The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 246. Hukum alam semesta


__ADS_3

Kemudian pagi segera menjelang Hao Chen berusaha membuka matanya, dia merasa sedikit pusing ketika berusaha untuk bangun.


"Ugh...pada akhirnya aku tidak bisa bangun sama sekali, apa yang terjadi kemarin ya?"


Hao Chen pun tidak berusaha untuk bangun dan memilih untuk tetap tidur, entah apa alasannya dia merasa sangat nyaman yang membuat dia sangat nyaman.


"Tianlong, apa yang terjadi kemarin?" tanya Hao Chen dengan bingung.


"Aku juga tidak tau apa yang terjadi, saat itu kesadaran ku tiba-tiba tertidur dan aku sempat merasakan tekanan yang cukup kuat." Jawab Tianlong yang sepertinya tidak mengetahui apapun.


Hao Chen segera terdiam dan mencoba mengecek kondisi tubuhnya, dari lautan energi sampai inti Naganya pun tidak luput.


Bukannya mendapat sesuatu yang buruk. Hao Chen mendapati banyak sekali perubahan yang besar, bahkan dia telah menemukan Kekuatan hukum yang luar biasa.


"Ini kekuatan hukum? tapi hukum apa ini?"


Walaupun dia senang, Hao Chen masih bingung dengan tipe Kekuatan hukum yang didapatkannya.


"Kekuatan hukum?"


Lalu Tianlong segera muncul disamping Hao Chen yang saat ini bingung dengan kekuatan hukum yang menyelimuti inti naga dan Kekuatannya.


"Aneh sekali, walaupun kau memiliki kekuatan setingkat dewa, tapi kau masih belum resmi. mencapai tingkat dewa yang asli. Lagi pula hukum ini aku sendiri tidak bisa memahaminya." Ucap Tianlong sambil mengelus dagunya.


Mendengar hal tersebut Hao Chen segera terkejut, karena orang seperti Tianlong saja d


tidak dapat memahaminya.


"Kalau begitu apakah ini akan merugikan ku? bukannya ini akan terlihat aneh, ketika memiliki kekuatan hukum yang masih tidak diketahui." Ucap Hao Chen dengan bingung.


Tianlong segera mengelengkan kepalanya, "Tidak justru ini akan menguntungkan, karena kau memiliki pondasi awal untuk pemahaman hukum, bahkan kau bisa menguasai lebih dari satu jenis hukum alam semesta." Ucapnya.


"Apa?!"


Kekuatan hukum merupakan sebuah berkat yang dimiliki oleh seseorang yang telah mencapai ranah dewa. Kekuatan hukum sendiri lebih condong ke hal-hal yang umum, seperti Api, Angin, Petir dan segala yang berhubungan dengan seluruh alam semesta.

__ADS_1


Tapi berdasarkan legenda ada beberapa mahluk yang mendapat jenis hukum langka, seperti hukum dunia bawah, renkarnasi, dimensi, dan kehampaan.


Bahkan masih banyak hukum Alam semesta yang masih bisa dikendalikan oleh mahluk hidup, dimana hal tersebut masih menjadi misteri.


"Itu benar, jika kau mendapatkan sebuah kekuatan hukum yang masih misterius, kau bisa mendapatkan lebih dari satu kekuatan hukum alam semesta, dan bagusnya lagi kau akan mendapatkan sebuah hukum yang baru dan tidak dimiliki oleh siapapun." Ucap Tianlong sambil menganggukkan kepalanya.


Mendengar hal tersebut Hao Chen menjadi bersemangat, karena menguasai kekuatan hukum alam semesta merupakan sesuatu yang akan menentukan, apakah seseorang akan mencapai ranah raja dewa atau tidak.


"Bagus sekali! aku hanya perlu memahami beberapa jenis hukum alam semesta, karena aku masih jauh dari kata tingkat seratus dewa awal." Gumam Hao Chen dengan penuh semangat.


Setelah memahami kondisi dirinya Hao Chen segera membuka matanya dan ingin bangun, namun entah mengapa dia merasa ada seseorang yang menindihnya.


