
Setelah percakapan Sherif Tasman dengan agen polisi wilayah Italia berakhir, Detektif Carl mengajak bicara rekannya itu.
“Aku sudah bicara dengan Louis Sanderman. Dari tes yang kuberikan dia memang ada kaitannya dengan Darwin Hemington.”
Detektif Carl lalu menunjukkan rekaman interview singkatnya dengan Louis Sanderman.
“Apa yang kau lakukan padanya, Detektif Carl?” tanya Sherif Tasman setelah melihat rekaman.
“Aku sudah bilang padamu sebelumnya untuk memberikan kesempatan bermain sedikit dengannya, tak masalah bukan?”
Sherif Tasman hanya diam saja. Ia fokus pada pada interview mereka.
“Jadi selanjutnya bagaimana?” tegas Detektif Carl, ia tak sabar melihat Louis Sanderman segera dihukum seberat-beratnya.
“Aku masih mencari informasi mengenai Darwin Hemington. Dia kabur ke Italia. Dan beberapa anggota, aku minta menggeledah rumah Darwin.”
“Lalu apakah juga dilakukan pengendalian di rumah Louis Sanderman?” desak Detektif Carl.
Sherif Tasman menggeleng, karena semua pesonanya sudah ia tugaskan dengan personil lain yang ada menangani kasus lainnya.
“Bagaimana jika aku saja yang menggeledah rumah Louis Sanderman?” Detektif Carl menawarkan diri.
Dia bermaksud membantu, karena kesibukan Sherif Tasman yang tinggi. Mungkin kasus ini akan berlarut-larut jika tak segera ditangani dengan cepat.
__ADS_1
“Baiklah, Brigadier Darell akan membantumu.”
***
Detektif Carl pergi dengan Brigadier Darell ke rumah Louis Sanderman.
“Di sini rumahnya,” jelas Brigadier Darell, menepikan mobil di depan penthouse mewah.
“Kita periksa sekarang.”
Mereka berdua kemudian menerobos masuk ke penthouse mewah milik artis yang tengah naik daun itu, setelah membuat pintu depan.
Di dalam rumah tak ada pelayan sama sekali.
“Ini mempermudah gerak kita jika tak ada pengawasan ataupun penjagaan di tempat ini.” Brigadier Darell menimpali.
Meskipun ia sendiri merasa aneh biasanya rumah mewah dan Mega seperti ini banyak sekali pelayannya.
Atau mungkin ada rumah lain yang dihuni oleh Louis Sanderman? Dan rumah ini hanyalah sebagai gudang saja? Juga jarang dihuni? batin Brigadier Darell.
Apapun itu, yang jelas dia harus menyelesaikan investigasi ini.
“Kita bagi tugas saja, Brigadier Darell. Aku memeriksa bagian sini dan kau periksa bagian sana.” Detektif Carl menunjukkan sebuah arah.
__ADS_1
Brigadier Darell kemudian menuju ke ruangan yang ada di belakang dan mulai melakukan penggeledahan dari sana.
Sementara Detektif Carl, masuk ke sebuah kamar.
“Apa ini kamar Louis Sanderman?”
Dia langsung menuju ke lemari pakai dan membukanya. Ia membuka laki-laki yang ada dalam lemari pakaian untuk mencari sesuatu.
“Isinya aksesoris saja.”
Detektif Carl kemudian beralih melihat tiga nakas yang ada di kamar. Dia membuka satu persatu dan melihat isinya.
“Dokumen apa ini?” Ia menemukan dokumen kontrak dengan beberapa perusahaan besar.
Lalu di nakas lain Detektif Carl menemukan secarik kertas juga flash disk hitam.
“Dokumen ini berisi tentang daftar obat berbahaya di pasaran. Apakah dia mengonsumsi narkotika?”
Detektif Carl kemudian mencari lagi ke seisi ruangan sampai ke sudutnya, hingga akhirnya dia menemukan jarum suntik di bawah kolong tempat tidur.
Dari aromanya, jarum itu digunakan untuk menyuntikkan sebuah zat berbahaya, tepatnya salah satu jenis narkotika.
“Detektif Carl, aku menemukan ini.” Brigadier Darell menemukan sebuah foto.
__ADS_1
Dia menunjukkan foto temuannya itu pada Detektif Carl. Di foto itu berjajar beberapa orang pria. Terlihat foto itu diambil lama karena terlihat semua yang ada di foto terlihat usianya masih sangat muda. Dan yang mengejutkan di sana ada foto Darwin Hemington.