
Dengan rasa penasarannya Hao chen meminta petunjuk lebih dalam, untuk membangun alam ilahi dilautan batinnya.
"Aku tidak perlu menjelaskannya, aku akan langsung memberikan semua informasinya!" ucap sosok cahaya tersebut.
Lalu cahaya sembilan warna segera masuk kedalam kepala Hao chen, segera ribuan informasi segera masuk kedalam kepalanya.
"Wah...ternyata begitu caranya!" Hao chen menjadi senang dengan informasi yang diterimanya.
"Hem...jadi aku tidak dapat memanfaatkan cermin dimensional ini sampai aku berada diranah God King rupanya, namun semua itu akan menjadi keunggulan karena fondasi untuk membangun alam ilahi akan semakin baik." Gumam Hao chen sambil menganguk paham.
"Jadi aku hanya bisa berkultivasi didalam cermin dimensional disaat memang perlu atau melakukan terobosan. Terutama naik ketingkat Dewa...begitu ya, aku paham sekarang! jadi aku perlu memperkuat dan memperbanyak sumber daya dialam cermin dimensionalku!" Ucap Hao chen dengan gembira.
Sementara itu sosok cahaya tersebut hanya bisa kaget melihat tingkat pemahaman Hao chen yang sangat baik.
"Nah...tidak ada lagi yang dapat kuberikan, sekarang kau boleh keluar!" ucap cahaya tersebut yang segera melempar Hao chen keluar dari ruang dimensi yang sekarang dalam keadaan kosong oleh Hao chen.
"Lagi-Lagi seperti ini cara aku dikirmkan kembali, Hah....tidak masalah yang penting aku bisa tenang karena persiapan aku selesai. Yahoooo...sayonara cahaya aneh!" ucap Hao chen dengan keadaan terlempar.
Sementara itu sosok cahaya tersebut secara perlahan menghilang didalam kekosongan dengan senyum tipis.
"Yah...akhirnya semuannya selesai, siapa sangka bahwa inti energi ilahi terkuat dan termurni diseluruh Jagat raya, serta kekuatan penciptaan terkuat diseluruh jagat raya...akan dimilik oleh seorang anak yang berusia 13 tahun."
__ADS_1
"Tapi dari cara dia diakui oleh Inti ilahi itu wajar, yang paling mengejutkannya lagi adalah Warisan atau kunci untuk menjadi Raja ada didalam anak itu, memang tidak mengecewakan." ucap Cahaya tersebut yang kemudian menghilang.
Lalu "Buk!" Hao chen segera menabrak tembok batu dengan keras.
"Aduduh...! sakit sekali, tapi kenapa rasanya menyenangkan sekali ketika terlempar dan melayang...Ya?" ucap Hao chen sambil mengosok kepala yang sakit.
"Hem...aku sepetinya kembali kekuil penempaan tubuh!" Hao chen segera melirik sekitar yang sangat familiar dibenaknya.
"Berapa lama, aku didalam dimensi tersebut?" tanya Hao chen sambil berjalan kembali ketempat teman-temannya.
Lalu dia terkejut melihat Zhou yuan, Ling feng dan kedua sejoli itu masih belum selesai sama sekali.
"Eh..? apakah perbedaan waktu didimensi itu dengan dunia nyata berbeda, sepertinya begitu...yah kalau begitu aku memiliki waktu untuk mengatur alamku dicermin dimensional sambil menunggu mereka selesai." Ucap Hao chen yang segera mencari tempat yang nyaman untuk nyantui.
"Yah...mereka harus melewati kesengsaran terlebih dahulu sebelum mendapatkan hasil, maka aku juga akan melatih diri!" Hao chen segera masuk kedalam meditasi.
Hari demi hari berlalu, Zhou yuan dan yang lain masih intensif menahan rasa sakit dari proses praktek teknik tubuh.
Sementara itu Hao chen sedang nyantui dengan secangkir kopi dan kue yang dia buat.
"Hem...untung saja aku punya rumah praktis jika tidak aku mungkin akan bosan!" Hao chen dengan santai meminum kopi yang dibuat sambil menatap mereka berempat yang sedang melatih tubuh mereka.
__ADS_1
"Hah...andaikan aku bisa naik tingkat, maka aku tidak akan bosan seperti ini!" gerutu Hao chen dengan kesal, sambil memakan kuenya.
Benar saja dalam waktu tiga minggu lebih dan hampir satu bulan Hao chen tidak memiliki kegiatan apa pun, karena...ya tidak ada yang dia bisa lakukan.
Dalam seminggu setelah dia keluar dari dimensi tersebut, Hao chen sedang merapikan kondisi alamnya dicermin dimensional. Namun itu hanya sebentar saja, karena semuanya telah selesai dan rapi.
Lalu dalam dua minggu selanjutnya dia melatih tekniknya mulai dari teknik senjata dan kemapuan tempur.
Dan diminggu yang ketiga Hao chen iseng-iseng mencoba semua artefak yang dirampas dari makam kuno, yang berakhir dengan rusaknya kuil penempaan walaupun tidak hancur sepenuhnya.
Dihari-hari berikutnya Hao chen dengan bosan hanya bisa membuat makanan dan nyantui ngga jelas.
Lalu masing-masing ditempat mereka keluar cahaya terang dan muncul sebuah inti kecil yang seukuran kelereng.
"Itu dimulai! sekarang saatnya pergantian tubuh." ucap Hao chen yang segera berdiri.
Kemudian Hao chen segera berdiri ditengah-tengah tempat mereka dan segera mengirimkan pesan spiritual kemereka masing-masing.
"Kalian jangan panik! ini lah saat penentuan yang sebenarnya, tubuh kalian akan dirobek lalu diganti oleh tubuh baru, jadi kalian harus menahan rasa sakitnya!" ucap Hao chen melalui kesadaran spirtualnya kepada mereka berempat.
Mereka yang mendengarkan hal itu segera menganguk paham, lalu baju mereka semua robek dan kulit tubuh mereka masing-masing mulai dirobek lalu digantikan oleh tubuh baru.
__ADS_1
"Hem...mereka cukup hebat sampai dapat menahan rasa sakit yang diberikan ketika pengantian tubuh, tapi sepertinya Qi zijing sedikit kerepotan...yah walaupun dia mulai terbiasa dengan rasa sakitnya." Ucap Hao chen dengan puas.
Lalu Hao chen segera menjentikan jarinya yang segera memunculkan cahaya pelindungi kepada Xie yu dan Qi zijing, kemudian senyum aneh segera muncul diwajahnya.