The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 193. Teknik menipu langit


__ADS_3

Kemudian keseharian Hao Chen dimulai dengan agenda baru, dimana Hao Chen selalu melakukan semuanya dengan efektif tanpa membuang-buang waktu.


Karena keinginannya untuk menjadi kuat Hao Chen mulai melakukan latihan yang sangat gila, bahkan Lao Zu sendiri hanya bisa mematung melihat sosok Hao Chen berlatih dengan cara yang mengerikan.


Tapi Hao Chen memiliki kebiasaan untuk sering tidur dan tidak melakukan meditasi, sebab dia takut secara tidak sengaja melakukan terobosan ketingkat dewa.


Maka dari itu tubuh dan wajah Hao Chen terus bertambah sehat sebab sering beristirahat dengan baik, karena setiap malamnya Hao Chen memilih untuk tidur setelah melakukan latihan intensif disiang hari.


Bukan hanya melatih dirinya sendiri Hao Chen juga membantu Zhou Yuan dan yang lainnya untuk memperkuat diri, dalam persiapan untuk mengikuti turnamen yang akan datang.


Lalu Hao Chen yang saat ini sedang memperhatikan kondisi teman-temannya yang sedang berkonsentrasi, hanya bisa tersenyum puas melihat hasil perkembangan mereka.


"Sepertinya mereka sudah memiliki konsentrasi yang bagus, seharusnya dengan latihan yang lebih keras, kemungkinan besar mereka keluar sebagai juara dalam turnamen tersebut akan bertambah besar." Gumam Hao Chen yang melihat kondisi mereka.


Kemudian setelah beberapa saat mereka segera membuka matanya dan memeriksa kondisi mereka, dimana ada senyum puas yang menghiasi wajah mereka.


"Sepertinya latihan ini lebih menuai hasil dari pada cara yang disarankan oleh guru Zhang Feng." Ucap Zhou Yuan.


"Aku setuju! latihan sederhana seperti ini malah lebih membuahkan hasil." Sambung Ling Feng dengan ekspresi senang.


"Tidak justru aku hanya mengasah konsentrasi kalian dalam bertarung, sementara itu kalian juga harus melatih kemampuan kalian. Sepertinya yang aku katakan pada kalian, jika kalian dapat fokus dalam pertarungan maka kalian dapat memegang alurnya." Ucap Hao Chen dengan santai.


"Ngomong-ngomong dimana bis sis?" tanya Qi Zijing dengan tatapan aneh pada Hao Chen.


"Hem...saat ini dia sedang dalam ambang terobosan ketingkat 70 Soul Sage, maka dari itu dia mulai berlatih dengan intensif." Jawab Hao Chen yang tidak memperdulikan ekspresi aneh Qi Zijing.


"Bagaimana denganmu kak Chen? apakah kau akan segera melakukan terobosan?" tanya Xie Yu dengan penasaran.


"Tentu saja aku masih menekannya, karena kalian tidak tau jika trobosan yang aku alami benar-benar berbeda." Jawab Hao Chen dengan ekspresi tak berdaya memikirkan terobosannya.


"Sepertinya kami akan menembus ketingkat 70 Soul Sage, mungkin disaat kami mengikuti turnamen." Gumam Qian Ziwei.


Kemudian mereka segera melakukan pembicaraan santai, sampai waktu dimana Zhou Yuan dan lainnya diminta untuk ikut dalam latihan bersama orang-orang yang dipilih sebagai peserta turnamen.


"Tepat waktu, aku akan melanjutkan latihan ku juga." Ucap Hao Chen yang segera bertelepotasi.


Disaat Hao Chen telah sampai ditempat ia bisa berlatih, seperti biasa dia selalu melihat Lao Zu memancing diatas perahu.

__ADS_1


Karena tempat latihan Hao Chen berada didekat danau yang sangat luas, Lao Zu sering memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memancing didanau tersebut.


"Yo! sebaiknya kau mulai saja, aku akan mendatangimu ketika ada masalah nanti." ucap Lao Zu yang terlihat sedang fokus pada kegiatan memancingnya.


"Baiklah!" Hao Chen pun segera menuju ketempat dunia petir dan memulai latihannya lagi.


"Ctarrr...Ctarrr...Ctarrr...Ctarrr!"


Hujan petir menakutkan segera terjadi dan petir-petir tersebut menyambar Hao Chen dengan ganas.


Sementara itu Hao Chen terlihat lebih tenang dari pada saat pertama kalinya dia mengalami sambaran petir ditempat ini, mungkin karena tubuh dewa tak terbatas miliknya sudah bisa menyerap energi yang dihasilkan oleh petir ini.


"Sepertinya wilayah awal tidak lagi memiliki efek yang bagus untukku, mungkin aku harus menjelajahi wilayah tengah?" tanya Hao Chen yang terlihat santai disambar oleh petir menakutkan.


"Mungkin karena tubuh dewa tak terbatas milikku yang dapat menyerap energi yang dihasilkan oleh petir yang menyambar, seperti masih banyak hal misterius dari teknik tubuh ini." Batin Hao Chen yang segera menuju ke wilayah tengah.


Namun Hao Chen terlalu meremehkan tempat tersebut, sebab hanya dalam beberapa menit dia berada ditempat itu Hao Chen langsung pingsan dan terlempar.


Untungnya Lao Zu sudah berada disisinya dan membantu Hao Chen yang terlihat dalam keadaan mengenaskan.


"Maafkan aku karena ceroboh, aku tidak tau jika wilayah tengah akan sangat berbahaya." Kata Hao Chen yang merasa telinganya terbakar akibat Omelan Lao Zu.


