
Saat kemenangan ada didepan mata, secara tiba-tiba Shen Han melepaskan sebuah cahaya putih yang membuat mereka tidak bisa melihat apapun.
Hao Chen dan Su Yao merasa mereka seakan ditarik kedunia lain oleh cahaya putih tersebut.
Lalu Hao Chen secara mendadak muncul disebuah tanah kering dan suhu panas yang luar biasa.
"Dimana ini? bukannya aku berada diarena bertarung untuk melaksanakan ujian, tapi kenapa aku berada ditempat antah berantah seperti ini?" tanya Hao Chen yang bingung melihat kondisi sekitar.
Kemudian dipenuhi rasa kebingungan Hao Chen segera berjalan melintasi jalan dengan tanah tandus, awalnya semua berjalan lancar tapi secara perlahan Hao Chen mulai lemas karena kepanasan.
"Apa yang terjadi! aku tidak dapat melepaskan kekuatan sama sekali?" tanya Hao Chen yang mulai lemas.
Tidak dapat menggunakan kekuatan atau mengeluarkan alat roh apapun, membuat Hao Chen menjadi semakin bingung dan mulai tak berdaya.
Pengelihatan Hao Chen mulai buram, pikiran menjadi acak-acakan dan suara-suara aneh mulai terdengar, hal tersebut membuat Hao Chen hampir gila.
"Kenapa aku malah mau berjalan? kenapa aku tidak duduk saja?" tanya Hao Chen secara terus-menerus.
Hao Chen pun mulai melihat banyak hal yang tidak wajar didepannya, walaupun dia hampir gila Hao Chen tau jika semua hal tersebut hanyalah sebuah fatamorgana.
Namun setelah waktu demi waktu apa yang dilihat oleh Hao Chen mulai berubah menjadi sesuatu yang tidak ingin dia kenang.
Sementara itu diarena tempat Hao Chen bertarung tadi, dimana Shen Han sedang terduduk dengan nafas terengah-engah.
"Aku telah selesai melaksanakan apa yang diperintahkan oleh para guru..." ucap Shen Han.
Lalu sejumlah orang yang memiliki kekuatan besar segera datang dan memasuki arena ujian, dimana ada sosok yang dikenal oleh Hao Chen dan Su Yao yaitu Xu Li yang merupakan guru dari Su Yao.
"Apakah ini tidak apa-apa memberikan ujian seperti ini?" tanya Shen Han dengan bingung.
"Jika ujiannya adalah bertarung maka mereka berdua dapat dengan mudah berhasil, tapi jika ilusi maka belum dapat dipastikan! Juga aku ingin agar Su Yao...." segera Xu Li mendekati Su Yao yang matanya sedang tertutup
__ADS_1
Dimana saat ini baik itu Hao Chen dan Su Yao sedang menghadapi ilusi, tapi wajah Xu Li segera menunjukkan ekspresi khawatir.
"Apakah kau yakin membuat muridmu itu melihat kembali kejadian waktu itu?" tanya salah satu pria yang merupakan kepala sekolah Akademi ini.
"Aku juga takut dia mengalami sesuatu yang tidak baik, tapi aku meyakini bahwa Su Yao dapat melewatinya." Jawab Xu Li dengan suara tegas, namun nyatanya dia merasa sangat khawatir.
"Hah...baiklah, aku akan mengawasi muridku dulu!" ucap kepala sekolah yang langsung menghilang.
"Kau bisa pergi juga Shen Han." Ucap Xu Li yang memberikan sebuah izin.
"Baiklah tetua Li" jawab Shen Han yang langsung pergi dari tempat ujian meninggalkan Xu Li.
Sementara itu ditempat yang harusnya menjadi tempat ujian menjadi sunyi, dimana hanya ada Xu Li yang mengawasi Hao Chen dan Su Yao yang masih berada dalam dunia ilusi.
Tapi secara mendadak ada cahaya Sembilan warna muncul dari tubuh Hao Chen yang masih tenggelam dalam ilusi.
"Cahaya Sembilan warna ini....apa yang terjadi padanya?" tanya Xu Li dengan panik.
"Sebaiknya kau jangan melakukan tindakan apapun!" ucap Kakek kebun.
"Anda...Lao Zu! apa yang anda lakukan disini?" tanya Xu Li yang kaget melihat kakek kebun.
"Aku hanya kaget merasakan kekuatan yang sangat kuat muncul ditubuh Hao Chen, namun aku bisa tenang setelah mengetahui jika kekuatan tersebut berasal dari ibunya." Jawab Lao Zu yang merupakan kakek kebun.
"Tapi apakah ini akan baik-baik saja?" tanya Xu Li yang sama paniknya.
"Ini akan baik-baik saja, karena seperti tujuanmu pada Su Yao sama dengan keinginan dari ibunya Hao Chen juga sama." Jawab Lao Zu.
"Jadi Hao Chen ini memiliki masa lalu yang sangat kelam juga?" tanya Xu Li dengan kaget.
"Benar! walaupun aku tidak tau apa masa lalunya, tapi aku dapat yakin jika ibunya ingin agar Hao Chen berhasil melawan masa lalunya!" Jawab Lao Zu yang menatap Hao Chen yang mulai berkeringat.
__ADS_1
Sementara itu didalam dunia ilusi yang dialami oleh Hao Chen, dia masih saja berlarian tak tentu arah.
"Menjauh! menjauh dariku!" ucap Hao Chen sambil berlari.
"Kau selalu membuat kedua orangtuamu menangis!"
"Kau adalah orang gagal!"
"Sampah yang tak layak hidup!"
"Berhentilah menjadi beban hidup kedua orangtuamu!"
"His...kenapa dia tidak sadar diri jika dia adalah beban hidup keluarganya!"
"Tidak tau mungkin dia adalah siksaan yang dikirim oleh yang mahakuasa untuk menghukum keluarganya!"
Ditengah suara-suara yang menghujat dirinya Hao Chen hanya terus-menerus berlari dengan mata berlinang air mata.
"Maafkan aku! Maafkan aku! Maafkan aku!" ucap Hao Chen yang berlarian sambil menangis keras.
Kenangan buruk terus-menerus muncul dihadapannya, baik itu berasal dari kehidupan sebelumnya ataupun kehidupan barunya.
Namun yang paling menyakitkan adalah kenangan dari kehidupan sebelumnya yang sebelumnya telah dilupakan oleh Hao Chen, tapi sekarang seakan diangkat lagi kepermukaan.
Masa ketika dia sering di-bully, dijahili dan dijauhi oleh orang-orang sekitar membuat marah Hao Chen, tapi tangisan kedua orangtuanya membuat dia sedih dan menyesal.
Emosi bercampur aduk dan tidak karuan, membuat Hao Chen tidak bisa melakukan apapun selain berlarian.
Sekuat apapun seseorang jika dia harus menghadapi masa lalu kelamnya, maka hal tersebut merupakan hal yang sangat sulit.
Bahkan Hao Chen sendiri, dimana dia sekarang bertindak seperti orang yang tidak memiliki pemikiran atau bisa disebut gila.
__ADS_1