Ketika dia membuka selimut, Hao Chen segera kaget melihat sosok wanita cantik yang berbaring disampingnya dan jaraknya benar-benar sangat dekat.


"Apa yang?!"


Hao Chen segera bangun dengan wajah memerah dan jantung berdebar kencang, sosok yang sangat cantik tertidur pulas disampingnya.


"Apa yang Su Yao lakukan disini?" tanya Hao Chen dengan wajah memerah.


"A-aku harus memperbaikinya!"


Hao Chen segera mengulurkan tangannya untuk memperbaiki kondisi pakaian Su Yao, tapi mata indah Su Yao terbuka.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanyanya dengan wajah memerah.


"Tidak! dengarkan aku dulu, aku hanya memperbaiki..." Hao Chen hanya bisa kaku dan terbata-bata saat Su Yao bangun.


Tapi ada tatapan tajam dari mata merah mudanya, cahaya emas segera mengelilingi tubuhnya dan...


"BAM!"


Tendangan yang sangat kuat segera menghantam Hao Chen dengan keras, sehingga dia terpental dan menabrak dinding.


"Aduduh! sakit sekali, Hey! kenapa kau sampai bertindak berlebihan?" tanya Hao Chen yang kesakitan.

__ADS_1


Namun Su Yao segera menatapnya dengan tajam seperti ingin membunuhnya, tapi secara tiba-tiba dia hanya menghela nafas panjang.


"Kenapa katamu? justru akulah yang ingin bertanya, apa yang sebenarnya terjadi pada kemarin?" tanah Su Yao dengan nada yang aneh.


"Kemarin?"


Hao Chen segera berfikir keras mengingat apa yang terjadi padanya. Hal yang dia ingat hanyalah Martial Soulnya tiba-tiba bersinar dan diikuti oleh munculnya cahaya dua belas warna, lalu dia tidak mengingat apapun.


"Aku sendiri juga tidak terlalu mengerti apa yang terjadi, tapi saat itu aku samar-samar merasakan hawa keberadan yang sangat akrab." Ucap Hao Chen, sambil merasakan sebuah kerinduan dihatinya.


Sementara itu Su Yao hanya bisa memasang ekspresi tak berdaya, dia sendiri merasa kebingungan dan sulit menyerap informasi yang diterimanya.


"Aku tidak boleh memberi tahunya, tapi apakah yang dikatakan oleh bibi tadi benar?" batin Su Yao dengan wajah memerah.


Kemudian Su Yao segera beranjak dari kasur dan merapikan pakaian tidurnya, lalu mendatangi Hao Chen yang merasakan sakit diperutnya.


"Hump! kau pantas untuk mendapatkannya!" gerutu Su Yao yang segera pergi kekamar mandi.


"Tunggu Su Yao! kenapa kau mandi dikamar ku?" tanya Hao Chen dengan bingung.


"Huh! karena kelakuanmu, aku harus membatalkan pembayaran kamarku dan terpaksa harus menjagamu, karena kita tidak akan lama lagi aku harus menginap dikamar yang sama denganmu!" jawab Su Yao yang segera masuk kekamar mandi.


Sementara itu Hao Chen hanya bisa menatap kekosongan, sebab ada banyak sekali pertanyaan yang ingin dilontarkan olehnya.


"Apakah dia benar-benar tidak marah, soal aku tidur bersamanya?" batin Hao Chen dengan bingung.


Sementara itu Su Yao segera memegang wajahnya yang saat ini memerah, dimana asapnya juga segera mengepul diatas kepalanya.


"Kenapa aku bisa tidur bersamanya? terlebih lagi rasanya sangat hangat dan nyaman, tidak-tidak! pasti ada sesuatu." Ucap Su Yao yang terlihat malu-malu.


Kemudian dia segera menyadari jika dirinya sendiri yang mengambil inisiatif untuk tidur disampingnya, awalnya memang hanya coba-coba.


Tapi karena rasa hangat yang dirasakan, Su Yao malah ikut tertidur pulas didekapnya Hao Chen, bisa dikatakan hal ini disebabkan oleh dirinya sendiri.


"Memalukan!" gerutu Su Yao yang semakin memerah

__ADS_1


__ADS_2