The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 282. Tidak salah, juga tidak benar


__ADS_3

Segera festival Phoenix menjadi sangat meriah ketika langit malam dihias oleh bintang-bintang yang bersinar di angkasa. Setiap tempat, dan jalan yang ada di pulau Phoenix segera diisi oleh orang-orang yang telah mendapatkan pasangan, atau juga sedang mencarinya.


Tapi tidak semua orang yang hadir bahagia. Sebab ada yang gagal, dan berakhir dengan orang lain yang lebih dahulu menang bersaing.


Karena hal tersebut ada beberapa tempat yang sangat sepi dan sunyi disisi oleh beberapa orang yang gagal. Tempat tersebut seakan-akan disediakan khusus untuk orang-orang yang ingin menyendiri.


Namun ditempat tersebut, terdapat seorang gadis yang sangat cantik duduk menyendiri disana. Dia menatap langit malam yang dipenuhi bintang, dengan perasaan kecewa dan berat hati.


Gadis itu memiliki kulit putih sehat, rambut hitam kemerahan yang halus, mata merah cerah seperti bunga mawar. Gaun indah berwarna merah memperhalus penampilannya, sosoknya sangat cantik bagaikan peri yang turun dari langit, tapi dari tatapan matanya ada perasaan kekecewaan yang mendalam.


"Su Yan...oh Su Yan...apa yang kau harap lagi sekarang? dia telah berpaling darimu, dan dia memiliki seorang wanita yang dicintai. Apa yang kau harapkan sekarang?" gumam gadis itu dengan tatapan mendalam.


Gadis itu bernama Su Yan, dia adalah satu dari dua murid pemimpin akademi Phoenix Hong Yue. Dia memiliki garis keturunan Phoenix api yang sangat murni, dan lagi kemampuannya dalam menggunakan tombak.


Su Yan diakui sebagai salah satu wanita yang dijuluki sebagai Dewi, tapi ada sebuah cerita yang terjadi antara dirinya dengan Zhou Yuan pada suatu misi, dan Su Yan jatuh cinta padanya.


Namun harapannya sirna ketika melihat kedekatan Zhou Yuan dan Meng Zhu. Bahkan ketika dia mencoba untuk mendapatkan hatinya, tapi semuanya seakan-akan hanya angin lewat.


"Inikah rasa patah hati?" Su Yan bergumam sendiri.


Waktu itu dia berusaha untuk mendekati Zhou Yuan, tapi melihat kedekatannya dengan Meng Zhu, membuat kepercayaan dirinya hancur. Dimana pada akhirnya Su Yan memilih untuk menyendiri ditempat ini.


"Aku tidak masalah menjadi wanita keduanya, asalkan aku bersamanya, Itu lebih dari cukup untukku. Tapi apakah dia benar-benar mau?" Su Yan bertanya pada dirinya sendiri.


"Jika kau memiliki keyakinan seperti itu, maka kau lakukan saja."


Sebuah suara tiba-tiba terdengar disamping Su Yan, suaranya terdengar sangat lembut dan merdu. Bahkan Su Yan sempat tertegun mendengar suara tersebut, dan juga dia merasakan keakraban yang sangat kuat melalui suara tersebut.


Su Yan segera berpaling melihat kearah sumber suara. Kewaspadaan yang tinggi, segera runtuh ketika melihat sosok wanita yang sangat cantik disampingnya, dimana wanita itu tidak lain adalah Su Yao.


"Kenapa? apakah kau merasakan sesuatu terhadapku?" tanya Su Yao sambil tersenyum lembut.

__ADS_1


"Ah! tidak! tidak! apa yang senior lakukan disini?" tanya Su Yan dengan gugup.


"Tidak ada, aku hanya mencari tempat sepi untuk menenangkan pikiran." Su Yao menjawabnya dengan santai.


"Begitu ya...jadi kita sama-sama kemari untuk menyendiri." Gumam Su Yan sambil mendekati Su Yao.


"Tidak juga, coba kau lihat kesana!" Su Yao segera menunjuk kearah Hao Chen yang terlihat santai bersandar disebuah pohon, sembari menatap langit.


Su Yan menatap Hao Chen dengan perasaan terkejut, dan dia kembali menatap kearah Su Yao yang terlihat tersenyum melihat Hao Chen.


Segera jejak rasa iri muncul dimatanya, melihatnya saja sudah dapat membuktikan betapa dekatnya hubungan mereka berdua. Sebagai seorang wanita, bagaimana dia tidak iri?


"Kenapa? apakah kau iri padaku?" tanya Su Yao yang menyadari tatapan Su Yan.


"Iya...kekasih anda terlihat sangat setia dan dapat diandalkan, melihatnya saja sudah membuat para wanita akan menjauh darinya, sebab hanya dengan menatapnya, aku tau jika dia sudah memiliki wanita yang dicintai." Su Yan segera berbicara dengan nada pelan.