"Hah...baiklah aku mengerti, kau bisa pulang dan beristirahat, sebab kau terlalu ceroboh untuk melakukannya." Ucap Lao Zu yang terlihat pusing.


Kemudian Hao Chen segera pulang dengan perasaan berat, apa lagi karena dia terlalu meremehkan kekuatan petir yang ada diwilayah tengah.


Tanpa adanya hasil untuk hari ini, Hao Chen mencoba untuk meditasi sebentar untuk menenangkan diri, juga untuk memulihkan beberapa luka pada tubuh dan lautan kesadarannya.


"Hah...sebenarnya aku ingin melakukan terobosan, agar bisa menaikkan tehnik pondasi ketahap Darah Emas dan memiliki kemampuan ruang dan waktu, ditambah lagi aku ingin menyerap inti kristal roh ke-tujuh dan mengembangkan Seni Suci baru." Gumam Hao Chen yang telah selesai bermeditasi.


"Tapi bukannya ini sama saja bohong? jika aku telah mencapai ranah dewa dan aku menyerap inti kristal roh baru serta menaikkan tehnik pondasi ku, bukannya aku akan menghadapi petir bencana untuk kedua kalinya ketika saat itu?" ucap Hao Chen dengan wajah tak berdaya.


Ditengah rasa bingungnya seseorang secara tiba-tiba menepuk pundaknya dengan lembut.


"Kenapa denganmu?" tanya Su Yao yang merupakan orang yang menepuk pundak Hao Chen tadi.


Kau Hao Chen segera berkata, "Aku hanya bingung dengan terobosan ku, sebab aku bingung jika aku terus menempa tubuhku dan melakukan terobosan ketingkat dewa, dan aku menyerap inti kristal roh baru dan mengembangkan Seni Suci, bukannya aku akan menghadapi petir bencana lagi?"

__ADS_1


Sementara itu Su Yao segera tertegu setelah Hao Chen mengatakan jika ia akan segera menembus tanah Dewa, tapi keterkejutan itu segera hilang setelah Su Yao menyadari kerasnya perjuangan Hao Chen.


"Bukannya kau bisa menggunakan kemampuan menipu langit?" tanya Su Yao secara tiba-tiba.


"Teknik menipu langit, apa itu?" Hao Chen segera tersadar dari suasana murungnya.


"Tehnik menipu langit, merupakan tehnik khusus dimana kau bisa terus meningkat kultivasimu tanpa khawatir dengan harus menghadapi petir bencana, tapi kau hanya bisa menggunakan kekuatan dimana ranah kau sebenarnya. Seperti ini kau saat ini memiliki kekuatan ditahap Quasi God dan akan menerobos ketahap dewa, jika kau menggunakan tehnik ini ketika melakukan terobosan maka petir bencana tidak akan datang, dengan syarat kau hanya bisa menggunakan kekuatan dimana kau masih diranah Quasi God, walaupun kau telah mencapai tahap dewa tapi kau tidak melewati petir bencana maka kau tetap tidak diakui sebagai dewa." ucap Hao Chen yang menjelaskan semua secara terperinci.


Hao Chen hanya segera mengangguk paham dan segera bertanya, "Tapi bagaimana cara aku mempelajari kemampuan itu?"


"Mudah saja, aku telah mengetahuinya dengan detail, jika kau mau aku akan memberikannya padamu juga." Jawab Su Yao.


Hao Chen segera memikirkannya sejenak dan segera berkata, "Baiklah aku setuju! tolong ajari aku tehnik itu."


Kemudian Su Yao segera duduk didepan Hao Chen dan mengarahkan jari telunjuknya kekening Hao Chen, dimana ada cahaya emas terang muncul dan seperti sedang memasuki kepala Hao Chen.


Setelah beberapa waktu proses tersebut segera selesai, dimana ada ekspresi aneh diwajahnya Hao Chen setelah hal tersebut.


"Sudah selesai, sebenarnya tehnik ini cara mempelajarinya sederhana saja." ucap Su Yao sambil tersenyum.


Namun Hao Chen secara tiba-tiba meraihnya dan memeluknya dengan erat.


"Terimakasih...Terimakasih...Terimakasih! dengan begini aku bisa melakukan terobosan dan membangun fondasi lebih, ditambah lagi aku bisa menunda kedatang petir bencana." Ucap Hao Chen yang memeluk Su Yao lebih erat.


Sementara itu wajah Su Yao segera meledak kemerahan dengan asap mengepul dari kepalanya, ditambah lagi aroma maskulin dari tubuhnya membuat Su Yao semakin nyaman dengan suasana ini.


Lalu Hao Chen segera melepaskan pelukannya dan berkata, "Baiklah! aku akan segera melakukan terobosan."


Sementara itu Su Yao merasa ada kekecewaan dihatinya ketika Hao Chen melepaskan pelukannya, namun perasaan senang juga meliputi nya.


Namun ketika Hao Chen beranjak pergi, Su Yao tiba-tiba ingat dengan sesuatu, "Tunggu dulu! aku ingin kau...."


Tapi Hao Chen telah menghilang dengan cahaya perak berkedip.


"Lah? sudah hilang, padahal aku tadi ingin meminta bantuannya untuk membuat Seni Suci, sudahlah aku akan mintanya ketika terobosannya selesai." Ucap Su Yao yang masih memerah.


"Rasanya sangat hangat, ditambah lagi aku dapat merasakan ketulusannya." batin Su Yao yang segera mengingat sosok Hao Chen dihatinya.

__ADS_1


__ADS_2