
Disaat ini tim Zhou Yuan dan tim Bing Tian, sedang bersiap untuk bertarung.
Tapi sikap Hao Chen dan Su Yao benar-benar aneh, karena tim mereka telah dihina habis-habisan bahkan sampai berani mengejek orang tua mereka.
Karena Zhou Yuan dan Ling Feng paham jika Hao Chen paling tidak senang, jika kedua orangtuanya dihina.
"Bagaimana ini?" tanya Ling Feng dengan keringat dingin.
"Aku juga tidak tau, semoga saja kak Chen bisa menahan diri!" jawab Ling Feng.
"Kenapa kalian malah takut pada rekan satu tim kalian?" tanya Qi Zijing.
"Bodoh! apakah kau tidak tau jika kak Chen itu paling tidak suka jika kedua orangtuanya dihina? kau juga tau kak Chen itu akan kejam, jadi dia pasti akan membunuh mereka!" jawab Zhou Yuan.
Sontak Qi Zijing dan Su Yao kaget mendengar perkataan Zhou Yuan, lalu mereka segera melirik kearah Hao Chen yang saat ini mulai mengeluarkan aura menakutkan.
"Apakah tidak ada cara untuk menghentikannya?" tanya Qi Zijing.
"Tidak ada sama sekali, karena jika kak Chen marah maka disitulah akhir hidup musuhnya!" jawab Ling Feng.
Lalu disaat yang sama pertempuran akan segera dimulai, dimana tim Bing Tian masih saja arogan tanpa menyadari bahwa mereka akan mengalami sesuatu yang tidak baik.
"Mulai!"
Ketika perintah muncul seluruh tim Bing Tian maju dengan sombong, sementara itu Hao Chen segera melangkah maju dengan pelan.
"Hahahaha....! kau ingin menjadi pertama?" tanya salah satu orang yang ada ditim Bing Tian.
Tapi tekanan menakutkan muncul dan menjatuhkan mereka semua kelantai.
"Ugh...! siapakah yang melepaskan tekanan ini?!" ucap semua tim Bing Tian.
Segera mereka melihat sosok dengan aura putih kehitaman muncul, ditambah dengan gerakan tangan seperti menekan.
"Kalian harus tau jika aku paling tidak suka dengan orang yang bersifat arogan, ditambah lagi jika dia menghina orang tuaku!" ucap Hao Chen yang mendekati mereka yang saat ini tersungkur dilantai.
"Sial! dasar bocah bangs*t" ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1
Tapi "Bam...!" sebuah tendangan keras melayang ke wajahnya yang membuat dia terlempar.
Lalu dengan menggunakan kekuatan gravitasi, Hao Chen menarik dia kembali dan segera membantingnya kelantai dengan keras.
Tidak hanya sampai disitu Hao Chen dengan keras segera menginjak kaki kanan orang tersebut dengan keras "Krak...!", suara tulang patah terdengar jelas di seluruh arena.
"AAAAAAA.....!" teriak kesakitan muncul dari orang itu.
Bukan hanya sampai disitu Hao Chen juga ikut menginjak-injak semua bagian tubuhnya dengan keras.
Seluruh tulang remuk oleh keganasan Hao Chen, lalu dia segera memberikan penutupan dengan menginjak wajahnya dengan keras.
"Ingat apa yang kau katakan tadi? membuat orang tua kami tidak bisa mengenali kami?" tanya Hao Chen sambil terus menginjak wajahnya.
setelah itu Hao Chen segera membantingnya berkali-kali, tanpa peduli dia menderita kesakitan.
Setelah itu Hao Chen melanjutkan ketim yang lain, dengan cara yang sama bahkan semakin kejam.
Lima orang langsung terkapar dengan kondisi hancur oleh Hao Chen dalam sekejap, tapi dia tidak segera berhenti malah dengan menggunakan elemen cahaya dan air Hao Chen segera menyembuhkan mereka.
Menghancurkan tulang mereka,membanting mereka dengan keras, menginjak-injak dan membakar mereka semua.
