The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 151. Aku hanya ingin kesederhanaan


__ADS_3

Suhu dingin diikuti oleh badai salju yang kuat, menjadi pemandangan yang biasa diwilayah es mistis.


Walaupun terdengar sangat kuat dan berbahaya tempat ini sering dijadikan, namun untuk saat ini terdapat banyak sekali orang yang berasal dari berbagai tempat baik itu akademi, sekte dan organisasi lainnya.


Dimana mereka memiliki satu tujuan tetap yaitu, ingin mendapatkan warisan misterius dari reruntuhan kuil ilahi yang ada didepan mereka saat ini.


Mereka semua memiliki antusiasme yang tinggi, tapi dapat dengan jelas jika mereka akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan warisan yang berada ditempat ini.


Sementara itu ditempat lain terdapat dua sosok pria dan wanita yang duduk didepan api unggun, dimana kedua orang tersebut tidak lain adalah Hao Chen dan Su Yao.


Sudah lebih dari tiga hari mereka berada ditempat kemah untuk menunggu terbukanya reruntuhan kuil ilahi, karena terlalu lama menunggu baik itu Hao Chen dan Su Yao mereka benar-benar sangat bosan.


Lalu Hao Chen segera berbicara ditengah kebosanan, "Mungkin aku terlalu banyak berharap untuk bisa mendapatkan pengalaman yang bagus, ketika mendengar tingkat misi ini...."


"Apakah kau tidak mengincar warisan dari Petapa naga hitam dan putih?" tanya Su Yao yang bingung dengan perkataan Hao Chen.


"Tentu saja aku tidak akan pernah mengincarnya, lagi pula saat aku berada didalam jalan surgawi aku telah mendapatkan banyak hal yang sangat jauh lebih baik dari pada warisan yang ada disini." Jawab Hao Chen dengan santai.


"Kenapa begitu? bukannya semakin banyak warisan yang kau dapatkan maka kau akan semakin kuat?" tanya Su Yao lagi.


"Aku telah menentukan jalanku sendiri, karena aku tidak ingin mengikuti jalan yang telah dilalui oleh orang lain." Jawab Hao Chen yang menatap lokasi reruntuhan kuil ilahi yang sedang dilindungi.

__ADS_1


"Begitu ya, hah...entah mengapa aku merasa jika kau memiliki pemahaman yang seharusnya tidak kita paham untuk orang yang seusia kiat, tapi aku selalu merasa jika aku juga sependapat dengan mu." Ucap Su Yao yang segera mengingat sesuatu.


"Bukankah itu adalah hal yang wajar?" tanya Hao Chen.


"Kau benar juga, seseorang harus mengalami yang namanya penderitaan jika ingin memahami perasaan seseorang dan mereka harus menjadi orang paling sengsara jika ingin mendapatkan kekuatan..." Ucap Su Yao yang sedang memandangi langit yang sedikit menunjukkan bintang di langit.


"Sepertinya kau memiliki pemahaman yang dalam akan kehidupan, ku pikir hanya aku saja yang sudah memiliki pemahaman mendalam akan kehidupan." Rasa kagum segera muncul dari hati Hao Chen, setelah mendengar perkataan Su Yao.


"Aku tidak tau apakah kau memujiku atau tidak, tapi aku justru berterimakasih karena kau mau mendengar argumenku. Ngomong-ngomong tentang kekuatan...kenapa aku merasa jika tahap kultivasimu telah berada ditahap Quasi God?" tanya Su Yao dengan penasaran.


Lalu Hao Chen segera menjawab, "Bukannya kau juga sama, memang benar berdasarkan tingkatan kita masih berada ditahap Soul Emperor, namun dalam hal kekuatan kita jelas berbeda jauh. Seperti dirimu yang memiliki kekuatan yang setingkat dengan Soul Lord, namun tingkat kultivasimu baru saja berada ditingkat Soul Emperor."


Merasa jika Hao Chen banyak tau Su Yao kembali bertanya, "Kalau begitu menurut mu, kenapa bisa begitu? karena aku juga bingung sebab guruku mengatakan jika, aku akan diakui setingkat dewa ketika aku benar-benar berada ditahap Soul Saint nanti."


"Lalu kita akan ambil contoh lain! dimana kita akan membicarakan tentang hukum tingkat kultivasi di planet ataupun tingkat kultivasi para beast, kau pernah dengar jika disetiap dunia ataupun planet lain memiliki tingkat, hukum, dan dasar kultivasi masing-masing?" tanya Hao Chen yang segera mengenakan kacamata.


