
Walaupun Su Yao masih cemberut dan sedikit marah, dia segera mendekatinya dan kemudian memeluknya dengan erat, senyum cerah segera menghiasi wajahnya dan dia menikmati sensasi ini dengan sepenuh hati.
"Ada apa ini? kita hanya berpisah selama beberapa bulan saja, dan kau sudah merindukanku sampai seperti ini?" tanya Hao Chen sambil menggodanya.
"Aku tidak peduli dengan ejekan mu itu, aku hanya ingin memelukmu lebih lama dan ini merupakan bentuk kerinduanku!" Su Yao tidak marah dengan perkataannya, justru dia mempererat pelukannya.
Hao Chen hanya tersenyum dan segera membalas pelukan tersebut.
Setelah merasakan puas mereka berdua segera melonggarkan pelukan masing-masing, dan mereka segera melanjutkan perjalanan keluar dari jurang aneh tersebut.
"Apa saja yang kau lakukan saat sendirian?" Su Yao bertanya dengan penasaran.
"Um...cukup rumit, tapi aku banyak mendapatkan panen yang berlimpah." Hao Chen segera tersenyum pahit, sebab dia berfikir jika Su Yao tau tentang apa yang telah ia peroleh, Su Yao mungkin akan muntah darah.
"Lalu kau bagaimana? sepertinya aku melihat jika kekuatanmu telah meningkat pesat." Hao Chen giliran bertanya.
"Yah tentu saja aku mendapatkan banyak manfaat, tapi...." Su Yao segera memasang ekspresi aneh.
"Biar aku tebak, kau telah membuat masalah dengan salah satu sekte besar bukan?" Hao Chen segera menatap Su Yao dengan gelap.
"Ugh...saat itu aku membuat babak belur orang-orang sekte Api matahari untuk mengambil alih Air ilahi pemurnian roh, lalu membantai hampir setengah orang yang ingin merebut sebuah inti sari bintang merah, setelah itu...." Su Yao ingin melanjutkan perkataannya, tapi Hao Chen segera menyela.
"Sudah...sudah cukup, aku tau apa permasalahan mu. Tapi bukannya kau agak terlalu berlebihan saat bertindak? kau seharusnya bukan tipe orang barbar bukan?" Hao Chen segera bingung dan tidak pernah menyangka jika Su Yao yang indah dan anggun bisa juga agresif.
"Mungkin ini karena aku ingin menerobos keranah dewa sejati, jadi aku harus memperkuat diri sekuat mungkin, karena kau juga tau apa arti dari ranah dewa sejati bukan?" Su Yao menjawab pertanyaan Hao Chen dengan senyum pahit, bahkan ada sedikit perasaan menyesal dari suaranya.
"Bukannya bermaksud untuk mengejekmu, tapi dari segi kekuatan kau hanya bagus pada pondasi dan fisikmu, sementara kemampuan dalam mengendalikan dan pemahaman akan hukum surgawi serta seluruh kekuatanmu kurang." Ucap Hao Chen dengan serius.
__ADS_1
"Hah...sepetinya ini tidak akan mudah." Su Yao segera menghela nafas berat.
"Begini saja...karena kita masih memiliki banyak waktu, aku akan memberikan beberapa pencerahan untukmu, bagiamana?" Hao Chen memberi saran.
"Benarkah?! kalau kau mau aku akan senang menerimanya!" Su Yao meresponnya tanpa ragu.
Setelah mereka keluar dari jurang aneh tersebut, Hao Chen segera membawanya kesebuah tempat untuk beristirahat sejenak, dan segera membantu Su Yao untuk memperoleh pencerahan.
Tentu saja Hao Chen tidak memberikan detail yang terperinci, karena dia ingin agar Su Yao dapat menemukan jalannya sendiri melalui pencerahan dari Hao Chen.
Hao Chen mulai memberikan banyak pengetahuan tentang ranah dan tahap yang akan dicapai sebentar lagi. Hukum surgawi, susunan inti kristal roh, lima bentuk dewa sejati, dan banyak hal yang bisa Hao Chen beritahu.
Su Yao tidak seperti kebanyakan wanita yang selalu diberikan perhatian lebih, dia merupakan tipe wanita yang berusaha keras dan memperoleh segalanya dengan usahanya sendiri.
