
Setelah pagi menjelang, Hao Chen berserta temannya segera pergi menuju lokasi tempat dunia pasir api dibuka, mereka memilih untuk santai dari pada terburu-buru.
Memang berdasarkan rencana awal semuanya pasti akan berjalan mulus, tapi sebuah kejadian tak terduga membuat rencana Hao Chen berantakan, walaupun tidak berpengaruh pada Hao Chen dan lainnya.
Tapi Zhou Yuan dalam masalah sekarang, sebab dua wanita yang dia kenal juga ikut bersama mereka. Semua ini awalnya disebabkan karena terbongkarnya penyamaran Zhou Yuan dan Meng Zhu, untungnya yang melihat penampilan asli mereka bukan musuh.
"Senior Wu, kenapa kau mengikuti kami? bukannya senior kemarin bersama dengan kelompokmu?" Zhou Yuan bertanya dengan bingung.
"Memangnya kenapa? aku bukan pemimpin mereka juga, terlebih lagi jika aku mengikutimu keberuntunganku pasti akan meningkatkan." Jawab wanita itu dengan senyum menggoda.
Wanita yang mengikuti Zhou Yuan itu bernama Wu Yi, murid terkemuka dari akademi Gerbang Surga, memiliki Martial Soul Tungku Phoenix Hijau yang dikenal sebagai Martial Soul tipe Alat yang terbaik, selain bisa digunakan sebagai kemampuan bertarung, martial soul tersebut dapat berfungsi sebagai tungku untuk membuat artefak ataupun Pill.
Selain itu Wu Yi dikenal sebagai salah satu wanita tercantik dibenua Holy Peak. Rambut hitam kehijauan, mata hijau cerah, tubuh yang menggoda dan menggairahkan, serta wajah yang sangat cantik. Tidak ada satupun pria yang akan menolak wanita seperti dirinya.
"Ngomong-ngomong aku telah mengenal semua rekanmu, tapi siapa kedua orang itu, apakah dia juga temanmu juga?" Wu Yi bertanya dengan penasaran.
Hao Chen dan Su Yao segera tersenyum tipis, Zhou Yuan yang melihat senyum mereka segera merasa tidak nyaman, dan ketika mereka berdua melepaskan penyamarannya Wu Yi segera terkejut dengan penampilan mereka berdua.
"Siapa kalian?" Wu Yi bertanya dengan ekspresi terkejut.
Wu Yi sangat percaya diri dengan kecantikannya, tapi setelah melihat penampilan Su Yao yang asli, entah mengapa kepercayaan dirinya langsung runtuh. Jika Wu Yi dianggap sebagai putri dari sebuah kerajaan, maka Su Yao bisa dilambangkan sosok Dewi yang membawa perasaan dunia lain.
Zhou Yuan hanya bisa menghela nafas, "Pria itu bernama Hao Chen, dia adalah saudara bersumpah ku lebih tepatnya dia merupakan kakak ku. Lalu wanita itu adalah kekasihnya Su Yao."
Wu Yi segera berbalik menatap sosok Hao Chen yang memiliki sikap dingin dengan wajah yang tampan, walaupun tidak setampan Zhou Yuan. Sosok Hao Chen membawa perasaan nyaman dan aman, tapi yang membuat Wu Yi sangat iri adalah kesetiaan dimatanya, yang bisa membuat wanita yang melihatnya sudah tau jika dia sudah memiliki wanita yang dicintainya.
__ADS_1
"S-Salam kenal, aku Wu Yi dari akademi Gerbang Surga." Wu Yi memperkenalkan diri dengan gugup.
"Kau tidak perlu gugup seperti itu, kau bisa memanggilku kakak ipar jika mau." Ucap Su Yao sambil tersenyum licik.
"APA?!" Zhou Yuan dan lainnya segera kaget bahkan dua wanita dibelakangnya seperti syok.
"Kak Yao! apa maksudnya perkataan mu itu?!!" Zhou Yuan bertanya dengan wajah memerah.
"Hem? memangnya kenapa? kau bilang Hao Chen adalah sosok kakak, jadi sebagai kekasihnya aku secara alami akan menjadi kakak iparmu, tentunya wanitamu juga harus memanggilku sebagai kakak ipar." Su Yao menjawabnya dengan senyum manis.
"Tidak!!!" segera dua gadis dibelakangnya menolak dengan keras, dimana kedua wanita itu tidak lain adalah Meng Zhu dan Su Yan.
