The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 210. Ada yang mencari masalah


__ADS_3

Ketika mendengar Lou Hua berteriak keras padanya, Hao Chen segera berhenti sejenak dan melirik kearah belakang.


Hao Chen hanya segera mendengus dingin, "Ada apa? apakah kau ingin mengatakannya secara langsung atau kau memilih aku pergi?" ujarnya dengan dingin.


"Aku tidak tau seberapa kuatnya kau, tapi kau tidak akan pernah bisa mengurusi banyak orang yang menginginkan harta berharga dari alam Ilahi kuno." Ucap Lou Hua yang segera bersikap anggun.


"Lalu? memangnya kenapa?" Tanya Hao Chen yang sudah tidak tertarik lagi.


Ekspresi Lou Hua menjadi pucat setelah melihat jika Hao Chen benar-benar tidak peduli dengan apa yang dia katakan, karena dia sendiri kesulitan menebak seberapa kuat tingkat kultivasinya.


"Halo?! jika kau tidak memiliki hal yang penting, aku akan segera pergi." Ucap Hao Chen dengan wajah datar.


"Ah! tunggu sebentar, begini bagaimana jika membuat sebuah kesempatan?" tanya Lou Hua dengan gugup.


"Kesempatan? tidak mau, lagi pula kesempatan apa yang ingin kau berikan padaku?" Hao Chen menjawabnya sambil melirik Lou Hua dengan teliti.


"Apa yang kau lihat! mesum!" Lou Hua segera melempar sebuah pedang kearah Hao Chen.


Tapi tidak segera menghindar Hao Chen dengan santainya terus berdiri, ketika pedang tersebut hampir menyentuh keningnya secara tiba-tiba pedang tersebut berhenti.


"Tidak mungkin! kekuatan waktu?" wajah Lou Hua segera memucat ketika melihat pedang miliknya terhenti.


"Sepertinya kau tidak pintar dalam bernegosiasi, baiklah dah." Hao Chen segera melambaikan tangannya dan pergi dari tenda Lou Hua.


Sementara itu Lou Hua masih terdiam menatap pedangnya yang masih terhenti diudara, tapi ketika Hao Chen pergi jauh efek dari menghentikan waktu berhenti, sehingga membuat Lou Hua kaget.


"Apa yang...tunggu dulu! dimana Hao Chen tadi?" Lou Hua segera melirik kesana-kemari mencari keberadaan Hao Chen, tapi sungguh disayangkan jika Hao Chen sudah lama pergi.


"Sial...!!!! aku akan menemukannya!" Lou Hua segera mengutuk Hao Chen dengan kesal.


"Haciuh!" disaat yang sama Hao Chen tiba-tiba bersin dengan hidup gatal.

__ADS_1


"Sebaiknya aku mencari keberadaan Chu Qing dan lainnya, karena hanya mereka yang merupakan orang-orang yang ku kenal." Batin Hao Chen yang segera melepaskan kesadaran Ilahinya.


Tapi disaat yang ketika Hao Chen melepaskan kesadaran Ilahinya, secara tiba-tiba ada seseorang yang menyenggol bahunya dengan keras, memang tidak berpengaruh sayangnya mereka sudah salah singgung.


"Hey! jika kau terus menutup matamu itu, kau akan ditabrak orang lain!" ucap pria yang tadi menyenggolnya.


Tapi Hao Chen tidak meresponnya dan masih melepaskan kesadaran Ilahinya, bahkan Hao Chen menganggap orang tadi adalah lalat.


"Brengs*k! berani-beraninya kau mengacuhkan aku!" pria itu segera melayangkan pukulannya.


Tapi secara tiba-tiba ada suara yang membuat dia menghentikan tindakannya.


"Sudah cukup Han Peng!" Suara tersebut berasal dari seorang laki-laki yang berusia sekitar 23 tahun.


"Tapi kak Sen, dia membuat masalah denganku." Ucap Han Peng yang sepertinya takut dengan laki-laki itu.


"Kau pikir aku tidak melihat tidakmu, kau dengan sengaja menyenggolnya." Kata orang yang dipanggil sebagai kak Sen.


Tapi Hao Chen masih belum merespon, karena hal ini ekspresi Fang Sen menjadi jelek dan Han Peng menjadi marah dan segera menyerang Hao Chen.