Harusnya mereka sudah mati dengan cara Hao Chen menyerang mereka, tapi setiap kali mereka sekarat dan akan mati Hao Chen segera menyembuhkan mereka, lalu melanjutkannya lagi dengan cara semakin kejam.
"BOOOM! BAM! KRAK!" suara-suara yang menakutkan ketika Hao Chen yang tanpa ampun terus-menerus menyerang mereka.
Bahkan para penonton menjadi merinding dan ketakutan melihat kejamnya Hao Chen.
Sementara itu Zhou Yuan dan lainnya hanya bisa diam melihat Hao Chen menghancurkan lawannya tanpa adanya ampun.
"Di-Dia memang sekejam ini?!" tanya Qi Zijing dengan keringat dingin.
"Ini belum seberapa, kau belum melihat kak Chen yang sampai bisa membakar roh orang tersebut dan lainnya!" jawab Zhou Yuan.
"Apakah dia selalu bertarung seperti ini?" tanya Su Yao dengan takut.
"Tidak juga, kak Chen jarang seperti ini kecuali ada yang membuat dia kesal, seperti jika kedua orangtuanya dihina!" Jawab Ling Feng.
__ADS_1
"Karena kak Chen sangat menyayangi kedua orangtuanya, bahkan orang tuanya sampai harus berkorban banyak agar Hao Chen bisa menjalani hidupnya." Sambung Zhou Yuan.
Setelah mendengar perkataan mereka berdua Su Yao tidak lagi menjadi takut, tapi penasaran dengan apa yang dialami Hao Chen sampai dia sesedih itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan dia?" tanya Su Yao dalam hatinya.
Disaat yang sama suara penderitaan dari mereka mulai berhenti, karena suara mereka habis akibat berteriak-teriak.
Mereka hanya bisa menderita tanpa bisa bersuara, bahkan Hao Chen tidak peduli dengan apa yang dialami mereka.
Sampai tiba-tiba muncul suara marah yang muncul "Kau berani-beraninya menyakiti muridku!"
Dengan mendadak seseorang segera masuk kedalam arena dan menyerang Hao Chen, tapi Hao Chen tidak peduli dan terus menyerang mereka tanpa ampun.
"Dasar bocah kurang ajar!" ucap pria itu.
Tapi sebuah serangan tiba-tiba datang dan menyerang pria itu dengan cepat.
"Bam!" dengan kondisi terluka pria itu segera melirik keasal serangan tadi, dimana sosok wanita cantik muncul yang tidak lain adalah Yiyi.
"Apa maksudnya kau ikut campur dengan pertarungan mereka?!" tanya Yiyi dengan marah.
"Apa maksud mu? apakah kau tidak melihat bocah bangs*k itu menyiksa muridku!" jawab pria itu dengan marah.
"Kau memang benar-benar bodoh dan konyol, jelas-jelas muridmu yang pertama kali memprovokasi muridku bahkan sampai menghina orang tua mereka, kau pikir aku tidak tau?!" tanya Yiyi yang segera melepaskan kekuatannya.
"Juga murid-muridmu itu adalah seorang senior bagi mereka, kau harusnya sadar jika mereka dalam keadaan terpuruk seperti itu berarti mereka lemah!" sambung Yiyi dengan marah.
Segera pria itu tak bisa berbuat apa-apa karena dia sangat lemah, jika dibandingkan Yiyi.
Dia pun hanya bisa menyeringai melihat murid-muridnya dihancurkan oleh Hao Chen dengan kejam.
Setelah waktu berselang lama, Hao Chen pun segera berhenti dan melempar mereka semua keluar dari arena dengan keras.
Lalu dengan acuh Hao Chen segera meninggalkan tempat itu, tapi setelah itu dia berhenti sejenak.
"Ini hanya peringatan saja, jika kalian masih saja menghina kedua orangtuaku maka aku tidak akan segan-segan lagi, camkan itu!" ucap Hao Chen dengan niat membunuh tajam.
__ADS_1