
Kesedihan mendalam dihati Shen guang perlahan menghilang oleh Hao chen yang dengan tulusnya memintanya untuk berhenti bersedih.
Dibawah sinar matahari terbenam Shen guang hanya memeluk Hao chen yang seperti seorang anak yang tidak berdaya.
Kekuatan, determinasi, kekejaman dan kepintaran Hao chen runtuh total oleh perasaannya, melihat isak tangis dan kesedihan Shen guang membuat ingatan akan ibunya yang ada dikehidupan sebelumnya yang selalu menangis diam-diam.
Ditambah dengan kesedihan perpisahan dengan ibu kandungnya saat ini dan juga perginya ibu angkatnya untuk selamanya.
Bahkan didalam hati Hao chen, ibunya telah menjadi sosok paling penting dihatinya bahkan melampau ayahnya sendiri.
Melihat kesedihan dari Shen guang yang melihat anaknya mati dengan alasan tidak jelas dan dibunuh oleh ayahnya sendiri hanya demi menjadi pelayan S*X wanita gatal, bagimana mungkin Shen guang tidak marah dan sedih atas kejadian tersebut.
Lalu saat ini Hao chen masih terus memeluk Shen guang dengan erat dan terus menangis tak bersuara.
"Aku sudah berhenti menangis sekarang, kenapa kau masih sedih?" tanya Shen guang dengan terus membelai kepala Hao chen.
"I-Izin aku seperti ini dulu..." jawab Hao chen yang masih menangis.
Mendengarkan hal tersebut Shen guang hanya tersenyum dan terus mengelus kepalanya dengan lembut.
Dibawah naungan dan kasih sayang seorang ibu bagaimana mungkin seorang anak seperti Hao chen yang masih berumur 13 tahun tidak merasa nyaman.
Lalu Shen guang tiba-tiba bertanya "Hidupmu pasti sangat berat, sampai bisa menjadi seperti ini."
"Y-Ya...sangat berat." jawab Hao chen dengan isak tangis yang masih terdengar.
"Sebaiknya kau ceritakan padaku semuannya." ucap Shen guang dengan tulus.
"Aku hanya hidup seorang diri sejak umur 6 tahun...karena orang tuaku harus membuat aku aman dari kelompok kuat yang terus mengejar mereka, lalu selama satu tahun aku hanya mengembara sendirian dengan tujuan menjadi kuat dan melindungi mereka."
"Lalu ketika aku berumur 7 tahun, melalui sebuah kejadian ketidak sengajaan aku menemukan seorang guru dan aku berlatih dengannya selama 6 tahun. Walaupun dikeras dan jahil...dia tetap sayang padaku, sampai-sampai aku memangilnya 'Ibu' lalu ketika aku berumur 13 tahun, guruku harus pergi untuk selamanya dan berenkarnasi.
"Disaat itu dia mengatakan bahwa, aku telah berhasil mencabut kutukan yang ada didalam dirinya dengan memangilnya sebagai ibu dengan tulus, bahkan diakhir hidupnya dia meninggalkan semua kekuatannya dan menyegelnya agar aku bisa tumbuh kuat." Hao chen dengan perasaan seperti tersakiti menceritakan hal-hal yang sangat menyakitkan.
"Hidupmu memang sangat berat, namun kasih sayang dari kedua ibumu masih menyertamu dan doa-doa dari mereka terus memberkatimu. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa mereka berdua benar-benar sangat sayang padamu, jadi kau harus bersyukur dan jangan sampai salah jalan agar mereka yang menyayangimu tidak sedih...Oke!" ucap Shen guang dengan tulus dan lembut.
Mendengarkan hal itu entah mengapa membawa rasa nyaman dan menyejukan dihati Hao chen.
Kemudian cahaya emas dan perak segera muncul dari tubuh Hao chen, lalu cahaya tersebut membentuk dua sosok anak yang memilik mata dan warna rambut yang sama persis dengan Shen guang.
__ADS_1
"Bu...kami minta agar ibu tidak sedih lagi karena kematian kami."
"Kami bersyukur pada kakak Hao chen yang bisa membuat ibu berhenti sedih dan menjadi tenang."
