The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 131. Mereka baik-baik saja!


__ADS_3

Setelah kejadian tadi malam Hao Chen mulai sedikit lega, namun ada pertanyaan yang sedikit mengganggunya.


"Bagaimana keadaan mereka?" tanya Hao Chen yang saat ini sedang merenung dikelas.


Walaupun kejadian tadi malam ada perasaan nyaman dihatinya, tapi pertanyaan akan kondisi orangtuanya selalu mengganggunya.


Lalu ada tangan kecil dan lembut yang memegangi pundak Hao Chen, disertai suara penuh tanya "Ada apa denganmu? apakah ada kau mengalami masalah?"


Sontak Hao Chen segera bangun dari lamunannya dan segera melirik kearah tangan yang memegang pundaknya, dimana dia adalah Su Yao yang saat ini sedang memandangnya dengan khawatir.


"Aku hanya memikirkan keadaan kedua orangtuaku saja." Jawab Hao Chen.


"Apa yang terjadi pada mereka sampai kamu seperti ini?" tanya Su Yao lagi.


"Aku...." seakan enggan menjawab Hao Chen hanya linglung.


"Tidak perlu kau khawatirkan, kau harus tetap yakin jika mereka berdua baik-baik saja dan singkirkan pikiran negatif dari hatimu." Ucap Su Yao dengan senyum lembut.


"Hem... terimakasih banyak Su Yao!" dengan pikiran yang kembali tenang, Hao Chen segera berterimakasih dengan senyum tulus.


"Ah...! sama-sama" dengan wajah memerah Su Yao segera duduk ditempatnya.


"Benar! aku tidak boleh berpikir yang tidak-tidak, aku harus yakin jika mereka baik-baik saja!" gumam Hao Chen dalam hatinya.


Disaat itu juga Yiyi segera datang, tapi tanpa disadari dia menatap Hao Chen dengan senyum tipis diwajahnya.


Dengan kondisi yang kembali bersemangat Hao Chen pun segera memulai kegiatannya.


Lalu ketika pelajaran selesai, Hao Chen segera bersiap untuk pergi latihan.


Tapi secara tiba-tiba Yiyi segera memanggilnya "Hao Chen bisakah kau datang ketempatku nanti?"


"Ah...tugasku belum selesai!" karena hal itu Hao Chen segera kaget.


"Kau ini! yang aku maksud bukan tugas, tapi pembicaraan secara pribadi!" ucap Yiyi dengan kesal.


"Ah...aku bisa-bisa saja, bahkan sekarang pun bisa!" ucap Hao Chen.


"Oh...baguslah! semakin cepat maka akan semakin baik!" tanpa banyak bicara Yiyi segera pergi dan segera diikuti oleh Hao Chen.


Walaupun Yiyi dan Hao Chen tidak berbicara sama sekali ketika perjalanan menuju ketempat Yiyi, Hao Chen dapat tahu bahwa apa yang ingin disampaikan oleh Yiyi sangatlah penting.


Disaat Hao Chen berada diruangan kerja Yiyi dia segera kaget melihat sosok pria tampan yang berada diruangan kerja Yiyi.

__ADS_1


"Ah...guru Xiao Qi? kenapa anda disini?" tanya Hao Chen dengan bingung.


Tanpa menghiraukan pertanyaan Hao Chen, Yiyi secara tiba-tiba merubah ekspresi wajahnya. "Ah...kau telah datang rupanya."


"Tentu saja aku akan datang jika itu kamu yang meminta, kau jugakan istriku!" jawab Xiao Qi dengan nada menggoda.


Tapi seperti disambar petir, Hao Chen segera kaget setelah mendengarkan mereka.


"Gu-Guru Yiyi sudah menikah.....!" teriak Hao Chen dengan keras.


"Eh...apa kau tidak tau?" tanya Yiyi yang bingung dengan teriakan Hao Chen.


"Aku juga baru tau! tidak kusangka guru Yiyi bisa menikah, Hem...ini merupakan konspirasi!" ucap Hao Chen.


"Apa...!" segera Yiyi meledak karena marah.


"Ah...tidak aku hanya mengatakan tentang konspirasi abal-abal!" jawab Hao Chen dengan takut.


"Kau ini mirip sekali dengan senior!" ucap Yiyi dengan kesal.


"Hahahaha... mulutnya memang setajam silet!" segera Xiao Qi tertawa lepas, melihat pertengkaran Yiyi dan Hao Chen.


"Hump! ayah dan anak sama saja!" gerutu Yiyi dengan kesal.


"Eh...? ayah dan anak, siapa yang kalian maksud?" tanya Hao Chen.


