
Pria misterius keluar dari sebuah ruangan setelah mengaktifkan bom. Dia kembali ke tempat duduknya. Pria itu berjalan cepat dengan terburu-buru.
“Maaf, aku tidak sengaja.” Pria itu menubruk bahu Detektif Carl.
“Ya, tak apa.” Sekilas Detektif Carl menatap pria tadi dan membiarkannya pergi berlalu.
Seorang pramugari keluar dari sebuah ruangan berapa saat kemudian dengan langkah tergesa-gesa juga panik. Ia kemudian mengambil mikrofon yang ada di sana dan mengumumkan sesuatu.
“Perhatian pada para penumpang semua. Mohon untuk tidak khawatir. Barusaja kami menemukan bom dalam pesawat ini. Pesawat dibajak.”
Sontak saja pesawat langsung gaduh seketika.
“Bom? Pesawat dibajak? Apakah kita semua akan mati di sini?” ungkap seorang penumpang pesawat.
“Turunkan aku sekarang di sini. daripada mati dalam pesawat. Aku tidak mau mati.” Penumpang lain nampak histeris.
Bahkan semua penumpang yang ada dalam pesawat kini panik luar biasa yang membuat suasana semakin mencekam.
Detektif Carl yang mendengar itu segera berdiri dari tempat duduknya dan mendatangi pramugari tadi.
“Nona, aku bisa menjinakkan bom. Di mana bomnya, cepat tunjukkan padaku sebelum meledak!” Detektif Carl nampak serius.
“Aku akan mengantarmu Tuan. Ikuti aku.” Pramugari masuk ke sebuah ruangan lalu menunjuk bom yang aktif itu.
Detektif Carl tak banyak omong. Dia segera mengambil bom rakitan itu lalu melihat berapa lama lagi waktunya sampai bom itu akan meledak.
__ADS_1
“Astaga! Bom ini akan meledak dalam waktu sepuluh menit lagi.”
“Apakah Anda yakin bisa menjinakkan bom itu?”
“Aku tidak tahu. Jenis bom ini jenis bom yang susah dijinakkan. Selain itu aku tidak membawa peralatan. Apakah di sini ada peralatan yang bisa kugunakan? Aku akan mencobanya sebisaku.”
Detektif Carl lalu menyebutkan apa saja peralatan yang dibutuhkannya untuk menjinakkan pada pramugari.
“Baik, aku akan membawakan peralatan itu untukmu, Tuan.”
Pramugari tadi lantas memberitahukan pada grup pesawat lainnya untuk mencarikan alat tersebut. Ia juga berbagi tugas dengan rekannya untuk menangani penumpangnya masih dalam kondisi kepanikan tingkat tinggi.
Satu crew kembali ke ruangan tempat Detektif Carl berada. Crew lainnya kembali ke tengah-tengah penumpang.
“Demi keselamatan penumpang semuanya, kami akan membagikan parasut emergency pada Anda semua. Tolong kenakan parasut itu sekarang. Ini untuk berjaga-jaga. Di dalam sudah ada seseorang yang sedang berusaha menjinakkan bom.”
Detektif Carl dengan dibantu crew pesawat, seorang lelaki mencoba memutus kabel bom rakitan itu.
“Tolong, pemotong kecil,” ucap Detektif Carl membuka telapak tangannya.
Dia sudah berhasil memotong satu kabel dan kini kurang dua kabel lagi yang harus dia potong. Satu kabel merah berukuran kecil sekali dan dibutuhkan pemotong kecil untuk memutusnya.
“Maaf, Tuan. Kami tak punya pemotong kecil seperti yang Anda minta.”
Detektif Carl membuang napas pendek. Ia lalu mengasah otaknya kembali dengan cepat untuk mencari ide. Daripada menunggu terlalu lama, maka ia memilih untuk memotong kabel satunya yang bisa dia potong, daripada membuang waktu. Karena waktu terus berjalan dan dia harus berpacu dengannya.
__ADS_1
Dua kabel sudah terpotong dan tinggal memotong satu kabel kecil itu saja. Crew pesawat lainnya datang setelah mencarikan pemotong kecil.
“Tuan kami tidak menemukan alat pemotong kecil yang Tuan minta, yang ada gunting kecil.” pria itu lalu menyerahkan gunting kecil tersebut pada Detektif Carl.
Detektif Carl sendiri tak yakin apakah gunting kecil itu bisa menembus dan memotong kabel yang terbuat dari lapisan baja tipis ini.
“Tidak bisa. Gunting ini tidak bisa memotongnya.” Detektif Carl meletakkan gunting dan bom kembali, sembari mengusap keringatnya yang mulai meleleh dari pelipis.
“Lalu bagaimanaTuan?”
Waktu pada bom menunjukkan bahwa kurang lima menit lagi bom akan meledak.
“Aku tidak bisa menjinakkannya karena terbatasnya peralatan di sini.” crew itu pun langsung pucat pasi tak karuan.
Dia segera kembali ke tengah penumpang dan memberitahukan rencana pedaratan dadakan dengan parasut sebelum bom meledak.
Satu crew lainnya yang masih berada di ruangan bersama Detektif Carl, segera bersiap. Ia memakai parasut emergency.
“Tuan, pakai ini untuk melindungi diri Anda.” Crew tadi memberikan parasut pada Detektif Carl.
Detektif Carl menerima itu dan memakainya dengan cepat.
Semua awak pesawat dan penumpang sudah memakai parasut emergency mereka. Bahkan sekarang beberapa crew pesawat sudah ada di pintu dan membimbing penumpang untuk melompat dari pesawat setelah memberitahukan tata cara pemakaian parasut emergency.
“Tuan dan Nyonya jangan khawatir. Parasut akan menyelamatkan nyawa anda,” tutur pramugari.
__ADS_1
Detik berikutnya dua penumpang pesawat itu segera melompat keluar setelah pintu terbuka.