Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 224 Ajakan Menikah


__ADS_3

“Siapa lagi kali ini yang datang?” gerutu Briptu Scarlet.


Ia kemudian membuka pintu rumah. Ada mobil merah yang terparkir di sana. Siapa lagi jika bukan mobil Detektif Darcy.


“Aku mendengar suara Carl, tapi yang datang Detektif Darcy.”


Detektif Darcy segera turun dari mobil. Tak lupa ia membawa buket bunga mawar merah.


“Ini untukmu. Mawar merah untuk seorang wanita yang merekah seperti mawar.” Detektif Darcy menyerahkan buket mawar yang dibawanya.


Briptu Scarlet menatap buket mawar itu. Lalu mengembalikannya lagi pada Detektif Darcy.


“Aku alergi serbuk sari mawar. Aku tak bisa menerimanya.”


Bahkan Briptu Scarlet bersin-bersin setelahnya setelah menyentuh buket mawar merah tadi. Itulah sebabnya kenapa Detektif Carl tak pernah memberi wanitanya itu buket bunga, apapun jenis bunganya. Mungkin jika yang lain akan menilainya tidak romantis. Tapi itulah faktanya.


“Ohh! Lain kali aku akan mengganti dengan buket bunga lain,” tutur Detektif Darcy.


“Tidak perlu. Aku tidak suka bunga.”


“Kalau begitu aku akan menggantinya dengan yang lain, seperti perhiasan mungkin?”


“Tidak. Jangan berikan itu padaku.”


Detektif Darcy tak mengerti, kenapa tawarannya di tolak oleh Briptu Scarlet. Padahal normalnya kebanyakan wanita menyukai barang tersebut. Bunga dan perhiasan adalah favorit mereka.


“Ada apa kau datang kemari?” tegas Briptu Scarlet.

__ADS_1


“Jadi kau lupa?” Detektif Darcy sudah menduganya. “Aku menjemputmu untuk makan malam,” ingatnya lagi.


“Oh! Hari ini aku sedang lelah. Mungkin bisa diganti besok atau lusa,” jawab Briptu Scarlet dengan tenang dan enteng. Padahal dia tidak lupa sebenarnya.


Dia ingat dan gampang mengingat apapun yang diucapkan oleh seseorang. Terlebih janji. Dia tak akan pernah melupakannya, malah akan menuntutnya.


Detektif Darcy nampak kecewa. Sudah jauh-jauh dan melakukan banyak persiapan untuk datang kemari namun masih ditolak oleh Briptu Scarlet.


“Oke! Aku akan batalkan diner malam ini. Tapi biarkan aku di sini sebentar.”


Briptu Scarlet hanya diam saja mendengarnya sembari mengangkat kedua alisnya.


Susah sekali bicara dengan dia. Apakah ucapanku kurang jelas. Bagaimana cara mengusir pria keras kepala ini, decak Briptu Scarlet dalam hati.


“Terserah kau sajalah.” Tak ada gunanya berdebat dan menyangkal lagi perkataan Detektif Darcy.


Meskipun kesal, sebagai tuan rumah yang baik, Briptu Scarlet pun menawarkan minuman pada pria itu.


“Apa saja. Sebenarnya aku tak haus.”


Lagi, Briptu Scarlet menarik satu alisnya ke atas dengan jawaban yang diberikan oleh Detektif Darcy. Ia tak suka dengan jawaban tidak pasti begitu.


Memang wanita itu tipe susah sekali dimengerti, makanya jarang ada pria yang bisa menaklukkannya dengan mudah. Bagaimana bisa menaklukkannya dengan mudah, jika mengetahui kesukaannya saja susah.


“Baik, tunggu sebentar.” Briptu Scarlet kemudian masuk ke dapur.


Di dapur ia membuatkan secangkir kopi seperti pada umumnya, namun terserah kopi itu sudah selesai terlintas buat ide dalam pikirannya.

__ADS_1


“Aku akan memberikan kejutan padanya.”


Briptu Scarlet, lalu mengambil sesuatu dari lemari dan menuangkannya satu sendok dalam cangkir lalu mengaduk nya.


“Ini kopimu, minumlah selagi hangat.” Briptu Scarlet kembali dengan membawa Secangkir Kopi hangat dan meletakkannya di meja.


“Carl tak suka kopi. Jadi aku kurang pandai meracik kopi. Selain itu kepalaku sedikit nyeri.”


Detektif Darcy sebenarnya kesal wanita itu menyebut nama Detektif Carl, namun tak mungkin baginya menjelek-jelekkannya langsung.


Pria itu jarang minum kopi. Tapi ia meminumnya juga untuk menghormati.


Rasa kopi ini asin sekali. Apa dia salah memasukkan garam? Atau sengaja memasukkan garam?


Detektif Darcy menjeda minum tatkala merasakan lidahnya asin, berasa makan garam asli.


“Kenapa berhenti? Apakah kopi buatanku tak enak? Aku akan senang sekali Jika seseorang menghabiskan minuman yang ku suguhkan padanya.” Briptu Scarlet menahan tawa, karena memang ia sebelumnya mencampurkan garam dalam kopi tadi.


Tentu saja Detektif Darcy yang berniat menaruh cangkir kopi itu kembali ke meja, mengurungkan niatnya.


"Tentu saja kopi buatanmu enak. Bahkan yang terenak dari semua kopi yang pernah kurasakan. Aku akan menghabiskannya.” Ia kembali menyesap kopi tersebut.


Bahkan ia merasa lidahnya bukan hanya asin saja tapi terasa kaku karena saking asinnya.


Pantas saja Carl tak minum kopi. Rasanya buruk sekali. Jika tadi tahu kopi bikinannya akan seperti ini maka aku hanya akan minta air putih saja, sesal Detektif Darcy dalam hati.


Mereka berdua kembali melanjutkan obrolan mereka hingga beberapa saat kemudian.

__ADS_1


“Briptu Scarlet. Aku ingin jujur padamu saja. Aku tak ingin menutupinya selamanya darimu. Aku punya rencana untuk melamarmu. Daripada kau menjalani hubungan dengan Carl yang tidak pernah serius dan bahkan sekarang tak ada kabar. Tak ada gunanya menunggu dia,” ungkap Detektif Darcy tiba-tiba.


“Darcy! Hentikan itu!”


__ADS_2