
Sebenarnya butuh waktu dua hari lagi bagi Hao Chen agar mendapatkan izin dari Su Yao untuk melanjutkan perjalanannya menuju kedalam area keenam, setelah dia sadar Su Yao memarahinya habis-habisan dan memintanya untuk beristirahat sampai kondisinya dinyatakan benar-benar pulih, walaupun semenjak diberikan banyak harta surgawi dan obat tingkat tinggi tubuhnya sudah sangat baik.
Namun karena kali ini Hao Chen salah, mau tidak mau dia harus menuruti keinginan kekasihnya.
Saat mereka akan melanjutkan perjalanan Su Yao bertanya dengan khawatir, "Apa kau benar-benar yakin melanjutkan perjalanan ini? walaupun kau telah pulih, tapi jika hal yang sama terjadi kembali..."
Hao Chen tersenyum tipis dan menyentuh keningnya, "Sudah ku katakan, jika aku bukanlah orang yang pesimis dan tidak akan pernahku biarkan hal yang sama terjadi lagi."
"Hah...baiklah ayo kita pergi." Su Yao tidak bisa berkata apa-apa lagi, dan segera melangkah pergi sebab dia dapat melihat tekad yang dalam dari matanya.
Hao Chen hanya bisa menggelengkan kepalanya, sebab dia merasakan yakin jika Su Yao menyembunyikan sesuatu darinya, tapi dia tidak akan pernah membiarkannya menderita.
"Area kelima...aku datang!" Hao Chen segera menyusul dengan semangat.
Disaat Hao Chen beristirahat dalam waktu dua hari, Su Yao menceritakan jika tidak ada satupun harta atau herbal roh diarea keempat, sebab menara pencerahan adalah hal berharga ditempat itu.
Jadi Hao Chen bisa mengacuhkan tempat ini dan segera menuju ketempat yang dia sangat nantikan.
Ketika mereka berdua menginjakan kaki diarea kelima.
"Benar-benar racun api yang sangat menakutkan, untuk api hitam dapat mengatasinya." Hao Chen segera melirik keberbagai arah.
Tidak ada yang spesial tentang tempat ini, hanya saja bahaya yang ada pada area kelima pasti akan jauh lebih besar.
"Pertama-tama ayo kita memeriksa area ini dulu..." Hao Chen segera melepaskan kesadaran Ilahinya.
Disaat seluruh kesadaran Ilahinya mengisi area ini, dia tidak menemukan tanda-tanda kehidupan yang membuktikan jika teman-temannya sudah mencapai area terakhir, tapi yang menarik perhatiannya adalah sumber panas yang sangat mengerikan dipusat area kelima.
"Itu dia! disana aku bisa mempraktekkan dua Seni Rahasia yang akan menambah kekuatanku!" Hao Chen segera bersemangat setelah menemukan sumber panas tersebut.
"Apa kau menemukan sesuatu?" Su Yao segera bertanya.
"En! aku menemukan sesuatu yang bagus untuk menunjukkan kultivasiku, dan aku pasti akan memanfaatkannya dengan baik." Hao menjawab dengan penuh semangat.
"Hem...sepertinya kau telah mencapai tujuan akhirmu didunia pasir api ya?" Su Yao dapat memahami apa yang sedang ada dipikiran Hao Chen, sebab sangat sedikit hal yang bisa menarik perhatiannya.
"Ya, kalau kau? kalau aku tidak salah kau sedang mengincar api surgawi yang berada diarea terakhir bukan?" Hao Chen balik bertanya.
__ADS_1
"Sepertinya kau benar-benar bisa membaca pikiranku, tapi yah aku saat ini perlu api surgawi yang tersegel diarea terakhir." Su Yao segera malu untuk menyembunyikan tujuan aslinya.
"Hehehe...kau tidak perlu khawatir, kalau mau kau bisa meninggalkanku maka lakukan saja, lagi pula kau mungkin akan bosan menungguku." Ucap Hao Chen yang membaca pikirannya.
"T-Tapi bagaimana denganmu? apakah kau yakin akan baik-baik saja?" tanya Su Yao dengan khawatir.
"Kau sepertinya telah meremehkanku, aku tau saat ini kau mengkhawatirkan kondisiku, tapi kali ini aku benar-benar harus melakukannya.", Jawab Hao Chen dengan mata penuh tekad.
"Hah...baiklah kalau begitu jangan sampai memaksakan diri, dan juga aku pasti akan bertambah kuat untuk bisa terus disampingmu." Su Yao segera mencium bibir Hao Chen dengan lembut, dan setelahnya dia pergi menuju kearea terakhir.
"Jangan memaksakan diri ya? sepertinya kali ini aku akan dimarahi lagi." Hao Chen tidak bisa menyembunyikan senyum tak berdaya diwajahnya.
Setelah itu Hao Chen segera mempercepat langkahnya menuju kepusat area ke-lima.
Semakin Hao Chen mendekati pusat area ke-lima racun api dan panas semakin tinggi, bahkan tanpa disengaja Hao Chen menemukan beberapa jebakan, bahkan dia hadapannya saat ini terdapat ribuan beast api tingkat 9, dan buruknya lagi ada sekitar ratusan beast api tingkat sepuluh!
