
Semua orang terkejut ketika sebuah ledakan yang mengerikan muncul secara tiba-tiba, ledakan tersebut sangat menakutan sampai-sampai membuat bebatuan disekitarnya berhamburan kemana-mana.
"Agrhhhh!!"
"Tolong aku!"
Karena terpengaruh oleh hukum nebula bara api, batu-batu yang berhamburan tersebut seperti sebuah meteor yang jatuh dari langit, sangat panas, sampai-sampai hanya terkena sedikit sudah bisa membuat orang-orang yang berada diranah Dewa awal mati seketika.
Lalu ada dua bongkahan batu raksasa yang sangat panas segera mengarah pada Hao Chen dan Su Yao, tapi entah mereka berdua masih tenang dan tidak terganggu oleh kekacauan yang ada disekitarnya, seolah-olah mereka tidak akan pernah terkena bahaya sama sekali.
Melihat hal tersebut semua orang yang ada disana tersenyum sinis dan berharap agar mereka berdua mati.
"Awas didepan kalian!!" Chang Feng berseru keras.
"Apa yang kau lakukan?! biarkan saja mereka mati oleh bongkahan tersebut!" Ucap Lou Qian dan Sun Jian Yi dengan marah, tidak hanya mereka berdua seluruh orang setuju dengan pemikiran kedua orang itu.
Tapi kematian yang mereka harapkan tidak terjadi, sebab disaat itu juga mata Hao Chen dan Su Yao segera terbuka.
Mereka menatap bongkahan tersebut dengan dingin, Su Yao segera melakukan pukul biasa dengan santai, sementara Hao Chen hanya diam dan menatap bongkahan tersebut dengan cahaya merah dimatanya.
"BOOMM!!! Slaas!!"
Kedua bongkahan tersebut musnah tak bersisa, dan hal tersebut membuat mereka semua menjatuhkan rahang mereka dengan kaget.
"Menakutkan!!"
Beberapa saat kemudian cahaya merah keemasan bersinar terang, dan disaat cahaya tersebut redup, enam buah berwarna merah dengan kelap-kelip emas muncul, dan satunya memiliki warna yang paling terang.
"Tidak mungkin! ada enam buah!!!"
Semua segera tersenyum girang dan dipenuhi oleh kegembiraan yang mendalam dari matanya, tapi keserakahan yang sangat dalam juga dapat terlihat jelas dari ekspresi mereka.
"Buah itu milikku!!!" Sun Jian Yi segera bertindak duluan.
Tapi disaat yang sama sebuah petir segera menghalangi tindakannya, "Senior Lou!!"
Walaupun Lou Qian memiliki ketertarikan dengan Sun Jian Yi, tapi jika menyia-nyiakan kesempatan didepannya, itu sama saja seperti orang bodoh yang telah dimanfaatkan.
"Hahahaha! kalian sekumpulan orang tol*l!! buah bintang merah milikku!!" Salah satu orang meraung dengan bangga.
__ADS_1
Tapi sebuah tombak segera mengarah padanya dengan cepat, sehingga sebelum dia menyentuh buah tersebut, dia terpental jauh dengan tubuh yang langsung terbakar oleh aura biru gelap.
"Sialan! jika wanita itu masih hidup, kita tidak akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan buahnya!" Sun Jian Yi segera bertindak, sebab dia ingat dengan jelas ketika Su Yao menghajarnya dan murid sektenya habis-habisan.
"Sebelum kita berurusan dengan buah tersebut, ayo kita habis wanita itu dan pria yang memiliki aura merah aneh ditubuhnya itu!!" Lou Qian segera memerintahkan.
Walaupun mereka tidak menyukai sikap sok berkuasa Lou Qian dan orang-orang yang memiliki pengaruh yang besar, perkataan mereka memang patut disetujui, sebab Su Yao dan Hao Chen akan menjadi ancaman yang sangat mengerikan.
Su Yao yang melihat hal tersebut hanya tersenyum tipis, dia mengerakan jarinya dengan lembut, dan beberapa tebasan segera mengarah pada mereka yang berusaha membunuhnya.
Karena mereka tidak merasakan apapun dari tebasan tersebut, mereka dengan penuh percaya diri menerobos tebasan Su Yao, sehingga tanpa disadari tubuh mereka telah terbelah menjadi dua.
"AAAAAAAA!!!"
"Kenapa ada retakan ruang disini!!!"
Mereka terlalu ceroboh sampai tidak menyadari jika tebasan yang tidak memiliki energi apapun tersebut adalah Space Blade Su Yao, setelah mendapat petunjuk dan berlatih dibawah bimbingan Hao Chen, kontrol dan kekuatan dari Space Blade nya berkembang pesat.
"Itu retakan ruang! hindari serangan tersebut atau kalian akan terpenggal!" Sun Jian Yi memperingati dengan keras.
Mereka yang awalnya percaya diri untuk menghadapi Su Yao segera mundur.
