
Pulau Phoenix sekarang mulai dipenuhi oleh orang-orang muda dari berbagai penjuru kekaisaran manusia, mereka memiliki tujuan tersendiri untuk datang kemari. Entah itu menyatakan cinta pada orang yang dicintai, ataupun berkencan dipulau ini.
Puluhan kilometer dari pulau Phoenix, terdapat akademi Phoenix yang sangat terkenal akan wanita cantiknya. Bukan hanya itu semua wanita yang ada disana sangatlah kuat dan memiliki bakat yang luar biasa, jadi akan ada sedikit kesulitan untuk mendapatkan hati para wanita.
Tidak ada peraturan khusus pada saat festival, mereka hanya perlu berjalan-jalan melihat kesempatan yang ada. Asalkan mereka berhasil mendapatkan hati target mereka, maka mereka dapat dipastikan sukses dalam festival ini.
Pulau Phoenix telah dihiasi oleh banyak ornamen-ornamen yang romantis, nuansa yang nyaman, dan tempat-tempat yang indah menghiasi setiap sudut dipulau ini.
Sementara itu banyak sekali orang yang mulai berkumpul disebuah wilayah yang luas dibibir pantau pulau Phoenix, dimana perhatian mereka terfokus melihat kedatangan orang-orang kerajaan yang sengaja datang terlambat untuk mengambil perhatian.
Banyak orang yang tidak terlalu senang dengan kehadiran orang kerajaan, sebab mereka dicap sebagai orang yang suka mempermainkan perasaan orang lain. Bahkan mereka tidak segan-segan untuk mengusir mereka, jika bertindak berlebihan.
"Cih! aku paling benci dengan orang-orang kerajaan, terutama mereka yang berasal dari kerajaan besar."
"Benar! mereka tidak layak untuk hadiri disini."
"Aku tidak tau akan ada berapa orang yang perasaannya disakiti."
Tapi ditengah gosip tersebut, ada seseorang yang sedang melaporkan indentitasnya kepada penjaga disana.
"Mohon maaf yang mulia, walaupun anda berasal dari akademi langit cerah. Anda harus berpakaian formal untuk masuk kepulauan Phoenix, jika anda menggunakan jubah seperti ini...aku takut akan ada banyak kecurigaan." Ucap penjaga itu dengan sopan.
"Begitu ya...baiklah kalau begitu, tapi sayangnya aku tidak mengenakan pakaian formal. Karena aku hanya diminta mengawasi para murid." Ucap pria itu yang segera melepaskan jubah yang menutupinya.
"Astaga!"
"Siapa dia?"
Sontak ketika pria itu melepaskan jubah yang menutupinya, keributan segera terjadi. Para wanita segera menatap sosok laki-laki itu dengan wajah memerah, para pria juga kagum melihatnya.
Laki-laki itu memiliki wajah yang sangat tampan dan memiliki senyum lembut. Tubuhnya kekar namun ramping, ia memiliki rambut pendek lebat berwarna putih seputih salju, bola mata seperti lautan biru sebening kristal. Belum lagi senyum lembut dan ramah, membuat orang-orang yang melihatnya merasa nyaman.
Tapi setelah rasa kagum para wanita, perasaan kecewa segera menghiasi wajah mereka. Sebab mereka dapat merasakan, jika laki-laki itu telah memiliki seseorang yang dicintai, dan dari auranya saja, sudah memberi peringatan jika dia sudah dimiliki oleh seorang wanita.
Walaupun begitu mereka tidak membencinya, tapi mereka hanya bisa iri pada wanita yang mendapatkan hati laki-laki itu.
"Kak Yan...lihat laki-laki berambut putih itu, kenapa kau tidak mencoba untuk mendapatkannya?" tanya seorang wanita, pada wanita berambut merah disampingnya.
"Benar sekali Su Yan, jika kau mendapatkan hatinya kau pasti akan bahagia." Ucap temannya.
__ADS_1
Lalu wanita berambut merah itu hanya dapat tersenyum pahit dan menjawab, "Tidak ada gunanya. Lagi pula hanya dengan melihatnya saja, sudah dapat dipastikan jika dia memiliki orang yang sangat dicintainya."
"Senior Yan..." segera mereka berdua segera merasa sangat bersalah, ketika mengingat topik tersebut.
"Tidak apa, aku hanya bisa iri dengan wanita yang mendapatkan hati laki-laki itu. Andaikan saja aku lebih dulu darinya, aku pasti akan mendapatkan hati orang itu sekarang..."
"...Malam ini terasa sangat dingin, kapan malam yang dingin ini akan berakhir?" Su Yan segera menatap langit yang dipenuhi oleh bintang, dengan mata berkaca-kaca.
Ketika dia meninggalkan tempat tersebut, kedua wanita itu segera berbicara.
"Hah... senior Yan yang sangat menyedihkan, diakan wanita yang sangat baik."
"Benar! aku sekarang benar-benar membenci orang yang bernama Zhou Yuan itu! tega sekali dia pada kak Yan!"
"Sudah banyak sekali pertolongan yang diberikan oleh kak Yan, tapi Zhou Yuan sialan itu tidak dapat memahami perasaan kakak."
Disisi lain penjaga yang melihat wajah laki-laki itu hanya bisa tertegu, sebelum kembali sadar.
Penjaga itu segera bertanya, "Sebelum itu, bolehkah saya tau nama anda? karena saya akan memeriksa, apakah anda tamu khusus atau hanya seorang pengunjung."
Lalu laki-laki itu segera menjawab, "Namaku Hao Chen, aku berasal dari akademi langit cerah."