Su Yao pun menjawab, "Aku sudah tau hal tersebut, ditambah lagi aku sedang mendalami pengetahuan tersebut agar ketika aku mencapai tingkat dewa maka aku sudah siap."


"Karena kau telah tau dasarnya maka akut tidak akan menjelaskan lagi." Ucap Hao Chen yang segera duduk disebelah Su Yao.


Su Yao pun segera merespon dengan wajah memerah, karena posisi dirinya benar-benar sangat dekat.

__ADS_1


Tanpa memperdulikan ekspresi Su Yao, Hao Chen segera melanjutkan penjelasannya, "Seperti yang kita ketahui diplanet tanah surgawi memiliki konsep kultivasi yang tergolong unik dan beragam jenisnya. lalu konsep kultivasi diplanet kita disebut juga sebagai Soul Master, hal ini tergolong unik dikarenakan kita menggunakan kekuatan roh, spritual, mental dan garis keturunan (garis darah hewan atau pun lainnya) untuk memperkuat diri dan memerlukan yang namanya kristal roh untuk naik tingkat."


"Namun karena hal itu kita sedikit kesulitan dengan konsep yang ada, sebab seseorang harus memiliki Martial Soul yang baik agar bisa berjalan dijalan para kultivator, ditambah lagi semakin kuat Martial Soulnya maka akan semakin banyak pula sumber daya yang diperlukan untuk naik tingkat, maka dari itu konsep kultivasi kita ini tergolong sulit. Tapi justru karena hal itu ketika kita menjadi dewa dan bisa menjelajah jagat raya, kekuatan kita jelas unggul diantara para kultivator yang berasal dari planet lain."


"Dari hal sederhana yang aku sebutkan tadi, dapat disimpulkan jika tingkat kultivasi sebenarnya akan diukur berdasarkan tindakan dari alam semesta, dimana hal tersebut akan mudah ditebak ketika seseorang mengalami bencana langit dan bumi untuk menjadi dewa."


Walaupun penjelasan dari Hao Chen terbilang pendek, tapi penjelasannya dapat dengan mudah dicerna oleh Su Yao.


"Begitu ya...seperti aku mengerti sekarang, tapi menjadi dewa akan menyenangkan karena kita dapat menjelajahi bintang-bintang yang ada diseluruh Jagat raya yang luas ini." ucap Su Yao dengan mata penuh semangat.


Kemudian Hao Chen segera berkata, "Itu benar sekali! tapi jika kau memiliki banyak hal yang perlu diurus, maka hal tersebut tidak dapat terwujud karena kau sudah memiliki tanggung jawab. Aku ingin menjadi kuat sebenarnya hanya ingin melindungi mereka yang penting bagiku, lalu aku juga ingin menjelajahi alam semesta nan luas ini."


"Sebab seperti yang dikatakan oleh ibuku, 'Kau tidak perlu memiliki banyak teman ataupun orang-orang penting, walaupun sedikit asalkan mereka tulus maka kau bisa menganggap mereka sebagai keluargamu juga'. Dari perkataan ibuku tersebut aku sadar jika, berjalan melewati rintangan akan sangat sulit jika kau sendiri.


"Sebab apa yang membuat aku ingin menjadi kuat adalah untuk melindungi mereka yang menerima diriku dengan tulus, walaupun tidak sebanding dengan kasih sayang keluarga tapi hal tersebut cukup menjadikan mereka sebagai keluargamu."


Su Yao hanya bisa tertegu mendengar perkataan dari Hao Chen yang seperti sebuah nasehat.


"Karena harta yang paling berharga adalah keluarga, sosok ibu yang membawa kita kedalam dunia, sosok ayah yang memperkenalkan kita pada dunia, sosok kakak yang selalu membantu dan sosok adik yang pintar menghibur. Walaupun setiap sosok keluarga seperti itu sangat untuk diwujudkan, tapi hal tersebut tidaklah mustahil untuk diwujudkan."


"Aku tidak ingin kekuasaan, aku tidak perlu harta yang melimpah, aku tidak perlu ketenaran dan aku tidak perlu diberikan penghormatan. Karena hal tersebut tidak sebanding dengan harta yang paling berharga didalam hidup kita yaitu keluarga, baik itu ayah, ibu, kakak dan adik serta teman dan guru kita, mereka tetaplah keluarga kita karena merekalah yang menerima kita dengan tulus." Ucap Hao Chen dengan tatapan tulus.

__ADS_1


Sementara itu Su Yao meresponnya dengan perasaan dan ekspresi yang damai, seakan ada sesuatu yang baru yang muncul dipikirkan kita.


__ADS_2