"Hehehehe, kenapa kalian berdua bersikap seperti it...aw! aw! aw!" sebelum Su Yao menyelesaikan kata-katanya, Hao Chen segera mencubit pipinya.
"Berhenti menambah minyak diantara mereka bertiga, apakah kau tidak menyadari suasana dari tadi sudah sangat panas?" Hao Chen berkata dengan pelan.
Tapi apa yang dikatakan oleh Su Yao tidak salah, hanya karena kata-katanya mereka semua segera tersipu, terutama tiga gadis yang diam-diam telah jatuh cinta pada Zhou Yuan.
Karena tidak ingin sikap centil Su Yao menimbulkan masalah, Hao Chen segera menggendong Su Yao seperti seekor kucing, sehingga tindakannya membuat Su Yao dan lainnya terkejut atas tindakannya.
"Karena kalian terlalu lambat, aku akan pergi duluan. Lalu apa yang diucapkan oleh Su Yao jangan terlalu dipikirkan, tapi jika kalian benar-benar nyaman memanggilku seperti itu...aku akan mengizinkannya."
Setelah selesai mengucapkan kata-katanya Hao Chen segera melesat dengan cepat meninggalkan mereka, sementara itu Su Yao hanya bisa meraung-raung seperti kucing yang sedang marah.
"Lepaskan aku! apa kau tidak bisa menggendongku dengan cara yang lebih mesra? kenapa kau memperlakukan seperti seekor kucing?!" Su Yao bertanya dengan marah sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Hao Chen.
__ADS_1
Hao Chen hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap centil Su Yao, bukannya dia merasa tidak nyaman dengan sikapnya itu. Tapi jika dia melakukannya pada saudara bersumpahnya, terutama pada Zhou Yuan yang entah mengapa menjadi rebutan wanita.
Takutnya nasib buruk akan menimpa mereka, bahkan hanya dengan perkataannya barusan sudah memicu sesuatu yang buruk, maka dari itu menjauhkan Su Yao dari mereka adalah pilihan terbaik.
"Jika kau tidak bersikap terlalu centil pada mereka aku tidak akan memperlakukanmu seperti ini, dan aku melakukan ini sebagai hukum untukmu." Hao Chen menjawabnya dengan ekspresi datar.
"Itu...Hump! terserah saja!" Su Yao memalingkan wajahnya dan segera pasrah, karena kali ini dia benar-benar mengaku salah.
Hao Chen hanya bisa menghela nafas panjang, dan mempercepat langkahnya.
**
Hanya dalam beberapa menit Hao Chen telah sampai ketitik dimana dunia pasir api akan dibuka, tentu saja mereka segera mengaktifkan penyamarannya kembali, namun kali ini mereka berdua lebih memilih untuk menggunakan penyamaran yang membuat mereka terlihat kuat dan mendominasi.
"Sepertinya orang yang ingin memasuki dunia pasir api sangat banyak, akan sulit untuk bersaing nantinya." Hao Chen melirik kesetiap orang yang hadir, dan rata-rata mereka berasal dari sekte atau keluarga yang memiliki pengaruh besar.
Memang benar jika terdapat banyak harta berharga didalam dunia pasir api, tapi jika ingin masuk kedalam sana seseorang harus memiliki persiapan yang matang, dan memiliki kekuatan yang lebih untuk menghadapi masalah yang akan datang.
Jadi hanya orang-orang nekat atau mereka yang memiliki pengaruh saja yang bisa masuk tanpa khawatir, dan itu juga tidak menjadi jaminan mereka akan selamat.
Tapi mereka segera menyadari banyak sekali tatapan orang-orang menuju kearah mereka berdua, memang benar Hao Chen dan Su Yao tidak menggunakan penyamaran yang sama saat dipelelangan, jadi wajar saja mereka direndahkan oleh mereka.
"Cih! lihat saja jika mereka berani memonopoli dunia pasir api nanti, maka aku tidak akan segan-segan membunuh mereka dan membuat mereka paham arti dari memohon untuk mati!" Su Yao segera memperlihatkan sosok dingin dan tak kenal ampun dari matanya.
Selain bahaya yang ada didalam dunia pasir api, orang-orang seperti mereka yang ingin merebut harta orang lain harus lebih diwaspadai. Jika kau lemah, kau akan dijadikan sebagai sasaran empuk bagi mereka.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, Su Yao terasa menjadi sangat berbeda sekarang. Tapi aku menyukai sikapnya yang sekarang, pelatihan dari Dewi pembantaian Yaksha, benar-benar membuatnya lebih tajam dan tegas." Puji Hao Chen dalam hatinya.