The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 366. Tidak ingin mengucapkan perpisahan lagi


__ADS_3

Saat ini tepat didalam pagoda emas didalam dunia Makam Primordial, sekitar dua puluh orang lebih yang sedang duduk bersilang dengan cahaya emas murni memasuki tubuh mereka, perasaan yang damai dan tenang membuat meditasi mereka terasa sangat nyaman.


Terutama Zhou Yuan yang memiliki takdir yang luar biasa ditambah lagi dia memiliki darah Saint Race yang merupakan ras terkuat dia alam semesta ini, dan cahaya emas tersebut merupakan salah satu energi yang hanya dia miliki olah para Saint.


Energi tersebut adalah Energi Saint yang merupakan energi wajib dimiliki oleh seorang Saint, energi ini sudah jauh diatas energi lainnya dan bahkan masuk kedalam kategori energi terkuat diseluruh Jagat Raya, karena sangat sulit untuk memproduksi Energi Saint pada kultivator dewa ranah Saint bisanya akan menghindari pertarungan dengan orang berada diranah yang sama, jadi sangatlah langka bisa melihat pertarungan antara para Saint terkecuali mereka telah memiliki Energi Surgawi.


Selain itu Energi Saint juga dapat memberikan manfaat yang luar biasa terhadap kultivator ranah dewa dibawa Saint, bahkan dapat memulihkan kembali orang yang sudah mati dengan syarat jiwanya tidak hancur.


Namun saat ini, Zhou Yuan berserta orang-orang lainnya yang mendapatkan berkat dari Pagoda Emas tersebut.


Tidak hanya itu ada pemandangan menarik disekitar dua puluh orang tersebut, ada sekitar dua orang yang memiliki paras dunia lain serta memancarkan aura suci yang sangat kuat disekitarnya, jika menilai dari ciri-cirinya mereka berdua tidak lain adalah mahluk ras Saint Race.


"Hey...menurutmu apakah situasinya sangat aneh? entah mengapa aku merasa firasat buruk baru-baru ini." Tanya salah satu dari mereka.


Orang yang ada disampingnya hanya bisa menghela nafas panjang dan segera menjawabnya, "Tidak hanya kau, bahkan seluruh dunia Saint kita juga mengalami perasaan yang sama beberapa hari lalu, dan juga Hukum Alam Semesta sendiri sudah memperingatkan Kaisar Saint akan adanya bencana yang menakutkan."


"Benarkah?! lalu apa tujuan kita berada disini untuk menjaga mereka? selain itu berbeda dengan kita yang merupakan ras kelas Atas, mereka hanyalah ras kelas tiga, apa tidak berlebihan sampai-sampai memberikan Energi Saint pada mereka?" tanyanya dengan raut wajahnya tidak senang.


"Sigh...kau ini tidak tau apa-apa, walaupun mereka hanya sosok ras kelas tiga takdir yang mereka miliki sangat luar biasa, terutama pria yang bernama Zhou Yuan itu dia memiliki takdir seorang penguasa!"


"Apa?! benar-benar mengerikan, tapi kenapa darah Saint ditubuhnya terasa sedang ditekan? walaupun aku tidak berada diranah Dewa Surgawi, aku merasa harus tunduk saat memeriksa kondisi anak itu dan hal ini hanya bisa terjadi saat aku menatap Kaisar Suci!"


Dia segera mengelengkan kepalanya dan segera berkata, "Takdir seorang penguasa itu sangat rumit dan sulit untuk diprediksi, seperti sungai yang terus mengalir deras mereka yang memiliki takdir seorang penguasa akan memiliki potensi tanpa batas!"


"Hah...benar-benar membuat iri saja, tapi aku cukup senang karena dia berasal dari ras Saint Race kita, dan juga saat aku memilih orang-orang yang memiliki takdir untuk masuk kedalam Pagoda Emas Suci, aku merasakan niat membunuh yang sangat menakutkan yang diarahkan padaku dan Pagoda ini, saat mencoba untuk mencarinya secara tiba-tiba dia menghilang dari dunia Makam Primordial."


"Tidak hanya kau seluruh penjaga Pagoda ini juga dapat merasakan niat membunuh tersebut, karena itulah sepuluh orang penting yang menjaga Pagoda ini memilih untuk meminta bantuan kepada Jendral Suci untuk mengirimkan beberapa pasukan kesini."


