
Orang-orang yang menyaksikan bagaimana Mu Bai kalah dengan cara yang memalukan hanya bisa menganga lebar, karena mereka tidak menyangka jika Hao Chen dapat dengan mudahnya mengalahkan Mu Bai.
Long Que hanya bisa membuka mulutnya dan berseru dengan keras, "Itu pasti sakit!!"
Bukan hanya itu para pria yang menyaksikan hal tersebut segera melindungi barang berharga mereka, karena takut Hao Chen akan menggunakan cara yang sama pada mereka.
"Walah?" Feng Hua dan Jiang Ning juga hanya bisa tercengang melihat hal tersebut.
Tapi beda halnya dengan Lou Hua yang menatap Hao Chen dengan ketidak percayaan, "Bagaimana dia memiliki kemampuan ruang yang luar biasa seperti itu?" batinnya.
"Kau...terkutuk." Ucap Mu Bai yang langsung pingsan dengan kondisi sekarat.
Sementara itu Hao Chen hanya terkekeh pelan melihat kondisi Mu Bai, bahkan dia terlihat seperti tidak melakukan apapun, setelah memberikan rasa sakit yang mengerikan.
"Nah...sekarang siapa yang menginginkan peta ini, kalau ada yang berani kalian bisa maju loh..." Ucap Hao Chen dengan senyum jahat.
Mereka hanya bisa merinding dan mengelengkan kepalanya mereka dengan keras, siapa juga yang ingin kehilangan masa barang berharga mereka.
"Baiklah sepertinya kalian tidak ada mau mengambilnya dariku, nah sekarang saatnya penghubung terbuka..." Hao Chen segera berbalik melihat muncul sebuah celah dimensi.
Kekuatan ilahi yang sangat besar segera keluar dari celah dimensi tersebut, bagi mereka yang belum mencapai ranah dewa hanya bisa mundur sejauh-jauhnya dari celah dimensi tersebut.
Tapi tidak untuk Hao Chen yang telah mencapai ranah dewa, bahkan ia masih bisa dengan santai menatap celah dimensi tersebut.
"Hem...sepertinya kekuatan ilahi yang keluar dari celah dimensi ini hanya bisa bertahan selama beberapa waktu, tapi kekuatan ilahi ini bisa dibilang sangat lemah dibandingkan Kekuatan ilahi yang aku miliki." Gumam Hao Chen sambil mengelus dagunya.
Lalu tanpa banyak basa-basi Hao Chen segera memasuki celah dimensi tersebut dengan mudah, tanpa memperdulikan orang lainnya yang masih harus menunggu hilangnya semburan kekuatan ilahi.
Disaat Hao Chen sedang melintasi celah dimensi tersebut ia merasakan tekanan yang lumayan tinggi, tapi ada aura yang sangat agung muncul.
__ADS_1
"Sepertinya ini membuktikan jika para dewa alam ilahi bisa dikatakan sangat kuat, tapi jika mereka tidak bersikap kurang ajar, seharusnya alam ilahi ini akan tetap berdiri." Gumam Hao Chen dengan santai.
Setelah beberapa saat berada di lorong celah dimensi, Hao Chen pada akhirnya keluar dan menginjakan kakinya ketanah.
"Hem?"
Dengan penuh penasaran Hao Chen mulai menyelidiki kondisi sekitar, tapi ekspresinya segera jelek melihat kondisi sekitar.
Hao Chen pun segera berseru keras, "Apa-apaan ini sebenarnya!!!"
Kondisi alam ilahi kuno tidak seperti yang dibayangkan oleh Hao Chen, dimana terdapat banyak pohon yang sangat besar dan diikuti oleh banyaknya puing-puing bangunan kuno, serta bekas pertarungan yang masih membekas.
"Kupikir ada sesuatu yang masih selamat atau apalah itu, tapi ini lebih mirip dengan medan perang dunia!" gerutu Hao Chen sambil menghentakkan kakinya.
Tapi setelah beberapa saat Hao Chen hanya bisa pasrah dan menerima apa yang telah dia lihat, sambil meregangkan otot-ototnya Hao Chen segera terbang.
"Nah sebaiknya kita mulai mencari saja mencari, kalau begitu supaya lebih mudah lagi.." Hao Chen segera melepaskan kesadaran ilahi miliknya.
