Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 127 Menemui Jeremy


__ADS_3

Di kantor polisi, Briptu Scarlet pun kemudian mencari informasi tentang Foster Bridge, sesuai dengan permintaan cuckoo-nya.


Lama wanita itu diam dan duduk di ruangannya dengan pintu terbuka. Sengaja ia membuka pintu, agar suara percakapan yang ada di luar ruangannya bisa didengarnya dengan jelas.


Sedari tadi Foster Bridge memang bercakap-cakap dengan beberapa agen polisi. Mereka membahas masalah pengamanan di kantor pria tersebut.


Sebenarnya Briptu Scarlet tidak dekat dengan pria itu. Dia bukan seangkatannya juga tak ada urusan dengannya. Tapi demi Detektif Carl, ia akan mencarikan pria itu informasi.


Sebenarnya aku tidak percaya seorang Foster Bridge adalah pembunuh, tapi aku lebih mempercayai Carl, batinnya, untuk mengikis semua rasa ragu nya.


Kini Briptu Scarlet menatap monitor di depannya.


Klik! Dengan satu tekan saja, semua informasi mengenai pria itu langsung muncul semua. Ada banyak catatan panjang mengenai pria itu.


Hiss!


Briptu Scarlet pun sampai pengelola nafasnya panjang untuk membaca informasi sebanyak itu.


Dengan cepat dan teliti, ia membaca informasi tersebut Lalu memilah-milah informasi penting dan berguna untuk penyelidikan.


“Ck! Dasar buaya dia! Jumlah wanitanya saja dalam enam bulan terakhir ini ada 50 wanita. Apakah dia memperlakukan wanita sebagai pe-lacurnya?” decaknya, terkejut sekaligus kesal saja dengan pria model hidung belang semacam dia.


Padahal dari wajah bisa dibilang Foster Bridge tidak terlalu tampan. Hanya saja dia memang seksi. Badannya bagus untuk pria seumuran dia, juga berkantung tebal.

__ADS_1


Wanita mana yang menolak jika didekati oleh pria berkantung tebal? Tak ada!


“Aneh sekali. Dia sangat menjaga penampilannya. Dia sering mengunjungi salon seminggu sekali di akhir pekan. Apa yang dilakukannya di sana? Seperti wanita saja!” decaknya, lalu tersenyum geli di saat bersamaan pula.


Briptu Scarlet masih menatap monitor di depannya, ada informasi lainnya yang meyebutkan jika Foster Bridge mempunyai club sendiri, club para pengusaha sukses bernama Top Renard.


Club itu beranggotakan ratusan lebih hingga saat ini yang menghimpun para pengusaha sukses dari berbagai kalangan usia juga dari berbagai tempat.


“Aku tidak menyangka saja, bagaimana dia beruntung bisa seberuntung dan sesukses ini? Sepertinya dia lahir di tanggal hoki,” decak Briptu Scarlet lagi, tak percaya saja dengan kesuksesan yang di raih pria itu setelah resign dari dunia agen polisi.


“Sementara ini dulu informasi untuk Carl,” gumamnya lalu mengirim semua informasi yang sudah dipilahnya tadi ke surel Detektif Carl.


Sedangkan Leo, dia sudah sampai ke rumah Angel Song.


Langsung saja ia menarik cuckoo di depan pagar. Tak beberapa lama setelahnya seorang wanita muncul dan membukakan pintu untuknya.


“Ada yang bisa dibantu, Tuan?” tanyanya, langsung.


Leo menunjukkan kartu identitasnya sebagai seorang pekerja di salah satu Biro Detektif. Tentu saja hal itu membuat wanita tersebut merinding. Pasalnya dia merasa tidak melakukan indikasi kejahatan apapun.


“Nyonya, ini tentang investigasi terkait meninggalnya Nona Sarah Michelin. Aku kemari hanya untuk menajlankan tugas mengusut hubungan Nona Angel Song dan Tuan Foster Bridge, saja.”


Leo menjelaskan panjang lebar.

__ADS_1


“Baik, silahkan masuk,” ujar wanita tadi yang merupakan ibunya Angel Song.


Di dalam rumah, Leo kemudian segera memulai investigasinya. Dia merekam semua informasi yang di berikan Nyonya Fresha padanya.


“Terakhir, Nyonya. Apakah Nona Angel Song berkomunikasi atau bertemu secara langsung dengan Tuan Foster Bridge sehari sebelum meninggal?”


Nyonya Fresha diam dan mengingat kembali kejadian saat itu.


“Ya, Angel terkadang memang berhubungan dengan Foster Bridge. Dia ikut club Top Renard. Sehari sebelumya dia juga bertemu dengannya,” paparnya.


“Terima kasih, Nyonya Fresha.”


Leo lalu segera kembali ke kantor lagi setelah menyelesaikan tugasnya mencari informasi tentang wanita tersebut.


Sementara saat ini Detektif Carl sedang melakukan investigasi pada Jeremy Meyer dan Cheko Adams secara bersamaan.


Secara, mereka berdua bekerja di kantor yang sama. Jadi sekalian saja menginterogasi keduanya secara bersamaan untuk menghemat waktu, selepas selesai menginvestigasi Lexy Fitch.


Mereka bertiga duduk di sebuah ruangan khusus, dan tak ada yang berani menganggu mereka. Jeremy Meyer dan Cheko Adams merupakan Supervisor di sebuah perusahaan.


“Baiklah, aku ingin bertanya lebih dulu padamu, Tuan Jeremy. Tolong ceritakan padaku, apa saja yang kau lakukan dengan Nona Sarah Michelin sebelum dia meninggal,” titah Detektif Carl, seolah mengintimidasi.


***

__ADS_1


Jadi, apakah pembaca semua sudah punya gambaran sendiri, siapa kira-kira siapa yang membunuh Sarah Michelin?


__ADS_2