Jadi Hao Chen tidak terkejut ketika Su Yao langsung dapat menemukan banyak sekali misteri tentang dirinya, dan bahkan meningkatkan pemahamannya akan hukum surgawi serta persepsi akan alam semesta ketingkat yang luar biasa.
"Hanya butuh dua hari bagiku untuk memberikan pencerahan padanya, dan dia berhasil mencapai keharmonisan yang luar biasa tentang pengetahuan yang aku berikan, memang usaha keras akan selalu membuahkan hasil." Ucap Hao Chen sambil tersenyum melihat Su Yao yang segera masuk kedalam kondisi pendalaman.
-
-
Su Yao tengelam dalam meditasi selama dua Minggu penuh, dan Hao Chen melindunginya selama proses tersebut.
Tapi Hao Chen sedikit menemukan ada sebuah keanehan pada Su Yao, dimana dia merasa hukum nebula bara api menunjukkan perasaan pertemanan padanya, bukan hanya itu Hao Chen dapat merasakan jika keganasan dari kekuatan kaisar naga emas mulai stabil
Disaat Hao Chen memperhatikan kondisi Su Yao, suara Tianlong bergema dipikirkannya.
__ADS_1
"Hem...entah mengapa aku dapat merasakan ada aura yang familiar dari kekasihmu itu."
Hao Chen segera penasaran dan bertanya, "Apa maksudmu? apakah kau tau sesuatu tentang Su Yao?"
"Em...aku merasa jika darah kaisar naga emasnya itu sangat aneh, apakah kau tidak menyadari jika garis keturunannya itu terus meningkat sepanjang waktu?" jawab Tianlong dengan ekspresi penuh tanya.
Hao Chen segera terdiam sebentar dan segera merenungkan maksud perkataan Tianlong.
Memang tanpa disadari olehnya garis keturunan kaisar naga emas ditubuh Su Yao terus tumbuh dan semakin kuat, bahkan sulit bagi Hao Chen untuk tidak menyadarinya.
"Terlebih lagi aku merasakan jika dia benar-benar memiliki darah kaisar naga emas asli, dan itu aku dapat buktikan dari aura darahnya. Sebab aku hidup di era dimana kaisar naga emas berada di puncaknya." ucap Tianlong setelahnya.
Hao Chen segera menyipitkan matanya, dia benar-benar tidak habis pikir jika sosok kaisar naga emas yang legendaris mewariskan kekuatannya pada Su Yao.
"Sepertinya kita hanya perlu melihat perkembangannya dulu, karena aku yakin Kaisar naga emas dulu menghancurkan seluruh esensi darah dan sumber kekuatannya ketika ia mati, jika kekasihmu benar-benar mewarisi darah kaisar naga emas, maka jalannya akan sangat sulit." Tianlong berkata dengan serius.
Mendengar perkataan Tianlong, Hao Chen segera menelan ludah, sebab dia tau jika sebuah kekuatan yang besar pasti memiliki resiko yang sama besarnya.
Disaat yang sama Su Yao segera membuka matanya, sepintas ada cahaya emas terang dimatanya yang indah, dan juga terdapat tekanan yang sanggup membuat seseorang tunduk.
"Kau berhasil?" Hao Chen bertanya dengan lembut.
"Um! aku berhasil, terima kasih atas bantuannya." Su Yao membalas dengan senyum manis diwajahnya, tapi sepintas ada rasa dari ekspresinya.
"Kau stabilkan dulu kondisi tubuhmu, setelah kau dalam keadaan terbaikmu kita akan segera melanjutkannya. Sebab aku dapat merasakan jika ada sebuah suatu buah roh yang akan matang." Ucap Hao Chen yang segera memperhatikan kondisi sekitarnya.
"Buah roh?" walaupun dia sedang kelelahan, Su Yao dapat menyadari jika esensi api yang sangat kental dan murni berkumpul kesebuah titik.
__ADS_1
"Sekitar dua hari lagi, buah tersebut akan segera menunjukkan tanda-tanda matang, jadi kau pulihkan dirimu dulu." Hao Chen berkata dengan santai.
"Um! aku akan segera pulih secepatnya!" Ucap Su Yao segera.