
Setelah canda gurau mereka bertiga,akhirnya mereka memutuskan untuk berpencar untuk mengelilingi kota,Zhou yuan dan Ling feng pergi untuk membeli kristal hewan jiwa diaula jiwa sementara Hao chen pergi sendiri untuk mencari bahan untuk persiapan menaikan tingkat teknik pondasinya.
"aku tidak menyangka bahwa aku telah mendapatkan inti pohon abadi dan inti pohon kehidupan sekaligus ditempat ini dengan gratis ditambah lagi usia masing-masing inti pohon ini berusia miliyaran tahun"kata Hao chen sambil memegang dua buah benda yang seperti bibit yang satu berwarna kuning dan yang lainnya berwarna coklat.
"dua bahan untuk persiapan teknik tubuh telah selesai ditambah kualitasnya benar-benar luar biasa,tapi sayangnya bahan untuk teknik pondasi tidak bisa aku temukan ditempat ini "kata Hao chen sambil menghela nafas berat.
"sebaiknya aku berjalan-jalan kehutan terlebih dahulu,siapa tau aku akan menemukan Phoenix es surgawi atau hewan jiwa yang memiliki kekuatan yang hebat"kata Hao chen yang langsung bergerak cepat.
Setelah berjalan selama kurang lebih satu jam Hao chen menjadi bingung karena tidak ada satu pun hewan jiwa atau mahluk hidup lainnya.
"apa-apaan ini bagaimana bisa tidak ada satu pun mahluk hidup"kata Hao chen yang kesal karena apa yang dia lihat hanya lah dataran putih salju yang dingin.
Lalu entah mengapa Hao chen mulai pusing dan mulai melihat hal-hal aneh.
"Hao chen...!"suara seorang wanita yang sangat akrab segera terdengar oleh Hao chen.
"i-ibu...!?"kata Hao chen dengan kaget ketika melihat sosok wanita tersebut.
"tidak...tidak ini tidak benar"kata Hao chen.
"nak ini kami kemarilah"lagi-lagi suara pria yang tidak lain adalah ayah Hao chen yang berada disamping ibunya.
"ibu...ayah,kenapa kalian ada disini"kata Hao chen dengan air mata mulai mengalir.
"kami berhasil menemukan tempat persembunyian agar kita bertiga bisa hidup bersama dengan tenang"kata Hao tian dengan air mata mengalir.
"benarkah?"kata Hao chen dengan gembira
"tidak ini salah!!!,pasti ada penyebabnya itu tidak mungkin mereka"kata Hao chen yang sekarang mulai kewalahan.
"Hao chen ada apa kau membenci kami?,maafkan kami jika kami membuatmu marah"kata Li qingchan sambil mengeluarkan air mata.
__ADS_1
"tidak...tidak aku tidak membenci kalian"teriak Hao chen yang mulai mendekati ayah dan ibunya.
Entah itu ilusi atau tidak bagi Hao chen sulit menangani ilusi seperti ini,emosinya saat ini tidak dapat terkendali,setelah tujuh tahun berpisah Hao chen jelas akan merindukan orang tuanya.
Namun entah mengapa ada kilatan aneh dipikirannya yang membuat dia merasakan sesuatu yang aneh dan kembali sadar,lalu entah mengapa dia langsung pingsan.
Setelah beberapa saat dia pingsan ada beberapa orang yang mendatangi Hao chen.
"kau melihatnya tadi?"kata seorang pria yang agak tampan.
"aku melihatnya sendiri sepertinya ilusi tadi sangat menyakitinya"kata seorang wanita disebelahnya.
"sepertinya dia akan bernasib seperti kita,ketika kita mengantarnya kekuil nanti benarkan Gu wan"kata pria itu pada wanita disampingnya.
"kau benar Gu fan,ini benar-benar merepotkan kita harus melalukan hal yang menjijikan seperti ini,sebenarnya tidak enak memaksa sesorang"kata Gu wan.
"sudahlah ayo kita antar dia kekuil"kata Gu fan.
