Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 76 Mampir Ke Kantor Polisi


__ADS_3

Detektif Darcy seketika menoleh ke belakang ke arah sumber suara yang memanggilnya, yang juga sebuah suara yang sangat familiar baginya.


“Carl...” Bukan Detektif Darcy yang memanggilnya namun Scarlet.


Bahkan wanita itu sampai berdiri dari tempat duduknya. Namun sialnya, Detektif Darcy menghalangi wanita itu pergi dengan menarik tangannya.


Detektif Carl terlihat merah padam mukanya seperti cabai merah yang pedas luar biasa.


Dengan tangan terkepal erat, ia pun menghampiri mereka berdua.


“Lepaskan!” hardiknya tegas, bahkan sampai beberapa pengunjung lainnya pun ikut menatap ke arah mereka bertiga.


Detektif Darcy hanya mengangkat alisnya merespon rivalnya itu.


Darah Detektif Carl langsung mendidih melihat tangan pria itu masih memegang Scarlet.


Phak! Ditampiknya tangan Detektif Darcy sekeras mungkin.


Ia lalu menarik tangan Briptu Scarlet, meraihnya ke sisinya.


“Darcy, jika sampai aku melihatmu lagi menyentuh wanita ku, awas saja kau!” ancamnya tegas dengan mata membulat lebar dan tulang rahang yang menonjol.


Pria itu tak merespon perkataan Detektif Carl, ia malah beralih menatap Scarlet.


“Briptu Scarlet, apakah kau mau hidup miskin bersama pria ini?” ucapnya, sembari menunjuk Detektif Carl plus tatapan menghina khas pria itu.


Wanita itu hanya diam saja seolah tutup telinga melihat pertengkaran dua pria yang bukan kali pertamanya terjadi.


“Kau jangan sombong dulu, Darcy. Klien mu banyak karena kau curang! Kau mengambil semua klien ku. Apa kau kira aku tidak tahu?!”

__ADS_1


Bahkan biji mata pria itu tampak melotot mendengar ucapan yang membuat telinganya panas.


Detektif Darcy hanya diam saja kan memang yang diucapkan rivalnya benar adanya, dia curang.


“Yang terpenting kenyataannya sekarang. Biro mu sepi, bukan? Persiapkan dirimu dan kau hanya tinggal menghitung hari saja sampai di rumah itu benar-benar tutup. Bangkrut!”


Menurut Briptu Scarlet tak ada gunanya meladeni perkataan Detektif Darcy, yang ada malahan nanti akan timbul sebuah masalah di sana.


“Carl, ayo kita pergi dari sini saja,” ajak Briptu Scarlet, lalu merangkul lengan Detektif Carl.


Mereka berjalan cepat keluar dari restoran.


“Cih! Mereka pasti masuk ke mobil biru butut itu,” Detektif Darcy lalu berjalan mengikuti mereka berdua dengan langkah pelan. Terdengar ketukan sepatu pada lantai, menghentak dengan penuh percaya diri.


Detektif Carl dan Briptu Scarlet sudah duduk di mobil putih baru milik Detektif Carl.


“Aku tidak melihat mobil butut biru pria baru itu,” gumamnya, dengan mata bergerak liar juga cepat menyapu ke tempat parkir.


“Minggir kau dari sana!” hardik Detektif Carl, lalu membuka kaca mobil sedikit sehingga terlihat wajahnya.


Detektif Carl lalu sengaja memajukan mobilnya dengan cepat untuk menabrak pria di hadapannya.


“Sialan!” umpat Detektif Darcy sampai mundur, untuk menghindari tubrukan.


Detektif Carl lalu tersenyum puas dan memundurkan mobilnya. Ia lalu mengendarai Roll Royce putihnya dengan cepat keluar ke jalanan.


“Bagaimana bisa dia punya mobil mewah itu?” pekik Detektif Darcy, masih tertegun menatap mobil mewah yang kini sudah hilang dari pandangannya.


“Mungkin itu mobil kredit. Mana bisa dia beli mobil mewah itu? Kliennya saja sedikit,” cibirnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

__ADS_1


Di jalanan Detektif Carl diam. Ia merasa masih geram pada Detektif Darcy.


Hari yang indah rusak gara-gara Detektif Darcy. Batin Briptu Scarlet, menatap wajah Detektif Carl yang masih ada rona api disana.


Api yang masih muda tersulut dan akan terbakar begitu mudahnya jika ada sedikit saja yang menyinggungnya. Ia tak mau itu.


“Carl, aku ada agenda forensik satu jam ke depan. Sebaiknya kau antar aku kembali ke kantor,” tukasnya bohong, terpaksa.


“Baik, aku akan mengantarmu.”


Kali ini dia itu tak menahan kekasihnya untuk kembali bekerja. Bukan karena jadwal yang barusan dibeberkan oleh Briptu Scarlet, tapi lebih karena mood-nya hilang setelah bertemu dengan Detektif Darcy tadi.


“Kenapa kau ikut turun?” tanya Briptu Scarlet, setelah mereka tiba di Kantor Kepolisian.


“Tidak, aku hanya ingin mampir saja.” Pria itu pun bahkan ikut masuk mengikuti Briptu Scarlet.


Tampak di ruangan itu beberapa agen polisi terlihat serius menatap foto di meja.


“Hei, Detektif Carl. Ini kebetulan sekali. Duduklah, kemari.” panggil seorang agen polisi.


Hubungan Detektif Carl dengan para agen Kepolisian tergolong baik. Terkadang mereka berdua bekerja sama untuk memecahkan suatu masalah diaaat pihak kepolisian mengalami kebuntuan.


“Coba lihat kasus pembunuhan berantai ini. Kami belum menemukan pelakunya sampai sekarang. Mungkin saja kau berkenan membantu kami.”


***


Maaf baru update malam, kak. Seharian ini apl tidak bisa di buka. Baru bisa di buka jam 7tadi.


Kak semua, bantuin penulis yuk. Tekan icon tonton iklan, agar penulis mendapatkan Rp. 6,- receh. Terimakasih😁

__ADS_1



__ADS_2