Lalu ratusan tombak giok yang indah muncul dibelakangnya, setiap tombak mengandung hawa tombaknya yang ditambah dengan aura Dewa Yaksha.
"Matilah kalian semua." Ucap Su Yao dengan pelan.
Disaat itu juga tombak-tombak tersebut melesat dengan cepat kearah mereka.
"Agrhhhh!!!"
"Tolong aku!"
Satu persatu tombak-tombak tersebut melubangi tubuh mereka dengan kejam, dan disaat yang sama ada juga yang terbakar oleh aura Dewa Yaksha, pertarungan tersebut secara singkat dimenangkan oleh Su Yao dengan mudah.
"Hoh...masih hidup rupanya." Su Yao sedikit tersenyum melihat sosok Sun Jian Yi yang sedang dalam kondisi buruk, tapi mata Su Yao samar-samar melihat sebuah kemampuan penggoda disekitarnya.
"Mengorbankan orang lain dengan menggunakan kemampuan penggoda? cukup pintar." Su Yao memujinya dengan senyum menakutkan, tapi suara jeritan menakutkan segera membuatnya berbalik kearah Hao Chen.
Su Yao tertegu melihat beberapa orang berteriak kesakitan dan mata mereka memutih seakan jiwa mereka sedang dihancurkan, disaat yang sama bulu kuduknya berdiri melihat mata Hao Chen yang berwarna merah darah seperti seorang malaikat pencabut nyawa yang siapa membunuh kapan saja.
__ADS_1
Bahkan dia yang awalnya ingin bergerak untuk mengambil semua buah bintang merah tidak berani bergerak sama sekali, tapi ketika sebuah lambang naga dengan pedang muncul di keningnya aura menakutkan Hao Chen segera hilang disekitarnya.
"Ini...cahaya warna-warni apa ini?" Su Yao hanya bisa diam, dan segera bergerak cepat untuk mengambil keenam buah tersebut.
Setelah beberapa saat Hao Chen segera menghilangkan aura dewa Ashura nya, dan Su Yao melihat hal tersebut segera berdiri disampingnya.
"Ini kau yang mengatur pembagian buahnya." Ucap Su Yao sambil tersenyum.
"Kau yakin? bagaimana jika aku ingin semuanya?" Hao Chen bertanya dengan senyum menakutan.
Su Yao segera terkejut ketika merasakan senyum tersebut, tapi dia segera memasang ekspresi memelas dan berkata, "Apa kau tega memperlakukan kekasihmu ini seperti itu? aku juga ikut bekerja keras."
Walaupun dalam kondisi menyamar, Hao Chen dapat dengan jelas melihat penampilan aslinya yang sangat menawan, dan entah mengapa sulit menolak keinginan jahat dihati melihat Su Yao seperti itu.
Tapi Hao Chen segera mengelengkan kepalanya, dan dengan santai memukul pantatnya.
"Pak!" walaupun tidak terlalu keras, Su Yao segera memerah ketika diperlakukan seperti itu, dia tidak melawan justru memasang ekspresi cemberut.
"Baiklah aku akan membaginya, lagi pula aku tidak sejahat itu padamu." Hao Chen tersenyum lembut, dan menyerahkan buah bintang merah padanya.
"Dua setengah saja?" Su Yao menjadi bingung dan memasang ekspresi tidak adil.
Tapi setelah itu dia terkejut melihat Hao Chen mengambil sesuatu dari buah yang memiliki warna yang berbeda dengan buah bintang merah lainnya, dan sebuah biji yang mengandung energi kehidupan segera diberikan padanya.
"Apa ini?" Su Yao bertanya.
"Itu adalah biji buah bintang merah, jika kau menanamnya dengan cara yang benar, kau bisa memiliki banyak buah bintang merah jika sudah tumbuh nantinya." Hao Chen menjawabnya dengan santai.
"Um...aku mengerti!" Su Yao mengangguk.
Setelah itu Hao Chen secara tiba-tiba muncul dihadapan Chang Feng dan itu membuatnya terkejut, awalnya dia sangat takut akan dibunuh oleh Hao Chen.
Tapi Chang Feng dikejutkan ketika Hao Chen menyerahkan sebuah kotak yang ternyata berisi potongan kecil buah bintang merah, dia menatap buah roh tersebut dengan bingung.
"Hadiah kecil dariku, karena kau berusaha menolongku walaupun hanya berusaha membangunkan dengan teriakan saja." Ucap Hao Chen sambil tersenyum tipis, dan setelah itu dia segera pergi bersama dengan Su Yao.
Dalam perjalanan menuju area berikutnya Su Yao segera berkata, "Kau memberikan potongan buah tersebut karena dia berusaha menolong kita bukan?"
Hao Chen tersenyum dan menjawab, "Aku tidak pernah peduli dengan mereka bahkan jika aku membunuh semua orang, tapi karena orang yang bernama Chang Feng itu ingin menolong kita, sudah seharusnya aku membalas kebaikannya."
__ADS_1