The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 195. Aneh


__ADS_3

Kemudian tanpa disadari Hao Chen telah lama pingsan dengan kekuatan dari kesadaran ilahinya terkuras akibat dari rasa sakit yang dia alami, namun untungnya Hao Chen berada di dunia kecilnya sehingga energinya lebih cepat pulih.


Lalu ketika Hao Chen membuka matanya dimana segera memasang wajah linglung dan melihat keadaan sekitar, sakit kepalanya masih ada walaupun kecil.


Kemudian Hao Chen segera menuju ke danau untuk membasuh mukanya, tapi dia segera kaget melihat lambang naga dengan pedang ditengahnya muncul didahinya.


"Apa ini? kenapa lambang aneh ini bisa ada?" tanya Hao Chen yang segera menyentuh dahinya.


Tapi secara perlahan lambang tersebut menghilang tanpa menghilangkan jejak, dimana Hao Chen segera memasang wajah konyol ketika melihat lambang tersebut menghilang.


"Apa yang terjadi?" Hao Chen segera duduk sambil mengerutkan keningnya, tapi sekitar Hao Chen sadar jika artefak paling berharga miliknya telah hancur.


"Aaaaaaaa....! aku baru ingat!" ucap Hao Chen yang segera memeriksanya dengan teliti.


Namun hasilnya nihil, Hao Chen pun segera suram karena tidak dapat menemukan artefak tersebut.


Tapi ketika Hao Chen memeriksa lautan kesadaran miliknya, dimana dia segera terkejut melihat sebuah cermin yang sama dengan artefak cermin dimensional muncul dilautan kesadaran.


"Tunggu dulu apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Hao Chen dengan pikiran acak-acakan.


Setelah beberapa saat dia memikirkannya senyum bahagia muncul diwajahnya Hao Chen.


"Astaga jadi artefak ini telah menyatu sepenuhnya denganku, bagaimana aku sampai lupa memperhatikan jika inti ilahi yang aku sembunyikan didalam tempat ini telah berada didalam dunia kecil ku." Ucap Hao Chen yang segera membuka matanya.


Dimana Hao Chen segera disambut oleh gelombang energi yang sangat besar namun stabil menyebar didalam dunia kecilnya, bahkan Hao Chen sempat melihat inti ilahi yang perlahan mulai menyatu dengan dunia kecilnya.

__ADS_1


"Astaga! hebat sekali, sekarang aku memiliki kontrol penuh terhadap dunia ini."Hao Chen segera melompat kegirangan ketika ia mencoba mengontrol dunia kecilnya.


Hao Chen bagaikan dewa yang terhebat saat mengontrol dunia miliknya, namun ia segera menyipitkan matanya seakan menyadari sesuatu.


"Sepertinya aku masih belum bisa sepenuhnya mengontrol dunia ini, karena aku masih belum mencapai tahap dewa sebenarnya, lalu pembaptis petir bencana akan akan aku alami akan jauh lebih mengerikan dari pada yang asli, hal ini disebabkan oleh dunia milikku telah menyatu sepenuhnya denganku. Agar duniaku bisa diakui oleh hukum Jagat raya, aku akan menanggung petir hukum alam semesta untuk memobilisasi duniaku semauku." Ucap Hao Chen yang terlihat pusing.


"Tapi dengan begini aku akan terus bertambah kuat, jangan pesimis semangat!" Hao Chen segera menyingkirkan pikiran negatif tersebut dan segera bersemangat.


Lalu Hao Chen segera mengeluarkan satu kristal roh untuk dia serap dan menjadikan sebagian inti kristal roh ke-tujuh, dimana kristal roh itu tidak lain adalah Kun Peng.


"Hem... sepertinya aku membuat pilihan yang bagus dengan menjadikan inti kristal roh dari Kun Peng ini sebagai yang ke-tujuh." Ucap Hao Chen yang merasa keagungan dari kristal roh tersebut.


Kemudian Hao Chen segera duduk bersilang dan mulai menutup matanya, berbeda dengan kristal roh yang sebelumnya ia serap.


