Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 28 Membekuk Louisa


__ADS_3

Louisa mendengar percakapan dari ruangan itu dan dia berjalan setengah berlari menuju ke sana.


“Kalian ?!!” ucapnya syok tak menyangka sekali tamu asing tadi sangat tidak sopan sekali masuk ke bagian rumah lainnya terlebih sampai masuk ke ruangan tempat Stewart berada.


“Halo nyonya Louisa.” dengan santainya detektif Carl menyapa wanita itu dengan tenang bahkan melempar senyuman itu padanya.


“Siapa kau ?” ucap Louisa menatap tajam pria asing tersebut dan ia merasa mengenali cara pria tersenyum yang mirip sekali dengan seseorang yang dia temui sebelumnya.


Belum hilang kesal wanita itu, kesalnya semakin bertambah saat melihat Stewart sudah bebas dari ikatan yang membelenggu tangan juga kakinya.


“Kau dasar pria tak tahu sopan santun, penyusup, pembobol keluar kau dari sini.” gertak wanita itu sembari mengambil stick golf yang ada di sudut ruangan.


Ia mengayunkan tongkat itu ke arah detektif Carl dan akan memukul kepalanya.


Dengan mudah pria itu menahan bahkan merebut stick golf dari tangan Louisa.


Bug


Detektif Carl melempar stik tadi tepat ke atas kepala dan mengenai dinding yang membuat stik itu langsung patah.


Terlihat Louisa gemetar karena hampir saja stik tadi mengenai kepalanya dan mungkin saja jika kena, kepalanya yang retak.


“Kau, beraninya kau berbuat onar di rumahku. Siapa kau sebenarnya ?” ucapnya dengan nada tinggi meskipun sebenarnya dia takut. “Berani kau menyentuhku lagi maka tamat riwayatmu.” tetap mengerti untuk membuat pria di hadapannya pergi.

__ADS_1


paf


Detektif Carl tak suka dengan tipe wanita berisik yang banyak omong seperti itu dan ia menembakkan sebutir kelereng tepat ke bibir Louisa yang membuatnya langsung terdiam bahkan wanita itu berusaha mengeluarkan kelereng itu dari tenggorokannya.


“Stewart ayo kita pergi dari sini.”


Tepat di saat detektif carl kembali melangkah, Louisa menarik Stewart ke arahnya lalu mengambil garpu yang ada di meja kemudian menikamkan ke arah leher Stewart.


“Hey kau lepaskan dia !” teriak detektif Carl saat berbalik karena mendengar rintihan Stewart.


“Lepaskan kata mu ? Kau kira kau ini siapa ? Mencampuri urusanku ku segala !” Louisa tersenyum mengira berhasil membuat pria itu ketakutan.


“Oke, terserah padamu mau apa-apa kan dia bukan urusan ku.” detektif Carl menuruti permintaan wanita itu dan segera keluar dari sana.


Tentu saja sesampainya di luar ruangan itu detektif Carl mengeluarkan ponselnya.


klik


Langsung saja pria itu menekan nomor 110 di ponselnya.


“Halo polisi district A ada pelaku penculik yang berlokasi di Ring Park B rumah Nyonya Louisa.” ucap detektif Carl setelah berada telepon tersambung sembari menatap ke arah Louisa.


“Sandiwara apa yang kau mainkan itu ? Kau pikir aku takut pada telepon palsumu itu ?” ucap Louisa tersenyum lebih lebar memandang rendah pria asing tersebut.

__ADS_1


Namun senyumnya yang berkembang tiba-tiba hilang melihat pria asing tadi berubah sosok menjadi pria yang dikenalnya.


“Detektif Carl ?!!” pekik Louisa luar biasa terkejut melihat pria itu melepas kumis tipis yang menempel kemudian memakai kacamata hitamnya dan tersenyum padanya.


Tac


Karena takut tangannya gemetar dan membuat garpu yang dipegangnya saat itu jatuh ke lantai seketika.


“Nyonya Louisa kau di tahan atas tuduhan penculikan anak dan penyekapan orang.” ucap dua petugas dari kepolisian yang datang ke sana lima menit setelahnya.


Satu polisi langsung menyeret Louisa.


“Aku tidak melakukan apapun Semua ini hanya karangan belaka pria itu.” ucapnya membela diri.


“Aku punya semua bukti-buktinya.” detektif Carl kemudian menyerahkan bukti rekaman video juga bukti rekaman suara lalu menyerahkannya pada petugas polisi yang berdiri di sampingnya.


“Good job Detektif Carl. Aku suka dengan gaya dan kinerja mu.” ucap sheriff itu setelah menerima bukti dan memeriksanya di tempat yang menunjukkan semua bukti kejahatan pelaku.


“Bagaimana pria brengsek itu bisa mendapatkan bukti tentang kejahatan ku ?” batin Louisa tak bisa menyanggah dan tak bisa berkata-kata saat bukti itu ditunjukkan padanya.


Ia pun hanya bisa meringis kesal menatap detektif Carl.


Namun meskipun polisi sudah membawa Louisa pergi dari sana terdengar suara keributan di ruang depan, tepatnya dari tempat Nyonya Gaby dan eks suaminya nya.

__ADS_1


__ADS_2