
Disebuah danau sebening kristal, namun tidak seperti danau biasa. Terdapat energi Spirit yang sangat besar disana, bahkan kekuatan ilahi juga sangat berlimpah.
Lalu didanau tersebut terdapat sebuah perahu yang dimana ada sesosok pria yang sedang duduk disana.
Dia memiliki tubuh kekar, namun ramping. Wajahnya sangat tampan dan dingin, ia memiliki rambut putih keperakan pendek yang lebat, mata biru seperti sebuah permata lautan yang indah.
Laki-laki itu nampak berusia sekitar delapan belas atau sembilan tahun, tapi dia telah memiliki aura kedewasaan yang sangat kuat.
"Hey! nak, mau berapa lama kau akan memenangkan dirimu?"
Disaat yang sama seorang pria setengah baya dengan tubuh kekar, mata merah, dan rambut abu-abu panjang berkibar muncul tiba-tiba. Dimana sosok itu tidak lain adalah dewa Ashura.
Mendengar pertanyaannya, laki-laki tersebut hanya tersenyum tipis dan menjawabnya, "Tidak perlu terburu-buru, lagi pula akumulasi yang aku kumpulkan sudah sangat besar. Ditambah lagi pondasiku sudah sangat kuat, sekarang yang aku perlukan hanya menstabilkan pikiran, dan juga aku perlu siap secara mental dan fisik."
"Yah...bukan Hao Chen namanya jika tidak seperti ini. Ingatlah jika kau telah menyelesaikan semua ujian tersebut, dan juga aku telah memberikan warisanku." Ucap dewa Ashura sambil menggelengkan kepalanya.
Benar! laki-laki itu tidak lain adalah Hao Chen yang berbeda didalam dunia buatan dewa Ashura. Dia telah lama berlatih didunia ini selama empat puluh tahun lamanya, walaupun sebenarnya waktu dunia nyata hanya berlangsung selama dua tahun.
Perubahan besar terjadi padanya selama dia berlatih dibawah bimbingan dewa Ashura, bahkan dia sudah menyelesaikan semua ujian yang diberikan oleh warisan tersebut, dan lagi dia telah berhasil menyatukan diri dengan kekuatan dewa Ashura.
Saat ini Hao Chen berada diranah dewa awal peringkat 109, dan dia akan segera masuk keranah dewa kelas tiga atau bisa disebut sebagai dewa sejati.
Dia telah memiliki sepuluh inti kristal roh lengkap untuk kedua Martial Soulnya, kekuatannya sekarang sangatlah kuat. Jika Hao Chen kembali kedunia nyata, ia akan menjadi orang terkuat diplanet tanah surga, sebab dengan kekuatannya saat ini, mengalahkan seorang God Expert sudah sangat mudah untuknya.
__ADS_1
Tapi semua itu tidak didapatkan olehnya dengan mudah, dia harus merasakan penderitaan yang luar biasa, dan rasa kesepian yang mendalam.
Tapi dengan determinasi yang tinggi, Hao Chen dapat menahan semua itu. Bahkan dia sendiri menekan dalam-dalam emosi dihatinya ketika berlatih.
Ketika ia mencapai ranah dewa awal, Hao Chen mendapatkan banyak hal besar dan juga perubahan besar padanya, baik itu secara fisik maupun mental.
Seperti penampilannya saat ini, awalnya Hao Chen terlihat sederhana. Tapi ketika dia menyatu dengan rubah emas ekor sembilan, penampilan Hao Chen berubah menjadi sangat tampan, dan sangat memikat.
Hao Chen adalah orang yang tidak begitu peduli soal memiliki paras yang tampan, sebab dia berfikir itu merupakan sebuah bencana yang merepotkan.
Bukan tubuh fisiknya saja, dari segi kekuatan dan teknik miliknya sudah sangat hebat. Seni pondasinya kini sudah mencapai tingkat tertinggi, dan seni tubuhnya juga sudah mencapai ranah dewa yang sangat hebat.
Hao Chen sudah sangat puas dengan pencapaiannya saat ini. Namun ini belumlah akhirnya, kali ini Hao Chen harus menghadapi satu masalah lagi. Dimana Hao Chen akan secara langsung berhadapan dengan Pembabtisan surgawi kenaikan dewanya.