Karena dalam keadaan fokus Hao Chen tidak terlalu memperhatikan hal tersebut, tapi dia merasa jika roh sisa dari Kun Peng ini benar-benar tidak melawan ketika kekuatannya diserap.


"Hem...sepertinya aku harus menyegel sebagai kekuatannya, karena aku masih belum bisa menanggung semua kekuatannya." Batin Hao Chen yang nampak tenang dan stabil.


Setelah beberapa saat Hao Chen pun berhasil menyerap inti kristal roh tersebut tanpa adanya gangguan, bahkan Hao Chen merasa Kekuatan yang diperoleh jauh lebih stabil.


Lalu sosok agung dari seekor ikan dengan sayap besar muncul dibelakang Hao Chen, dimana dunia miliknya juga bergetar ketika munculnya kehadiran Kun Peng.


"Wow...ukurannya besar juga, walaupun aku masih belum bisa memiliki semua kekuatannya, tapi tetap saja Kun Peng ini memiliki kekuatan yang dashyat." Puji Hao Chen dengan senang.


Kemudian Hao Chen segera mengambil kristal roh berikutnya untuk Martial Soul pedang Amethyst miliknya, dimana kristal tersebut berat dari dewa naga cahaya.

__ADS_1


"Nah sekarang bagaimana aku bisa menaklukkan roh yang tersisa, tapi Yansin sudah menghilangkannya, semoga saja tidak menjadi masalah." Ucap Hao Chen yang segera memulai proses penyerapan lagi.


Tapi ketika melakukan proses penyerapan lagi-lagi tidak ada perlawanan yang sengit ketika Hao Chen melakukan proses penyerapan, dimana lambang yang sama segera menyala ketika ia melakukan proses penyerapan.


Tanpa menerima masalah ataupun halangan Hao Chen terus menyerap kristal roh yang berasal dari dewa naga cahaya, dimana kekuatan cahaya yang terang dan murni segera berkumpul disekitar.


Ditambah lagi Martial Soul pedang Amethyst miliknya mulai menunjukkan warna emas samar, dikarenakan menyerap kristal roh tadi.


"Untuk sekarang aku memiliki kekuatan cahaya yang jauh lebih kuat dari pada milik Zhou Yuan, mungkin dewa naga cahaya adalah penguasa cahaya terhebat?" gumam Hao Chen yang segera berdiri dan meregangkan tubuhnya.


"Dua kristal roh telah selesai, teknik pondasi telah aku naikkan, sekarang tinggal membuat Seni Suci untuk kristal roh baruku, dan juga aku perlu meningkatkan pondasi ku dengan kuat." Ucap Hao Chen yang mulai mempersiapkan rencana pelatihannya.


Namun ada ekspresi pahit diwajahnya ketika Hao Chen memikirkan tentang pembabtisan petir bencana, karena kekuatan yang dia peroleh sekarang akan menambah bahaya saat pembabtisan petir bencana nantinya.


Tapi ia tidak memperdulikannya, karena jika dia terus bekerja keras maka dia akan mendapatkan hasil yang maksimal.


Sebelum pergi dari dunia kecilnya Hao Chen sempat membersihkan diri dan menganti pakaiannya, bahkan dia merasa nyaman dengan dunia kecilnya yang terlihat seperti surga yang luar biasa.


Bahkan Hao Chen tidak memperdulikan waktu yang telah ia buang ketika menikmati alam sekitar.


Sampai ketika Hao Chen kembali ke dunia nyata dia segera disambut oleh Su Yao yang saat ini sedang bermeditasi dengan tenang.


"Sepertinya aku akan tidur saja, lagi pula dari jumlah waktu yang ada disini seharusnya aku berada didunia kecilku kurang lebih enam bulan." Batin Hao Chen yang segera masuk kedalam selimut dan mulai menutup matanya untuk tidur.


"Hem...untuk Seni Suci Kun Peng nanti, apakah lebih baik aku sebut saja Lele terbang?" gumam Hao Chen dengan ide aneh.

__ADS_1


__ADS_2