Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 33 Bertemu Bernie


__ADS_3

“Hey, tunggu !” pekik detektif Carl yang baru tersadar anjing kecil berburu panjang itu sudah hilang dari tangannya. “Bukankah dia lemas tadi, kenapa sekarang malah aktif seperti itu ?” decaknya kesal tak bisa mengerti apa alasannya.


Detektif Carl kemudian mengikuti ke arah anjing itu pergi yang terus berlari masuk dan berhenti di depan pasien lain yang juga sedang memeriksakan anjingnya.


guk


Anjing itu menyalak pada anjing lainnya di sana.


“Ada apa ini sebenarnya ?” batin detektif Carl berhenti di dekat anjingnya yang masih menyalak pada anjing jenis siberian husky.


“Maaf, tuan anjing ku ini mungkin saja tertarik pada anjing mu.” ucap pria itu beralasan saat menatap pemilik Siberian menatapnya dengan tajam.


Padahal ia tahu persis anjing yang dibelinya berjenis betina sama dengan jenis Siberian itu yang juga betina.


“Daisy, kembalilah.” panggil detektif Carl pada pomeranian nya dengan nama asal yang ia berikan. Namun anjing itu tak menurut. “Daisy, ada apa dengan mu ?” ia pun terpaksa mengambil anjingnya itu kembali karena pemilik siberian tadi terus memelototinnya.


“Jika kau masih terus menyala seperti ini maka aku akan membuang mu di tengah jalan nanti.” ucapnya mengancam dan sepertinya anjing barunya itu mengerti ucapannya dan langsung diam tak menyalak lagi.


Detektif Carl lalu menoleh ke sekitar dan menepati antrian pasien disana lumayan banyak.


“Hey, tuan kau mau kemana ?” ucap pria pamit Siberian tadi saat melihat Detektif Carl akan masuk ruang periksa, menyerobot antrian.

__ADS_1


“Tentu saja memeriksakan anjingku yang sakit, tuan. Kau bisa lihat kondisinya yang parah dan butuh penanganan cepat.” balasnya lalu menunjukkan pomeranian nya yang kembali lemas, bahkan terlihat lemas dari sebelumnya.


Detektif Carl terpaksa menusuk salah satu pembuluh darah anjingnya dengan sebuah alat mirip dengan jarum saat melihat banyaknya antrian agar dia tidak menunggu lama.


“Hey, meskipun anjing kritis tapi kau harus tetap antre. Sana ambil nama antrian jangan menyerobot.” ucap pria lain yang juga mengantri di sana.


Ck


Detektif Carl pun hanya membaca dan mundur dari sana kemudian mengambil nomor antrian.


“Semoga saja dokter disini cepat dalam memeriksa dan menangani pasiennya.” keluhnya lagi saat membaca nomor antriannya, nomor 57.


Karena masih lama, ia pun mencari tempat duduk yang kosong di kursi belakang karena di kursi depan sudah penuh semua.


“Merepotkan sekali memelihara anjing.” decaknya kesal. “Aku akan menusuk mu lagi nanti jika kau terus kabar seperti ini. Awas kau nanti.” gerutunya dengan mengancam.


Detektif Carl pun terdiri dari tempat duduknya meninggalkan ruangan bercat putih bersih itu kemudian berlari mengejar Daisy.


“Anjing ini sama menyusahkannya dengan pemiliknya.” umpatnya yang di tujukan pada Scarlet saat anjing itu masuk ke ruang vip.


Ia pun ikut masuk ke ruang vip dimana di sana ada berapa orang yang duduk di sebuah ruang tunggu juga terdapat sebuah ruangan khusus di mana di sana berkumpul anjing dan hewan lainnya yang dirawat inap dan di pisahkan berdasarkan jenisnya.

__ADS_1


“Sial, anjing itu. Kenapa dia rasa curious-nya tinggi ?” detektif Carl kembali mengumpat Kalau anjing miliknya itu masuk ke ruangan tempat para hewan itu dirawat.


Ia pun akhirnya mau tak mau berjalan menuju ke ruangan itu juga untuk mengambil Daisy.


“Tunggu, anjing cokelat itu mirip seperti Bernie milik Kent ?” pekiknya melihat sebuah anjing coklat berbulu panjang dari luar kaca ruangan.


Ia pun segera masuk ke sana untuk memastikannya sendiri.


“Ya, ini Bernie milik Kent.” gumamnya setelah memeriksa kemudian mencocokkan dengan foto anjing itu yang di bawanya.


“Tapi dia tidak sakit kenapa ada di sini ?” gumamnya penasaran karena anjing itu bisa duduk bebas di mana saja di ruangan itu tak seperti anjing lainnya yang dirawat dan di karantina.


tac


Terdengar suara seseorang lainnya masuk ke ruangan. Detektif Carl segera menoleh ke belakang.


“Ashley Cole ?” batinnya terkejut sekaligus merasa senang bisa berjumpa dengan tersangka pelaku pada kasusnya.


Ashley Cole kemudian masuk dan melewati detektif Carl. Pria itu pun kemudian berhenti tepat di samping detektif karena merasa tak asing dengan sosok nya.


“Semoga saja pria ini tak mengenali diriku.” batin Detektif Carl menatapnya dan akan keluar dari ruangan.

__ADS_1


“Tunggu, apa kau adalah detektif Carl ?” ucap pria itu saat detektif melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar.


Detektif Carl pun menghentikan langkahnya dan menatap pria tersebut.


__ADS_2