
Semua orang segera menatap kearah Hao Chen dan Su Yao yang sedang melayang di udara, mereka awalnya tidak tau apakah mereka berdua ada di pihak mereka atau tidak, tapi berkat penjelasan dari Hao Yu, mereka dapat tenang walaupun mereka sedikit takut melihat cara mereka berdua mengatasi musuh.
Setelah beberapa saat mereka berdua memutuskan turun, dengan kondisi Hong Ya yang sedang pingsan.
"Dia tidak apa-apa?" tanya Hao Yu yang lebih dahulu berbicara, dikarenakan banyak dari mereka yang merasa tidak layaknya untuk berbicara.
"Seharusnya begitu, aku melenyapkan energi iblis yang menggerogotinya. Tapi untuk sekarang aku tidak tau apakah kondisi mental, dan pikirannya akan baik baik saja." Hao Chen menjawabnya dengan santai.
"Oh...ngomong-ngomong, lama tidak bertemu adik kecilku. Sepertinya kau benar-benar berbeda dari waktu itu, aku bahkan kesulitan mengenali adikku ini." Ucap Hao Yu sambil tersenyum.
"Ya...begitulah, tapi aku cukup terkejut jika kakak mendapatkan jodoh sendiri tanpa bantuan ku." Hao Chen membalas sambil tersenyum licik.
"Kau ini! sikapmu itu benar-benar tidak pernah berubah, kau tau apa memangnya?" tanya Hao Yu dengan cemberut.
"Aku memang tidak tau spesifikasinya, tapi kak Yuhan menceritakan segalanya. Tidak aku sangka kakak jatuh hati pada Wei Gong, aku jadi penasaran seperti apa kisahnya sampai bisa jadian." Hao Chen berkata sambil menggoda Hao Yu.
"Hem? apakah itu benar-benar terjadi, padahal aku tidak pernah merasakan apapun ketika berbicara waktu itu." Suara Su Yao terdengar dengan lembut.
"Ah...siapa kau? kenapa aku sangat familiar denganmu ya?" Hao Yu segera bertanya-tanya dengan bingung, sebab penampilan Su Yao benar-benar sangat cantik. Bahkan dia sendiri mengakui penampilannya kalah dengan Su Yao.
"Eh? apakah kau tidak ingat denganku? aku Su Yao loh." Ucap Su Yao sambil tersenyum tipis.
"S-Su Yao?! kau benar-benar Su Yao kekasih adikku ini?" Hao Yu segera terkejut dengan ekspresi tak percaya.
"Ya...ini aku, memangnya apa yang salah denganku?" Su Yao segera memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung.
"Eh? kenapa responnya berbeda dari yang aku harapkan ya? apakah terjadi sesuatu pada mereka berdua." Batin Hao Yu dengan tatapan penasaran.
Melihat tatapan tersebut, Su Yao menyadari tindak Hao Yu tadi. Dia segera tersenyum licik, dan memeluk Hao Yu dari belakang.
"Ngomong-ngomong soal kedekatan, sudah sampai ketahap mana?" tanya Su Yao dengan bisikan ditelinga Hao Yu.
"A-apa maksudmu itu?" Hao Yu segera memerah ketika mereka ada yang tidak beres dengan cara Su Yao bertindak.
"Ayolah...kak Yu, harusnya kalian sudah naik ketahap membuat bayi bukan?" bisik Su Yao dengan suara menggoda.
__ADS_1
Segera wajah Hao Yu menjadi merah, bahkan lebih merah dari pada tomat ketika Su Yao mengangkat topik yang sensitif baginya, asap mengepul dari kepalanya, menunjukkan bahwa dia benar-benar malu.
"Kenapa kau membicarakan topik itu disaat seperti ini?!!" Hao Yu segera meronta-ronta untuk melepaskan diri dari Su Yao, tapi dia kalah kuat dalam hal kekuatan fisik, dan karena itu dia kesulitan melepaskan diri dari Su Yao.
Sementara itu Hao Chen dan Wei Gong hanya bisa bingung dengan apa yang dibicarakan oleh kedua gadis cantik tersebut.
"Sudah sangat lama ya senior Wei?" Hao Chen berkata dengan sopan.
"Hem...tidak aku sangka jika kau akan sekuat ini, bahkan aku sendiri sulit menebak seberapa kuat kau sebenarnya." Ucap Wei Gong sambil tersenyum pahit.
Disaat yang sama Su Yao mendatanginya sambil membantu Hao Yu berjalan, bisa dilihat jika pembicaraan mereka berdua benar-benar sangat intens.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya Wei Gong dengan panik.
"Hehehehe...kak Yu kau masih belum cukup pengalaman, jika ingin menggoda ku." Ucap Su Yao sambil menyerahkan Hao Yu dengan wajah memerah.
Wei Gong yang mendengar hal tersebut hanya bisa bingung, dia tidak menyangka Hao Yu yang selalu tenang dan dingin, akan berakhir seperti ini oleh Su Yao.