Hao chen beruntung bahwa kalung pemberian gurunya berhasil menepis serangan mental yang kuat ketika Hao chen sudah sadar bahwa ini adalah ilusi buatan,karena dia ingin tau apa yang sebenarnya terjadi dia memutuskan untuk pura-pura pingsan.
Setelah Hao chen digotong selama dua jam lebih dia pada akhirnya sampai disebuah bangunan putih dan besar disertai patung-patung kuno disetiap jalannya,namun ada semacam energi pelindung aneh ketika mereka memasuki gerbang.
"saudara pemuja Dewa takdir kami berdua berhasil mendapatkan seseorang yang baru"kata Gu fan.
"baiklah silahkan masuk"kata Penjaga yang mengenakan jubah putih disertai tulisan kuno.
Setelah itu Hao chen segera dibaringkan dalam sebuah ruang penjara yang kemudian dia segera ditinggalakan.
"apa yang sebenarnya terjadi,mereka menyembah dewa?"kata Hao chen dalam batinnya.
"kenapa? bukankah didunia ini banyak orang yang bisa menjadi dewa jika dewa alam ilahi maka lain ceritanya...Dewa takdir?"dengan bingung Hao chen terus memikirkan itu secara terus menerus.
__ADS_1
Karena Hao chen memiliki ingatan dikehidupan sebelumnya dia percaya dengan Tuhan walau pun mulai menurun *(ingat...ya jangan kalian sangkut pautkan dengan kepercayaan manapun,ini kita ambil aja arti disila pertama pancasila yaitu 'Ketuhanan Yang Maha Esa' oke!!!🤗🤗🤗).
Lalu setelah banyak pikiran Kemudian Hao chen segera diangkut kembali namun oleh orang yang berbeda,kemudian entah mengapa Hao chen dibaringkan kesebuah altar.
Lalu sebuah suara keras dari seorang pria yang agak tua dengan jubah putih"wahai para penyembah dewa takdir sini kita akan melakukan upacara penyambutan teman baru yang memilih percaya kepada dewa takdir"
Lalu pria itu segera mengangkat tangannya yang kemudian muncul sebuah tulisan kuno yang aneh,lalu pria itu berbicara"menurut perkataan sang dewa takdir dia akan menjadi pembersih kuil selamanya"
"terimakasih kepada sang dewa takdir telah memberikan petunjuk"kata mereka yang ada didalam aula itu.
Kemudian pria itu segera membuka sebuah kotak yang berisi sebuah setempel yang kemudian dia seperti membacakan sebuah mantra.
Namun Hao chen segera panik karena berdasakan pengamatannya itu adalah sebuah segel paksaan yang dimana membuat seseorang akan dipaksa mengikuti perintah jika tidak maka akan ada rasa sakit yang luar biasa.
"sial rupanya ini semua kebohongan,pasti pria tua itu yang merencanakan semua ini bagaimana dia sampai menemukan segel itu!?"kata Hao chen dalam benaknya.
Kemudian tiga orang prajurit segera maju dan menerima segel yang telah disiapkan oleh laki-laki itu tadi,lalu salah satu prajurit mendekatinya dan siap memasang segel tersebut namun.
"BOOM!!!"tubuh prajurit itu segera hancur.
"apa yang terjadi!?"teriak pria itu.
"cih...ternyata kalian biyang keroknya"kata Hao chen yang memilih untuk bangun.
"siapa kau beraninya merusak tempat suci dari Dewa takdir!?"teriak pria itu dengan marah.
"Dewa...takdir...hahahahaha kau pikir aku akan percaya!?"kata Hao chen dengan tawa kejam.
"beraninya kau menghina Dewa takdir yang agung dikuilnya!!!"teriaknya lagi dengan marah.
"dewa...aku tinggal berlatih sampai menjadi dewa dan aku bisa membunuh dewa dengan mudah kenapa aku harus tunduk?"balas Hao chen.
__ADS_1
"jika memang sangat mempercayai Dewa takdir,kenapa harus memasang segel paksaan kesetiap pemuja dan dengan beraninya menentukan takdir seseorang bahkan tidak ada yang namanya Dewa takdir dialam ilahi kenapa harus disembah?"kata Hao chen dengan suara nyaring.