Saat itu juga dilorong ruang dan waktu ada sekitar satu juta lebih pasukan Suci yang sedang menuju ketempat Makam Primordial muncul diplanet tanah surgawi, masing-masing dari memilik kultivasi sekitar ranah Dewa Bumi dan yang terkuat adalah Dewa Surgawi yang berjumlah ratusan.


***

__ADS_1


Ditempat yang berbeda tepat diruang yang hampir sama dengan Hao Chen, Su Yao yang baru saja menyelesaikan terobosannya menjadi Dewa Sejati sedang berusaha menstabilkan kondisinya.


Entah ada dilevel berapa lima bentuk Dewa Sejatinya, tapi menilai dari aura yang berbeda dari tubuhnya kekuatan Su Yao sudah lebih dari cukup untuk bersaing dengan mudah melawan seorang Dewa Surgawi.


Namun entah mengapa kondisi sangat buruk, dia nampak sangat kelelahan dan kulitnya nampak ada muncul retak yang cukup banyak, selain energi kekacauan primordial ditubuhnya juga bocor kemana-mana.


Selain itu ada sosok yang sama cantik dengan Su Yao, rambut biru dengan helai warna-warni, mata biru yang sangat cerah sebening kristal, tubuhnya yang sangat indah dan juga membawa perasaan lembut.


Hao Chen akan sangat bahagia saat melihatnya, karena dia tidak lain ada Qian Zhu ibu angkatnya yang sangat disayanginya seperti ibu kandungnya sendiri.


Saat Qian Zhu menatap Su Yao dengan rumit, mata Su Yao secara perlahan mulai terbuka dan memperlihatkan mata yang indah seperti permata yang berharga, terlebih lagi kondisinya yang awalnya sangat buruk mulai pulih secara perlahan.


"Kau benar-benar menjadi tambah cantik saat menyelesaikan terobosanmu, bahkan aku sendiri sangat iri dengan kecantikan sepertimu." Puji Qian Zhu dengan tulus, bahkan dia sendiri harus mengakui kecantikan Su Yao sudah berada diatasnya.


"T-Tidak perlu memujiku seperti itu bibi..." Su Yao segera memerah.


"Yah...kau benar-benar sangat luar biasa sampai bisa mengatasi segel kedua ditubuhmu dengan baik, tapi aku dapat melihat dengan jelas jika segel ketiga sekaligus terakhir ditubuhmu sangat longgar, dan itu pasti akan terbuka kapan saja."


"Aku pasti akan baik-baik saja, lagi pula aku tidak ingin menjadi lemah dan ingin menjadi sosok yang layak disampingnya, lagi pula saat aku memahami tentang kebenaran dunia Hao Chen mungkin akan dimusuhi oleh banyak orang, maka dari itu aku perlu lebih banyak kekuatan." Su Yao tersenyum dengan penuh keyakinan.


"Kau benar-benar sangat layak untuk mewarisi kekuatanku, awalnya aku ingin memberikannya pada Hao Chen dan membuatnya tubuh semakin kuat, tapi dia sudah memilih jalannya sendiri yang bahkan membuat kekuatannya diluar nalar. Namun, aku sangat bersyukur karena putraku memiliki wanita sepertimu disampingnya, jadi aku bisa tenang sekarang." Wujud tubuh Qian Zhu secara perlahan mulai menghilang.


"B-Bibi kau akan pergi?" tanya Su Yao dengan sedih.


"Aku sudah terlalu lama hidup sebagai jiwa yang tak memiliki tujuannya, tapi sekarang aku sangat-sangat puas dengan akhir seperti ini dan itu memberikan perasaan hangat yang tidak pernah aku rasakan, saat ini aku ingin bertemu dengan Hao Chen lagi dan memeluknya seperti seorang ibu, tapi aku sudah mengucapkan selamat tinggal padanya saat masih kecil dulu, jadi aku tidak ingin membuat suasana hatinya menjadi buruk lagi, namun aku benar-benar sangat bahagia dan puas." Ucap Qian Zhu dengan senyum bahagia dan lembut tanpa pamrih.


"Mungukin ini akan sangat aneh untuk mengatakannya sekarang, tapi selamat tinggal Ibu..." Su Yao segera memeluknya dengan erat dengan air mata menetes dari matanya.