"Sepertinya area ini adalah inti dari hukum nebula bara api! bahkan penjaganya sekuat ini!!" Hao Chen tanpa sadar tersenyum pahit diwajahnya.
"ROARRRR!!!"
"Maju kalian hewan sialan!" Hao Chen segera meraih Martial Soul pedang Amethystnya yang tidak pernah digunakan selama memasuki dunia pasir api.
Tebasan demi tebasan dilancarkan oleh Hao Chen, jeritan ketakutan dan suara dentuman yang kuat terjadi waktu demi waktu.
Walaupun dikepung oleh ribuan besar api tingkat 9 dan 10 Hao Chen tidak berniat berhenti melangkah, setiap kemampuan dia kerahkan dengan kemampuan terbaiknya.
Sosok Hao Chen seperti seorang penguasa yang tidak terhenti, setiap jalur yang dilewati olehnya akan seperti diterjang badai yang menakutkan.
"BOOM!! BOOM!!"
Petir keuangan dan api hitam Hao Chen segera terlempar keberbagai penjuru, dan tebasan pedang tidak bisa dihentikan ketika dia terus maju tanpa berhenti.
"Roarrrr!!"
Secara tiba-tiba raungan keras dan menakutkan terdengar dari sebuah kawah yang merupakan tempat yang Hao Chen tuju.
Seekor naga yang berukuran lima ratus meter muncul dari kawah tersebut, aura panas yang menakutkan terpancar dari tubuhnya, dan itu bukalah beast api biasa melihat dari kekuatan yang berada dalam tubuhnya.
__ADS_1
"ROARRRR!!!"
Tanpa menunjukkan aba-aba untuk menyerang, naga api tersebut segera menyambar kearah Hao Chen dengan marah.
"Cih! jangan bercanda denganku!" Hao Chen tidak berhenti dan segera mempercepat langkahnya pada naga tersebut.
"Seni Suci Dewa Naga Ungu, tebasan pembawa kehancuran!" Hao Chen segera mengayunkan pedangnya dengan kuat.
Aura pedang yang membawa kekuatan kehancuran yang luar biasa mengarah pada naga api itu.
Tapi entah mengapa naga api itu tidak melarikan diri, melainkan dia segera menyemburkan api keemasan dari percaya diri.
"BOOOMM!!!" Dua serangan menakutkan saling bertubrukan sampai membuat langit diterangi oleh cahaya merah dan ungu.
"Kau benar-benar mahluk tak berotak!" Hao Chen secara tiba-tiba muncul tepat disampingnya wajah naga tersebut.
Energi dewa terkumpul pada tangan kanannya, dan Hao Chen segera memukulinya wajah naga itu sampai terjatuh dari langit.
"BAM! BAM! BAM! BAM!"
"Mentang-mentang kau bisa terbang, kau pikir bisa bertindak seenaknya?!" Hao Chen segera menginjak naga itu dengan keras.
"ROARRRR!!!" seperti seseorang yang kehilangan harga diri, naga itu entah mengapa meraung marah saat dia menyerang Hao Chen yang menginjak harga dirinya.
"Cih! sebaiknya kau mati saja naga idiot!!" Ucap Hao Chen yang segera melompat keatas.
Kekuatan melahap dari Kun Peng berkumpul disekitarnya dan secara perlahan membentuk sebuah tombak raksasa berwarna hitam pekat.
"Kau akan menjadi mahluk hidup pertama yang merasa kemampuan melahap dalam kontrol penuh!!" Hao Chen segera melempar tombak tersebut dengan kuat.
Naga itu berusaha untuk menghindari serang tombak tersebut, tapi secara tiba-tiba tubuhnya tidak bisa bergerak dan hanya bisa memberikan perlawanan sia-sia, sebab tombak itu juga melahap serangannya yang juga memperkuat kekuatan tombak itu.
"BOOOMM!!!"
"ROAARR...!!!" Naga itu tidak bisa berkutik saat tombak yang menancap ditubuhnya mulai menyerap seluruh kekuatannya, sampai ikut melahap kehidupannya dengan sangat cepat.
Hao Chen saja tidak bisa menyembunyikan rasa takjubnya saat tombak yang terbentuk dari kekuatan melahap mulai membunuhnya secara perlahan, didalam hatinya ia sangat berterimakasih pada kaisar dewa iblis Devouring Qin Zhigang, jika tidak dia tidak akan pernah mempelajari kemampuan Devouring kuno!
__ADS_1
Tapi sayangnya Hao Chen sedikit kesulitan untuk mengekstrak esensi dari naga api ini, sebab selain menyerap sumber kekuatan serta hidup musuh, kemampuan ini memiliki resiko yang dapat membunuh penggunaannya.
Namun Hao Chen beruntung kekuatan fisiknya bisa menampung energi yang dia serap, "Sepertinya Metode Energi Surga juga kesulitan menyaring energi yang telah diserap oleh kekuatan melahap, sebaiknya aku mulai mempraktekkan dua Seni Rahasia itu agar aku bisa bertambah kuat."