"Tidak apa, aku tidak mempersalahkan. Jadi apakah aku bisa masuk sekarang?" tanya Hao Chen.
"Aku Huo Yulong dari akademi langit biru, akan menemani anda berkeliling." Ucap seseorang yang tiba-tiba datang.
Dia adalah seorang pria tampan, dengan rambut biru gelap, dan bola mata yang memiliki warna keemasan samar. Dia terlihat seperti orang biasa, tapi Hao Chen dapat merasakan aura kepemimpinan darinya.
"Oh...kalau begitu ayo. Ngomong-ngomong namaku adalah Hao Chen, salam kenal." Ucap Hao Chen dengan sopan.
"Hahahaha! tidak perlulah seperti ini senior Chen, ayo kita pergi ketempat penyelenggara acara ini." Ucap Hou Yulong dengan hormat.
"Senior? bukannya dia lebih tua dariku? sepertinya setelah menembus ketingkat Dewa sejati. Aku memiliki aura kedewasaan yang kuat, tidak masalah juga." Batin Hao Chen sambil tersenyum tipis.
Kemudian Hao Chen dan Hou Yulong segera berkeliling kesetiap tempat yang ada di pulau Phoenix ini. Sementara itu Hao Chen cukup kagum dengan pembawaan Hou Yulong, memang orang-orang yang berasal dari akademi gerbang langit biru terkenal ramah dan sopan.
Tapi jika ada yang membuat masalah, mereka akan membalasnya tanpa segan sama sekali.
"Kakek kebun sialan! aku baru saja datang, dan dia langsung menyuruh secara paksa ketempat ini. Tapi karena dia mengatakan jika ia ada disini, maka dari itu aku mau." Batin Hao Chen sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Ditengah perjalanan mereka, seorang wanita yang dikenal oleh Hao Chen tiba-tiba muncul didepan mereka berdua, dan Hou Yulong segera memasang ekspresi senang.
"Hey! apakah kau berusaha lari dariku Yulong?!" tanya wanita itu dengan cemberut.
"Ayolah, aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya membantu tamu penting ini untuk berkeliling." Jawab Hou Yulong dengan ekspresi tak berdaya.
"Jadi ini kak Yuhan sekarang, dia benar-benar menjadi lebih cantik dari sebelumnya." Batin Hao Chen dengan senyum kecut.
"Siapa dia?" Lin Yuhan segera bertanya dengan bingung.
"Hehehehe, kenapa kak Yuhan sampai tidak mengenaliku? bukannya kak Yuhan membantuku untuk menggoda kak Yu waktu dijalan surgawi?" tanya Hao Chen sambil tersenyum.
"Tunggu! kau Hao Chen? kau benar-benar Hao Chen?!" keterkejutan segera muncul diwajah Lin Yuhan, walaupun dia mengenal Hao Chen.
Tapi penampilannya saat ini benar-benar berbeda, lebih tepatnya Hao Chen sudah banyak berkembang.
"Ka-kalian saling kenal?" Hou Yulong segera bertanya dengan kebingungan.
"Ya...dia adalah adiknya Hao Yu. Kau ingat waktu itu aku pernah menceritakan tentang adiknya yang bernama Hao Chen? dan didepan mu ini adalah dia." Jawab Lin Yuhan dengan senyum masam.
"Apa?!" segera Hou Yulong syok, sebab jika dia mengingatnya lagi. Usia Hao Chen sekarang harusnya delapan belas tahun lebih, dan dia malahan memanggilnya sebagai senior.
"Tidak aku sangka jika kau telah dewasa. Ngomong-ngomong kenapa kau kemari? apakah kau sedang mencari cinta disini?" tanya Lin Yuhan dengan senyum mengejek.
"Tidak...aku kesini atas permintaan akademi, dan ada beberapa hal yang perlu aku urus." Jawab Hao Chen dengan wajah datar.
"Hem...jadi ada dua orang yang dikirimkan oleh akademi untuk mengawasi orang-orang yang ada festival ya." Gumam Lin Yuhan sambil menganggukkan kepalanya.
"Ada dua? tapi aku diberi tahu jika hanya aku saja yang dikirimkan. Siapa orang itu?" tanya Hao Chen dengan bingung.
"Oh...kalau kau ingin tau, coba saja kau pergi ke pohon kasih sayang. Dia saat ini sedang berjaga disana. "Jawab Lin Yuhan sambil menunjuk kearah dua pohon yang ada diatas gunung.
"Aku akan memeriksanya, karena aku tidak mengetahui apapun, agar tidak terjadi sesuatu yang diinginkan lebih baik aku memeriksanya." Ucap Hao Chen sambil melambaikan tangannya, dan segera pergi.
Lalu ketika Hao Chen telah menjauh, Lin Yuhan segera merangkul lengan Hou Yulong dan berkata, "Apakah kau merasakan sesuatu yang aneh padanya?"
"Aku benar-benar syok mendengar jika baru berusia delapan belas tahun, padahal aku memanggilnya sebagai senior." Ucap Hou Yulong dengan ekspresi suram.
"Kau tidak perlu seperti itu, lagi pula Hao Yu mengatakan, jika Kekuatannya itu sangat mengerikan ketika dia bertemu dengannya dua tahun lalu. Jika untuk sekarang aku tidak tau sekuat apa dia." Kata Lin Yuhan dengan lembut.
__ADS_1
Secara tiba-tiba Lin Yuhan tersadar akan sesuatu, "Ah! aku lupa memberi tahu, jika orang yang dikirimkan oleh akademi langit cerah yang lain, bernama Su Yao." Ucapnya dengan kaget.