"Walau pun kami telah tiada, kami bisa merasakan kesedihan ibu seperti yang dikatakan oleh kakak Hao chen tadi."
"Nah...sebelum itu kami akan memberikan hadiah perpisahan kecil untuk ibu!" ucap kedua anak tersebut.
Kemudian Hao chen segera melepaskan diri dari pelukan Shen guang, lalu lantunan musik lembut dan segera terdengar kedua anak Shen guang mulai menyayikan sebuah lagu.
"Angin berhembus
Dan menekan pundakku,
jalan yang harus ku ikuti
Bersandar dengan dirimu"
"Angin berhembus
Dan daun gugur melalui buku tahunanku,
"Kau memahami diri kami Lebih dari siapapun Tentu saja apa yang telah kau ajarkan Akan terus membimbing kami"
"Waktu kita selama ini
Telah terisi penuh dengan perasaan
Kami sudah tahu ini,
Dan masih tetap melihat langit tak bergerak"
"Waktunya perpisahan
Terima kasih, kami sangat menyayangimu Kami masih bisa merasakan dukunganmu dipunggung kami"
"Waktunya perpisahan
Dan kami akhirnya bisa pergi
__ADS_1
Sebagai rasa terima kasih, kami berikan padamu Lagu petualangan ini.."
Lagu yang terdengar tulus dan penuh makna yang medalam membuat Shen guang, segera meneteskan air mata.
"Bagaimana...bu, lagu ini bagus bukan?" tanya Kedua anak Shen guang dengan air mata yang mengalir.
"Ya...Ya...lagunya sangat bagus, ibu menyukainya!" jawab Shen guang dengan air mata mengalir deras.
"Hehehe...sebenarnya lagu ini kakak Hao chen yang menentukannya dan dia meminta kami untuk menyayikannya dengan tulus." ucap kedua anak itu.
Lalu secara perlahan kedua anak itu mendekati Shen guang dan memeluknya dengan erat, sambil menangis keras.
Hao chen melihat momen tersebut hanya bisa tersenyum bahagia dan ada sedikit iri dihatinya, lalu dengan penuh tekad dia berkata "Aku akan menjadi kuat dan melindungi mereka yang aku sayangi!"
Lalu tubuh Shen guang juga ikut bersinar dengan cahaya sembilan warna indah.
"Ini...haah...ternyata begitu alam semesta sepertinya mengizinkan aku untul pergi bersama anak-anakku rupanya." ucap Shen guang dengan senang.
"Apakah itu benar bu?" tanya kedua anak Shen guang dengan senang.
"Benar, kita semua bisa pergi bersama dan dapat menjalankan kisah kita dikehidupan berikutnya." jawab Shen guang dengan bahagia.
Kemudian cahaya sembilan warna semakin terang dan menyelimuti ketiga sosok tersebut, namun Shen guang segera mendekati Hao chen dan berkata dengan tulus.
"Kau lulus!" ucap Shen guang dengan tulus.
"Tunggu lulus? lulus dari apa?" tanya Hao chen dengan bingung.
"Aku tidak tau apa, tapi ada sebuah pesan yang memasuki kepalaku dan memintaku untuk mengatakan bahwa, kau telah lulus!" jawab Shen guang dengan tersenyum.
Hao chen hanya bisa diam tak bisa berbicara oleh perkataan Shen guang.
Lalu secara tiba-tiba Shen guang segera mencium dahinya dengan lembut dan seperti ada hal yang aneh memasuki tubuh Hao chen.
"Tidak perlu khawatir, itu adalah sedikit hadiah kecil dariku karena telah menolong hati yang tersesat ini." ucap Shen guang yang perlahan mulai terangkat dan menjadi sebsrkas cahaya yang juga diikuti oleh kedua anaknya.
"Namun ingat suatu hari akan ada yang dapat mengantikan posisi orangtuamu bahkan ibu sendiri, dari dalam hatimu." ucap Shen guang yang perlahan mulai menghilang.
"Lagi?" Hao chen menjadi bingung dengan maksud pernyataan dari Shen guang yang mirip dengan ibu kandung dan ibu angkatnya.
__ADS_1