"Itu benar...disaat aku berjalan bersamanya, aku merasa tatap iri tertuju padaku. Tapi aku tidak memperdulikan tatap mereka, jika mereka dapat membuat kekasihku itu jatuh hati padanya, aku tidak mempermasalahkan dirinya memiliki dua wanita atau lebih dihatinya." Ucap Su Yao sambil tersenyum.


"Apa? kenapa senior bisa berfikir seperti itu? bukannya seorang wanita justru ingin menjadi satu-satunya gadis dihati kekasihnya?" Su Yan bertanya-tanya dengan bingung.


"...Hanya saja, apakah mereka bisa atau tidaknya membuat kekasihku itu membuka hatinya untuk satu atau lebih wanita masuk, dan ini juga berlaku untukmu." Ucap Su Yao sambil menunjuk kearah Su Yan.


"Aku?" Su Yan memasang ekspresi kebingungan.


Lalu Su Yao segera mencubit pipi Su Yan dengan gemas, dan memberikan sedikit Kekuatan yang membuatnya menjerit kecil.


"Aduh! Aduh! aduh! sakit!" Su Yan menggerutu.


"Kau ini benar-benar sulit sekali paham ya. Kau sudah tidak memperdulikan jika kau akan menjadi yang kedua dihati pria yang kau cintai, jadi jika kau benar-benar mencintainya maka buatlah dia mencintaimu." Ucap Su Yao dengan geram.


"Benarkah bisa begitu?!" Su Yan segera menjadi bersemangat, dan rasa sedih segera menghilang.

__ADS_1


"Aku mungkin tidak pernah merasakan bagaimana rasanya memiliki pria yang mempunyai lebih dari satu wanita dalam hatinya, tapi aku dapat memberitahu jika kau benar-benar yakin dengan pilihanmu, maka kejar saja! dan jangan pernah menyerah!" ucap Su Yao dengan senyum tipis diwajahnya.


"Begitu ya...baiklah aku mengerti! terimakasih atas bantuannya kak!" ucap Su Yan yang segera beranjak dari tempat duduknya.


"Hahahaha! gadis yang sangat menarik, tapi kau jangan pernah menggunakan cara kotor untuk mendapatkan hatinya, sebab itu hanya akan memperjauh jarakmu dengannya." Su Yao Berkata sambil melambaikan tangannya, dan senyum ramah muncul, ketika melihat gadis tersebut mengangguk dengan penuh semangat.


"Ternyata dia masih belum mengetahuinya..." gumam Su Yao sambil menggelengkan kepalanya.


Lalu cahaya perak segera berkedip, dan Hao Chen segera muncul disamping Su Yao.


"Apa hubunganmu dengannya? aku melihatmu sangat akrab, bahkan aku merasa kalian agak sedikit mirip." Ucap Hao Chen dengan penasaran.


"Apakah kau percaya jika dia adalah adikku?" tanya Su Yao.


"Adikmu? Hem...menang dari beberapa aspek kalian bisa dikatakan mirip, tapi ketika aku memeriksa lebih lanjut. Kemiripan kalian sekitar lima puluh lima persen, jadi apakah kalian benar-benar bersaudara?" Hao Chen segera menjadi bingung.


Su Yao tersenyum tipis, dan menjawab, "Kami memiliki ayah yang sama, tapi ibu kami justru berbeda. Dari kata-kata tersebut kau dapat memahami kondisinya bukan?"


"Begitu ya...pantas saja kau terlihat sangat gelisah melihatnya bersedih." Ucap Hao Chen.


"Begitulah...lagi pula sangat tidak menyenangkan berada di keramaian, jadi aku ini bersantai sejenak disini." Su Yao segera bersandar pada bahu Hao Chen, dan menutup matanya dengan senyum manis menghiasi wajahnya.


"Kau tau, jika aku berani menyatakan. Jika aku adalah salah satu wanita yang paling beruntung memiliki kekasih sepertimu? sebab aku akan menjadi satu-satunya wanita yang ada di hatimu Hao Chen, dan itu merupakan sebuah kebahagiaan terbaikku." Batin Su Yao dengan perasaan senang.


***


Disisi lain sekelompok orang yang mengenakan jubah hitam bertuliskan 72 istana iblis, melayang diatas langit dengan kondisi terselubung.


Masing-masing dari mereka memiliki tingkat kultivasi paling rendah sekitar Quasi God, dan yang tertinggi adalah dewa kelas dua. Bukan hanya itu terdapat aura gelap yang sangat jahat disekitar mereka.


"Kita orang-orang dari sekte iblis akan menyatakan perang terhadap orang-orang dari seluruh planet Tanah Surgawi, dengan bantuan dari organisasi 72 istana iblis, kita akan menepati planet ini sebagai salah satu dari domain kita!!!" ucap pemimpin kelompok tersebut dengan keras.

__ADS_1


"YA...!!!" mereka semua pun merespon dengan penuh semangat.


"Dan itu kita akan mulai dengan membunuh para pemuda berbakat yang ada di pulau tersebut." Ucap pemimpin mereka, dengan tatapan penuh niat membunuh.


__ADS_2