Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 180 Mutiara Di Rumah David


__ADS_3

Huft! Leo membuang napas kasar dengan pernyataan yang dilontarkan oleh David barusan.


Apa sebenarnya yang membuat Isabelle ketakutan setengah mati jika bertemu dengan Richard?


Tak ada yang menemukan jawaban itu sampai sekarang meskipun sudah sampai pada saksi ketiga. Semuanya masih menjadi misteri tanda tanya besar dalam puzzle yang baru sekeping didapatkan oleh Leo dan masih banyak keping harus didapatkannya untuk melengkapi puzzle tersebut.


Leo kembali mengajukan beberapa pertanyaan untuk investigasi. Semuanya baru berakhir 30 menit kemudian.


“Baiklah, kami permisi dulu. Terima kasih David atas bantuan dan kerjasamamu yang baik.” Tuan Tom berdiri dari tempat duduknya diikuti oleh Nyonya Kate.


Leo masih duduk di sana. Di saat ia akan berdiri terasa sesuatu mengganjal di bawah kakinya. Ia merasa ada benda kecil di bawah sepatunya yang membuatnya tidak nyaman saat menginjak lantai.


Ada apa di bawah sini? Leo kemudian menggeser kakinya sedikit ke kanan.


Benar saja di bawahnya itu ada sebuah benda kecil, bulat dan berkilauan yang dia injak.


“Apa ini?” Leo kemudian memungut benda tersebut. Sebuah mutiara berwarna putih berkilauan.


Ini mirip dengan mutiara dari kamar Isabelle.


Leo mencoba mengeluarkan mutiara di saku bajunya yang merupakan milik Isabelle.


Dua mutiara ini tampak sama. Bahkan besar dan ukuran juga warnanya pun sama persis. Bulat dengan ujung elips, mirip kacang jika dilihat sepintas.


Leo memasukkan kembali mutiara milik Isabelle ke saku baju.

__ADS_1


Tepat di saat David kembali masuk ke rumah setelah mengantarkan Tuan Tom dan juga Nyonya Kate, Leo berdiri kemudian menghampirinya.


“Tuan, apakah ini milikmu? Aku menemukannya terjatuh di dekat kursi sana.” Leo menunjukkan mutiara yang dia temukan tadi pada David, juga menunjukkan tempat dia menemukannya.


David terlihat terkejut, Leo menemukan benda itu. Benda yang sudah lama dicarinya.


“Akhirnya menemukannya juga.” David mengambil mutiara itu dari tangan Leo.


“Terima kasih, Tuan.”


“Maaf, jika boleh tahu Anda membeli mutiara itu di mana?” tanya Leo penasaran.


Biasanya mutiara bentuknya bermacam-macam. Ada yang bulat sempurna dan halus tanpa guratan sedikitpun. Ada juga yang tidak berbentuk bulat juga penuh guratan, biasanya itu mutiara yang masih berusia muda.


Seutas senyum terbit di ujung bibirnya tatkala memegang mutiara tersebut dan memutar-mutarnya.


“Aku sebenarnya tidak membeli mutiara ini tapi Isabelle yang memberikannya padaku. Kira-kira satu bulan yang lalu. Dia memberiku sepasang mutiara. rencananya ini akan aku jadikan anting untuk kekasihku tapi hilang satu. Jadi aku belum membawanya ke tukang pembuat anting,” papar David panjang lebar.


Leo kembali terkejut mendengarkan pengaturan tersebut. Itu artinya jumlah mutiara memiliki Sabah Sebenarnya bukan 5 butir tapi ada 7 butir.


Apakah di rumah Isabelle kira-kira masih ada mutiara lainnya? batin Leo kembali mebebak.


“Ada apa, Tuan? Apakah ada sesuatu?” tanya David penasaran setelah melihat raut muka Leo yang berubah menjadi serius, lebih serius daripada sebelumnya.


Leo diam sejenak. Haruskah dia menceritakannya pada David ataukah sebaiknya dia menyimpannya sendiri?

__ADS_1


“Aku juga membawa 5 butir mutiara seperti itu dari kamar Nona Isabelle. Berdasarkan buku diary yang ditulis, mutiara itu merupakan pemberian dari Richard.” Akhirnya dia pun menceritakannya juga.


Leo kemudian merogoh saku bajunya dan mengeluarkan 5 butir mutiara dan ia masukkan dalam sebuah kantong plastik kedap udara.


“Astaga!” pekik David. “Jadi, mutiara ini hadiah dari seorang pembunuh?” Karena kaget, maka David sampai gemetar tangannya dan membuat mutiara yang ada di telapak tangannya itu kembali jatuh ke lantai.


Sungguh ia tak menyangka sama sekali hal itu. Benda yang disukainya ternyata sekarang ini membuatnya jijik, setelah mengetahui asal-usulnya.


“Sepertinya aku tak jadi membuatkan perhiasan dengan mutiara itu dan memberikannya pada kekasihku jika begitu,” desau David.


Sebenarnya sayang juga jika tak memakai mutiara itu tapi jika kasus yang demikian lebih baik dia membuangnya saja.


Beberapa saat setelahnya Leo segera berpamitan dan keluar menyusul Tuan Tom juga Nyonya Kate.


Setelah mereka tiba di rumah Tuan Tom, Leo berpamitan.


“Tuan dan Nyonya. Terima kasih hari ini sudah mengantarku pada teman Nona Isabelle. Investigasi hari ini cukup sampai sekian. Aku akan melanjutkan sisanya di kantor.”


“Tolong cepat temukan pelakunya, Tuan,” pinta Nyonya Kate dan Leo hanya mengangguk saja meresponnya.


***


Leo kini sudah berada di kantor. Dia mulai mendengarkan rekaman dari tiga saksi tadi dan berubahnya menjadi sebuah catatan.


“Kepalaku rasanya pusing.” Leo memijat kepalanya yang terasa berdenyut setelah membaca laporan tersebut. Belum ada petunjuk lainnya.

__ADS_1


__ADS_2