Namun ketika pukulannya hampir mengenai kepala Hao Chen, Han Peng segera terhenti diudara dan Hao Chen segera membuka matanya.


"Dari tadi aku terus merasakan adanya gangguan, ternyata ada cecungguk menyebalkan." Ucap Hao Chen dengan tatapan dingin.


"Apa yang kau lakukan padaku?!" tanya Han Peng yang terus meronta-ronta.


"Hoho...tidak sadar posisi rupanya, membunuhmu secara langsung tidak akan menarik, baiklah aku akan memotong usiamu saja." Ucap Hao Chen dengan santai.


Lalu cahaya putih transparan muncul dijari telunjuk Hao Chen, dia segera menunjuk kearah kening Han Peng dan melakukan gerakan memotong.


Sementara itu Han Peng merasa sebagian usianya telah banyak berkurang, walaupun dia tidak bertambah tua, tapi lama dia hidup sudah dipotong oleh Hao Chen dengan mudahnya.

__ADS_1


Han Peng hanya bisa terdiam dan segera melepaskan niat membunuh yang mengerikan, "Kau berani-beraninya memotong 25 tahun usia ku!"


"Hanya 25 tahun saja, hah...sepertinya aku masih perlu banyak berlatih lagi, kupikir aku memotong usiamu sampai lima puluh tahun." Ucap Hao Chen dengan nada kecewa.


"Kau brengs*k!!!" Han Peng segera mengeluarkan sebuah kapak yang memiliki warna merah darah, bukan hanya itu kapak itu mengeluarkan semacam jeritan dari orang mati.


"Sepertinya aku tidak ingin terlibat dalam masalah ini, pria rambut perak itu telah membuat Han Peng menarik kapak pengorbanan, tapi jika pria rambut perak itu sampai bisa memotong usianya, aku sebaiknya tidak ikut campur." Batin Fang Sen yang segera mundur sejauh-jauhnya.


Sementara itu orang-orang yang menyaksikan konflik diantara mereka juga ikut mundur sejauh-jauhnya, karena mereka benar-benar merasa tidak nyaman dengan aura yang keluar dari kapak pengorbanan Han Peng.


Han Peng segera menatap Hao Chen dengan penuh nafsu membunuh yang mengerikan dan kebencian yang sangat mendalam, tawa keras yang membawa teror segera menyebar.


"Hahahaha! kau pria rambut perak akan menjadi salah satu orang yang akan mati oleh kapak ini!" Ucap Han Peng sambil tertawa keras.


Tapi sayangnya Hao Chen segera berjongkok dan mengambil sebuah kerikil, jelas Hao Chen telah meremehkan Han Peng.


"Kau!! sebaiknya mati saja!" Han Peng segera maju dengan niat membunuh yang mengerikan.


Gelombang udara segera menyapu bersih segala yang ada disekitar, sementara itu Han Peng segera mengayunkan kapaknya dengan keras tepat dikepala Hao Chen.


Tapi Han Peng merasa jika dia sama sekali tidak membenah apapun, dia hanya merasa jika kapaknya telah menebas sesuatu yang sangat keras.


"Yah...kupikir akan menarik, ternyata kau sendiri juga tidak bisa menggunakan artefak mu dengan baik." Gumam Hao Chen yang menahan serang kapak Han Peng dengan satu jari.


"Bagaimana mungkin! kapak pengorbanan yang dapat membunuh hewan buas berusia 90.000 tahun bisa ditahan?!" ekspresi penuh tanya segera dipasang oleh Han Peng melihat Hao Chen dapat dengan mudah menahan serangannya.


Lalu Hao Chen segera menjentikkan jarinya dengan santai, tapi Han Peng malah terlempar jauh hanya dalam sekali jentikan.


Orang-orang yang melihat hal tersebut segera memucat melihat Hao Chen dapat dengan mudah melempar orang seperti Han Peng, ditambah lagi Hao Chen melakukannya hanya dengan satu kali jentikan.


Kemudian Hao Chen segera menghancurkan kapak pengorbanan milik Han Peng layaknya sedang mengulek bumbu, bahkan kapak tersebut segera menjadi butiran debu kecil ketika Hao Chen menghancurkannya.

__ADS_1


__ADS_2