Sebab perbedaan antara dewa awal dan dewa sejati sangatlah jauh, seperti jarak antara galaksi yang sangat luas.
Sebab warisan yang Hao Chen miliki adalah sebuah kekuatan tiada tanding, dimana Hao Chen akan lepas dari belenggu alam semesta. Dia akan mencapai tingkat yang dimana alam. semesta sendiri tidak mampu melawannya, bahkan dia dapat menghancurkan seluruh alam semesta hanya sekali genggam.
Maka dari itu keberadaan Hao Chen saat ini sangat berbahaya bagi alam semesta. Bukan hanya itu, Hao Chen juga harus memperhitungkan dua puluh inti kristal roh yang sudah menyatu dengannya, dimana masing-masing dari mereka memiliki kekuatan tiada tanding, dan sosok terkuat.
"Kau memiliki inti kristal roh yang sangat kuat, jiwamu sudah mencapai tingkat dewa, dan inti rohmu juga telah mencapai tingkat dewa. Aku kali ini tidak tau apakah kau benar-benar akan selamat atau tidak..." Dewa Ashura segera bergumam melihat sosok Hao Chen yang masih menatap danau dengan damai.
"Ini adalah jalan yang aku pilih sejak aku mulai menapaki jalan kultivasi. Aku adalah seorang yang seharusnya ditakdirkan menjadi orang biasa. Tapi aku telah melawan takdir tersebut, dengan latihan yang aku jalan sampai sekarang, dan penderitaan yang aku alami..."
__ADS_1
"Tidak peduli siapapun yang ingin menghentikan langkahku, aku akan melenyapkannya. Bahkan jika itu alam semesta sendiri."
Mata Hao Chen dipenuhi rasa dendam yang sangat besar. Auranya seperti seorang Raja yang tak terkalahkan, determinasinya membuat seluruh dunia bergetar ketakutan.
Setelah dia bersama dengan dewa Ashura, dia akhirnya menemukan informasi tentang kedua orang tuanya, walaupun tidak memberitahu lokasi keberadan mereka.
Tapi sudah lebih dari cukup untuk membantunya nanti.
Ayah Hao Tian dikenal sebagai anak cahaya yang mendapat berkah dari cahaya diseluruh alam semesta, dia dipilih sebagai pewaris tahta dewa cahaya yang dikenal sebagai dewa terkuat dialam ilahi.
Ibunya Li Qingchan juga tidak kalah hebat, dia memiliki tubuh wanita ilahi es dan salju, karena hal itu dia menyandang gelar Permaisuri Es yang dingin. Belum lagi dia sama seperti ayahnya, ibunya juga dipilih sebagai pewaris tahta dewi es yang merupakan seorang dewi terkuat alam Ilahi.
Tapi kenapa Hao Chen tidak mewarisi Kekuatan dari mereka? tentu saja karena mereka mendapatkan berkah yang hanya ada satu seumur hidup. Jadi karena itu Hao Chen tidak mewarisi bakat dan Kekuatan mereka.
Jika Hao Chen tidak memiliki ingatan dua kehidupan, mustahil baginya untuk mencapai tingkat kekuatan saat ini.
"Baiklah sepertinya aku akan segera memulainya." Hao Chen segera menghirup udara segar dan segera meregangkan tubuhnya.
Disaat yang sama cahaya emas segera berkedip, dan sosok Tianlong yang berada dalam wujud manusia segera muncul.
Semenjak beberapa tahun yang lalu, Tianlong sekarang bisa mewujudkan tubuh fisiknya. Walaupun sebenarnya dia sendiri tidak memperdulikan hal tersebut, tapi sekarang dia dapat membantu Hao Chen bertarung.
"Yo! semoga kau selamat, walaupun sebenarnya jika kau mati, aku juga ikut mati. Tapi berusahalah!" ucap Tianlong sambil mengacungkan jempol.
__ADS_1
Hao Chen tidak membalas, tapi dia hanya tersenyum dan mengangguk setuju.
"Baiklah...Pembabtisan surgawi, aku datang!" ucap Hao Chen sambil menatap langit.