"Apa kalian berdua mengenali ayahku?!" dengan kaget Hao Chen segera bertanya lagi.


"Tentu saja kami kenal, bahkan aku merupakan saudara bersumpahnya loh!" jawab Xiao Qi.


"Aku baru tau akan ini!" ucap Hao Chen.


"Sebelum melanjutkan pembicaraan ini, aku ingin bertanya sebentar. Apakah kau berencana untuk mencari mereka atau memilih untuk menetap diakademi ini sampai kau menjadi kuat?" tanya Xiao Qi.


"Aku lebih memilih untuk berkeliling keseluruhan tempat dan mencari mereka, karena dunia ini luas sekali, apa lagi ketika aku sudah menjadi dewa nantinya maka aku akan dapat menjelajahi bintang-bintang."


"Aku bukanlah seekor burung yang ada didalam sangkar, tapi aku merupakan seekor elang yang terbang bebas dilangit luas."


"Dunia kita hanya debu dihadapan Jagat raya, banyak hal-hal baru yang ada dibintang-bintang yang inginku jelajahi!"


"Walaupun kultivator bisa menggapai keabadian, tapi jika mereka tidak memiliki tujuan maka mereka akan merasa hampa."


"Seperti yang dikatakan ayah, Jagat raya adalah tempat yang sangat luas dan memiliki banyak keajaiban di setiap tempatnya."

__ADS_1


"Maka dari itu aku tidak ingin menjalin ikatan penuh dengan organisasi apapun, karena aku hanya perlu keluargaku ada sebab harta yang paling berharga adalah keluarga!" ucap Hao Chen dengan senyum tulus.


Xiao Qi dan Yiyi hanya bisa diam dan merenungkan perkataan Hao Chen yang sangat mendalam.


"Hah...kau sekarang sangat mirip dengan ayahmu, bahkan kau lebih baik dari dia!" puji Xiao Qi.


"Kalau begitu, aku ingin memberi tahukan kamu. Jika kedua orangtuamu baik-baik saja!" ucap Yiyi yang segera memberikan sebuah surat pada Hao Chen.


Ketika Hao Chen tau akan hal itu dia segera mengambil surat itu dan mulai membacanya.


'Nak bagaimana kabarmu? kami berharap kau baik-baik saja. Kau tau kami merasa senang setelah mendengar bahwa kamu masuk kedalam akademi langit cerah, tempat dimana ayahmu dulu berlatih ketika seumuran denganmu.


Kau tidak perlu khawatir tentang kondisi kami, saat ini kami berhasil bersembunyi dan mulai hidup tenang.


Awalnya kami berencana untuk menjemputmu, tapi setelah kami mendengar dari Xiao Qi dan Yiyi bahwa kau berhasil menjadi murid diakdemi langit cerah.


Kami senang, karena kamu akan baik-baik saja sana dan kamu bisa berlatih tanpa adanya gangguan.


Kamu tidak perlu khawatir dengan kami, karena kami hanya ingin kau sehat dan baik-baik saja itu sudah cukup bagi kami.


Sebenarnya masih ada banyak yang ini ibu tukis, tapi hanya ini saja yang dapat ibu tulis dalam surat ini.


Sama seperti kamu yang merindukan kami, kami pun juga merindukan kamu. Tapi kita harus yakin jika kita akan dapat bersatu lagi.


Sekian surat dari Ibu.


Sayang dari kami ayah dan ibumu.


Oh ya! kami memiliki sesuatu yang kami rahasiakan padamu, tapi kamu akan segera tau hehehehe....'


Melihat isi surat tersebut, air mata segera menetes tapi bukan karena sedih namun karena bahagia.


"Aku tidak perlu apa pun, hanya dengan mengetahui bahwa ayah dan ibu baik-baik saja itu sudah lebih dari cukup." Ucap Hao Chen sambil menghapus air mata dari wajahnya.


Kemudian dia segera menyimpan surat tersebut, lalu segera melangkah kearah Yiyi dan memeluknya dengan erat.


"Terimakasih bibi Yi! terimakasih!" ucap Hao Chen dengan bahagia.


Sontak Yiyi menjadi kaget setelah Hao Chen menyebutnya sebagai bibi.


"Baiklah! aku pergi dulu dan mulai berlatih!" segera Hao Chen melepaskan pelukannya dan segera pergi dengan semangat yang baru.


Disaat yang sama Yiyi hanya bisa mematung, setelah Hao Chen pergi.

__ADS_1


"Istriku ada apa?" tanya Xiao Qi yang bingung melihat wajah Yiyi yang memerah.


"Se-Sepertinya aku ingin punya anak..." Ucap Yiyi dengan wajah memerah.


__ADS_2