bertugas di sana.
“Detektif, bagaimana apa kau sudah bertemu dengan Briptu Scarlet?” tanya seorang agen polisi menghampiri.
Detektif Carl mengerutkan keningnya.
“Scarlet mencariku?” balasnya, tak percaya. Ada alasan apa kekasihnya itu tiba-tiba mencarinya.
__ADS_1
***
Jika banyak yang minta update, penulis akan menambah satu bab.