Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 259 Interogasi Gagal


__ADS_3

“Katakan, apa motifmu melakukan pengeboman di pesawat Canary Airlines?” sentak agen polisi dalam sebuah ruangan khusus untuk menginvestigasi pelaku.


Bahkan saat itu rekaman CCTV di ruangan aktif, yang berarti tayangan itu sering direkam dan mungkin juga akan dipublikasikan di seluruh media televisi.


Pria yang berada di ruangan khusus itu memang Louis Sanderman. Pria itu setiap hari selalu bungkam saat banyak petugas agen polisi datang bergantian untuk menginterview nya.


Bahkan kali ini Louis pun tetap bungkam, membuat agen polisi yang berada di ruangan itu geram setengah mati. Bagaimana lagi cara membuat pria itu mau mengakui dan buka suara atas kasusnya.


Di luar ruangan, para agen polisi menatap monitor yang menayangkan agen polisi tersebut dengan Louis Sanderman. Mereka bisa melihat apa yang terjadi di dalam ruangan itu melalui monitor, termasuk Detektif Carl juga ada di sana.


“Louis Sanderman tetap bungkam tak mau bicara. Lalu bagaimana kami bisa menyerapnya hukum jika dia tetap tak mau mengaku seperti itu?” keluh Sherif Tasman yang ikut menyaksikan dari luar.


Setahunya kemarin hanya Detektif Carl yang bisa membuat pria itu buka suara.


“Kita lihat saja dulu, Sherif. Mungkin dia mau buka suara kali ini.” Detektif Carl menimpali.


Setelah lima belas menit lebih berlalu, dari monitor, Louis tetap tak mau buka mulut sama sekali. Entah apa alasannya, pria itu bungkam begitu.


Sherif Tasman apa emosi melihat usaha anggotanya sia-sia saja.

__ADS_1


“Ck! Biar aku coba saja yang turun tangan.”


Sherif Tasman bicara melalui microphone di telinga kirinya, dengan agen polisi yang saat ini sedang menginterogasi Louis Sanderman.


“Brigadier Hoffman, kau keluar dari ruangan itu sekarang. Biar aku yang mengintrogasinya,” ucapnya singkat.


Tak lama kemudian pintu ruangan itu terbuka dan agen polisi tadi keluar dari sana, lalu Sherif Tasman masuk.


Louis Sanderman hanya menatap saja Sherif Tasman yang sekarang duduk di depannya. Sudah berapa agen polisi yang dia hadapi beberapa waktu ini.


Siapa lagi dia? Dari penampilan dan pangkat di bahunya itu sepertinya dia pimpinannya. Berharap saja mau mengorek informasi dariku, batin Louis menundukkan kepala setelah menatap beberapa detik.


“Katakan padaku apa motifmu melakukan pengeboman pesawat Canary Airlines?” tanya Sherif Tasman.


Louis diam saja, tak mau menjawab.


“Katakan! Atau hukumanmu akan semakin berat.” Sherif Tasman mengancam.


Louis mengangkat kepala dan menatapnya datar, tapi tetap tak mau bicara.

__ADS_1


Brak! Sherif Tasman sampai mengeprak meja karena saking geramnya.


“Apa kau punya kelainan menyimpang pedofilia? Apa gadis yang kau culik di Swiss itu adalah korbanmu selanjutnya?” cecar Sherif Tasman.


Louis Sanderman sampai menyebutkan sepasang bola matanya mendengar pernyataan barusan. Ia sungguh terkejut polisi bisa mengetahui hal itu.


“Asal kau tahu saja, di luar sana semua berita tentang dirimu sudah tersebar luas mulai dari pengeboman, perilaku **** meyimpang juga narkoba. Katakan menjelaskan satu persatu padaku.”


Sherif Tasman bangkit dari duduknya dan berpindah di samping Louis.


“Itu tidak benar!” Hanya itu yang diucapkan oleh Louis.


Terang saja itu membuat Sherif Tasman semakin naik pitam dibuatnya.


“Katakan!” Sherif Tasman sampai memukul muka Louis sekeras-kerasnya, namun tetap saja pria itu bungkam, meskipun darah segar mengalir dari hidung dan sudut bibirnya.


Detektif Carl tanpa diminta segera masuk ke ruangan itu, setelah melihat Sherif Tasman yang hampir bilang kesabaran dan bertindak lebih parah lagi.


“Biar aku saja yang menanganinya, Sherif.”

__ADS_1


__ADS_2