"Ya...selamat tinggal, dan sampai jumpa dikehidupan berikutnya..." Setelah itu sosok Qian Zhu benar-benar hilang dari dunia ini untuk selamanya.


"Aku tidak boleh terpuruk seperti ini, ibu mertua memintaku agar masuk ruang harta Makam Primordial ini duluan untuk melepaskan segel terakhir, jadi ayo semangat! jangan kecewa perasaannya!" tidak tengelam dalam kesedihan Su Yao justru menjadi bersemangat untuk melangkah maju.

__ADS_1


-


-


Disebuah tempat yang bisa dikatakan sebagai surga, dua wanita yang merupakan sebuah kecantikan ekstrim sedang berbicara dengan santai, mereka berdua tidak lain adalah Qian Zhu dan Yaksha.


"Kau benar-benar memilih pewaris yang menakjubkan guru." Ucap Yaksha dengan cemberut.


"Kenapa? kau marah karena dia juga memiliki warisan Dewi Pembantaian milikmu?" tanya Qian Zhu dengan senyum mengejek.


"Huh! warisan yang aku berikan pada Su Yao tidak sebanding dengan apa yang kau berikan, lagi pula kenapa kau meminta hal yang tidak berguna seperti itu sebagai mantan World Master?" Yaksha bertanya cemberut.


"Tentu saja, lagi pula sebagai seorang mantan World Master aku bisa meminta apapun dijagat raya ini, tapi tidak ada satupun permintaan yang aku pikirkan bisa membuatku bahagia, dan minta hal tersebut akan membuatku lebih bahagia." Jawab Qian Zhu dengan bangga.


"Huh! kau menyebalkan! kau menyebalkan! kenapa kau membuka Su Yao menjadi pewaris World Master sih! bukannya kau sudah tau kalau dia mewarisi kekuatanku!" Yaksha menggerutu kesal.


"Ehe...aku tidak peduli, aku sekarang adalah wanita egois dan tidak peduli dengan nasib orang lain yang penting aku bahagia, daaa..." Qian Zhu segera menghilang.


"Agrhhhh! kau menyebalkan sekali guru!" Yaksha mengutuki Qian Zhu.


"Hump! permintaannya sangat aneh, kenapa guru memilih untuk dilahirkan kembali dan menjadi sosok yang baru? bukankah dia bisa memintanya untuk menjadi penguasa dunia ataupun hidup bahagia, tapi jika menilai kehidupan guru sebelumnya...aku sedikit paham kenapa dia memintanya."


"Lagi pula guru juga meminta agar dilahirkan sebagai anak Hao Chen dan Su Yao, walaupun mereka mungkin perlu waktu sampai berfikir untuk memiliki anak, aku yakin siapapun pasti akan bahagia jika memiliki orangtua seperti mereka berdua, sial! aku jadi pengen!" Ucap Yaksha dengan cemberut.


"Hao Chen putraku, aku menyembunyikan keinginan terdalamku darimu selama ini, namun aku sudah sangat menderita karena kehidupan yang aku jalani sebelumnya, jadi aku berfikir kenapa aku tidak terlahir kembali dan menjadi sosok yang baru sebagai anakmu?"


"Mungkin butuh waktu yang cukup lama bagi kalian berdua berfikir untuk memilik anak, tapi aku akan menunggunya tidak peduli seberapa lamanya itu."


Qian Zhu menatap langit malam yang dipenuhi oleh bintang-bintang kecil yang bersinar, wajahnya yang sangat cantik menunjukan senyum yang sangat indah, kebahagiaan yang tak terlukiskan muncul dimatanya yang indah.


"Walaupun aku tidak akan mengingat apapun tentang kehidupanku yang sekarang saat aku terlahir kembali, tapi aku yakin perasaan yang ada dihatiku pasti tidak akan pernah hilang, membayangkan betapa bahagianya aku saat itu tiba...ah, benar-benar membuatku semakin tidak sabar..." Ucapnya dengan senyum bahagia.

__ADS_1


"Haciuh!" secara tiba-tiba Hao Chen dan Su Yao yang berada ditempat yang berbeda segera bersin dengan hidung yang masih terasa gatal.


__ADS_2