"Sepertinya sistem hukum dialam ilahi ini sangat kuat, kesadaran ilahi saja tidak bisa mendapatkan akses mengamati alam ilahi ini." Ucap Hao Chen sambil mengerutkan keningnya.
Setelah lama berfikir ia mencoba untuk segera melakukan pencarian secara manual dengan menggunakan peta yang diperebutkan oleh orang-orang tadi, ketika ia membuka peta itu secara tiba-tiba ada perubahan aneh pada peta tersebut.
Dimana peta tersebut segera menunjukkan suatu tempat yang memiliki tanda silang, terlihat seperti peta ini menunjukkan sebuah lokasi yang paling berharga dan penting dialam ilahi.
Tapi Hao Chen segera mengerutkan keningnya menatap penuh curiga, lalu setelah beberapa saat senyum licik muncul diwajahnya.
"Baiklah ayo pergi ke tempat ini!" Hao Chen segera terbang menuju lokasi yang ditunjukkan oleh peta aneh itu.
Ditengah perjalanan Hao Chen segera menarik pendapatnya tentang alam Ilahi ini, karena selama perjalanan kadang kala ia menemukan artefak dewa alam ilahi, serta hewan dan mahluk dewa yang memiliki kekuatan ilahi ditubuh mereka.
__ADS_1
"Sepertinya tempat ini berbahaya, hewan dan mahluk yang ada disini jauh lebih kuat dari dunia luar, mungkin mereka memiliki energi ilahi ditubuh mereka, ditambah lagi karena energi ilahi ditubuh mereka ada keagungan muncul dari mereka." Ucap Hao Chen yang berhenti sejenak untuk melihat-lihat.
"Apakah kemampuan pelebur Kristal roh mampu meleburkan kristal roh yang berasal dari mereka? kalau begitu aku akan mencobanya dulu." Hao Chen segera menarik Martial Soul pedang miliknya.
Lalu api berwarna emas merah segera menyelimuti seluruh mata pedang, lalu bayangan gagak emas berkaki tiga muncul dibelakang Hao Chen.
"Swoss!"
Dengan gerakan sederhana Hao Chen melepaskan serangan kepada hewan yang berada dibawahnya.
Karena serang yang terlalu tiba-tiba mereka hanya bisa terbakar oleh api gagak emas, ditambah lagi suhu panas yang mengerikan membuat mereka mati dalam sekejap.
"Seharusnya begini saja cukup, semoga saja kristal roh yang mereka hasilkan memiliki efektivitas yang bagus." Hao Chen segera mengambil inti kristal roh yang melayang-layang di udara tersebut.
Sesuai dengan dugaan Hao Chen, inti kristal roh ini sedikit berbeda dengan ada diluar.
Setiap kristal roh memiliki kekuatan ilahi dan akal ilahi yang masih menetap didalam inti kristal roh, tapi yang paling jelas adalah aura agung yang luar biasa juga masih ada.
"Oke sekarang kita coba satu dulu..." Hao Chen segera mencari tempat yang aman untuk mencobanya.
Dirasa sudah aman, ia segera menutup matanya dan menuju ke lautan energi miliknya.
Dimana Hao Chen akan disambut oleh lautan energi yang tak berujung dan empat belas inti kristal roh miliknya, walaupun ini hanya sebagai kecil dari inti kekuatannya.
"Semoga saja inti naga dan inti ilahi yang menjadi pusat lautan energi tidak rusak." Ucap Hao Chen yang segera melirik kebawah lautan energinya.
Kemudian sebuah penggilingan besar segera muncul diatas lautan energi miliknya, dimana penggilingan raksasa itu memancarkan kekuatan kekacauan dan kehancuran murni.
"Semoga saja tehnik divine grinding mampu meleburkan inti kristal roh hewan dialam ilahi ini." Gumam Hao Chen yang dengan santai mengamati proses penggilingan.
__ADS_1
Lalu sekitar sepuluh inti kristal roh yang berasal dari hewan alam Ilahi dimasukkan ke dalam divine grinding tersebut, Kekuatan kekacauan dengan segera menghancurkan segala kotoran dan sisa akal ilahi yang masih menetap didalam inti kristal roh tersebut.