Tapi disaat yang sama, dua pasang gadis segera memeluk Su Yao seperti sedang menerkam mangsanya. Su Yao tidak melawan sama sekali, justru dia tersenyum melihat dua gadis yang dulu dia tolong kini menjadi dewasa.
"Itu benar! sudah lama sekali kami tidak bertemu denganmu!" tidak kalah senangnya, Qian Ziwei juga senang dengan kehadiran Su Yao.
"Hanya kalian berdua saja? dia mana Meng Zhu?" tanya Su Yao dengan bingung.
Seketika mereka berdua sadar, dan mereka segera memasang ekspresi bingung. Jelas terjadi sesuatu dengan Meng Zhu dilihat dari respon Qi Zijing dan Qian Ziwei.
"Itu...Meng Zhu sedang dalam kondisi tidak baik akhir-akhir ini." Ucap Qi Zijing dengan ekspresi tak berdaya.
"Itu benar...sebenarnya, hal ini berhubungan dengan Zhou Yuan. Kami tidak tau apa yang terjadi dengan mereka berdua, tapi seperti ada terjadi sesuatu diantara mereka berdua." Qian Ziwei segera menjelaskan apa yang dia tau.
Seketika Su Yao menyeriyit mendengar nama Zhou Yuan, dia jadi mengingat kata-kata Hong Ya sebelum pingsan.
"Pria sialan itu...." batin Su Yao dengan niat menakutkan.
Disisi lain Ling Feng dan Xie Yu yang sedang menunggu kondisi Zhou Yuan pulih hanya bisa pasrah, ketika mereka atmosfer yang sangat menegangkan disekitar.
__ADS_1
Tapi wajah mereka segera senang melihat sosok yang telah mendidik dan menjaga mereka berdiri didepan mereka, tidak ada tindakan berlebihan, mereka hanya memberikan tempat duduk ditengah-tengah mereka.
"Tidak buruk...tingkat kultivasi mencapai ranah Demi God puncak, pondasi yang stabil dan sudah mengembangkan Seni Suci. Sepertinya kalian mendengar saran ku dengan baik." Ucap Hao Chen sambil tersenyum tipis.
"Tapi pencapaian kami tidak sebanding dengan kak Chen saat ini." Ucap Ling Feng dengan ekspresi tanpa daya.
"Kalian tidak perlu membandingkan prestasi kalian denganku, kalian hanya perlu mengembangkan potensi diri sendiri, jadikan tujuan kalian sebagai dorong kalian untuk berkembang." Hao Chen segera duduk dan menatap kearah langit, dimana Aray tingkat Saint tersebut mulai menghilang secara perlahan.
"Hah...sepertinya kalian telah banyak berubah, jadi bagaimana hubungan antara kalian berdua kesatria kuda putih?" tanya Hao Chen dengan senyum mengejek.
"Kenapa kau masih mengejekku dengan julukan memalukan seperti itu?!" Ling Feng segera berkata dengan ekspresi marah.
"Kenapa malu-malu? bukannya hubungan kalian berdua sudah sangat baik? bahkan kalian adalah pasangan paling mesra diantara kita berenam." Ucap Xie Yu sambil menggoda Ling Feng.
"Hey! kau dan Qi Zijing juga sama, bahkan kalian hampir tidak pernah memperdulikan sekitar ketika sedang berduaan!" Ling Feng membalas.
Mereka berdua segera bertengkar dengan mengungkapkan rahasia mereka masing-masing, sementara itu Hao Chen hanya bisa pasrah dengan perkelahian antar dua orang tersebut.
"Kalian berdua cukup sudah!" Hao Chen segera menjewer telinga mereka berdua dengan keras.
"Aduh! aduh! aduh! sakit ampun kak Chen!" mereka berdua hanya bisa merengek minta maaf, dengan rasa sakit seperti terbakar ditelinga mereka berdua.
"Dasar monyet-monyet menjengkelkan!" ucap Hao Chen dengan kesal.
"Ngomong-ngomong kau tidak bisa mengatakan aku sebagai kesatria kuda putih lagi." Kata Ling Feng tiba-tiba.
"Kenapa?" Hao Chen segera bertanya.
"Hehehehe...kak Chen, julukan tersebut sekarang tidak cocok untuk Ling Feng. Justru sepantasnya Zhou Yuan yang menerimanya, bahkan kami terkadang memanggilnya sebagai raja harem." Ucap Xie Yu sambil tertawa.
"Ugh...aku tidak bisa berbicara banyak tentang Zhou Yuan, dia benar-benar pembuatan masalah!" Gumam Hao Chen dengan ekspresi tak berdaya.
Lalu mereka segera sadar jika saat ini petir ungu keemasan muncul disekitar Hao Chen, dan ketika mereka berpaling melihat wajah Hao Chen.
Senyum iblis yang menakutkan muncul diwajahnya, perasaan buruk segera menyelimuti Ling Feng dan Xie Yu.
__ADS_1
"Kita telah berbicara banyak saudaraku. Sekarang kita ketopik utama, aku akan mengintrogasi kalian terlebih dahulu." Ucap Hao Chen dengan senyum menakutkan