The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 178. Misi mendadak


__ADS_3

Suasana pun segera normal kembali, Hao Chen dan yang lainnya mulai menjalani kehidupan di akademi langit cerah dengan tenang.


Bahkan banyak para wanita baik itu senior maupun junior akademi memuji keberadaan Zhou Yuan, dimana gosip tersebut berisikan dimana dia dengan beraninya menghadapi salah satu orang yang paling berbakat di akademi istana suci, banyak pujian dilontarkan kepada Zhou Yuan dan teman-temannya terkecuali Hao Chen dan Su Yao.


Karena mereka waktu itu tidak ikut campur dalam masalah yang terjadi waktu itu, tapi bagi Hao Chen dan Su Yao hal tersebut tidak pernah menjadi masalah besar.


Justru mereka bersyukur karena indentitas mereka tidak terbongkar, karena mereka berdua diibaratkan sebagai seekor naga yang sedang tidur.


Kemudian ketika pagi dimana Hao Chen dengan santainya duduk di kursi sembari mendengarkan penjelasan Yiyi, ada perasaan bosan dihatinya bahkan Hao Chen berharap jika ada sebuah misi tingkat tinggi yang dapat dilaksanakan.


Lalu ketika pelajaran mereka selesai secara tiba-tiba Yiyi memberikan sebuah pesan spiritual padanya, agar Hao Chen segera datang ketempatnya.


"Apakah ada hal yang mendesak?" batin Hao Chen sembari memikirkan hal tersebut.


Tanpa pikir panjang Hao Chen segera pergi memenuhi permintaan Yiyi, walaupun dia sendiri tidak tahu menahu apa yang akan dibicarakan nantinya.


"Apakah kau ingin mendatangi guru Yiyi?" tanya Su Yao yang ada disebelahnya.


"Ya..., aku juga tidak tau apa yang akan dibicarakan nantinya." Jawab Hao Chen dengan bingung.


Sementara itu Su Yao hanya mengangguk dan segera pergi ketempat gurunya Xu Li sambil melambaikan tangannya.


Ketika Hao Chen telah sampai ditempat guru Yiyi, dia segera menemukan keanehan dimana bukan hanya ada Yiyi tapi Xiao Qi, Lao Zu dan seseorang yang masih tidak Hao Chen ketahui.


"Mohon maaf sebelumnya, ada apa sampai memanggilku?" tanya Hao Chen dengan hormat.

__ADS_1


"Sebenarnya alasan kami memanggilmu adalah karena ada sebuah masalah yang ingin kau selesai, bisa dikatakan sebuah misi." Jawab Yiyi dengan tatapan aneh.


"Misi ya, tapi kenapa anda tidak langsung memberi tahuku semuanya dan kenapa juga sampai ada beberapa orang penting disini?" tanya Hao Chen lagi.


"Hao Chen apakah kau tau jika dalam kurun waktu 3 bulan lagi akan ada turnamen pemuda berbakat diseluruh Tanah Surgawi?" tanya Xiao Qi.


"Aku sebenarnya tidak tahu menahu akan hal ini dan lagi aku tidak tertarik untuk ikut terlibat, bukannya guru Yiyi dan Xiao Qi tau sendiri alasannya?" kata Hao Chen sambil menggaruk kepalanya.


"Sepertinya kau memang berbeda dari pada senior..." gumam Yiyi dengan senyum tak berdaya.


"Kami memanggilmu kemari bukan untuk memintamu untuk berpartisipasi dalam turnamen tersebut, tapi misimu berhubungan dengan hal tersebut." Ucap Lao Zu sambil mengelus dagunya.


"Hem....?" Hao Chen segera kaget karena hal tersebut.


"Misimu kali ini adalah menyelidiki tentang sebuah pendirian kelompok yang ingin mengacau peserta turnamen yang berasal dari tempat kita, dimana banyak para murid baik itu dari perantara luar maupun dalam semuanya ada yang terbunuh atau terluka parah ketika menjalankan tugas diluar kota langit cerah." Ucap salah satu orang yang belum Hao Chen kenal.


"Hahahaha...dimana rasa hormatku, baiklah perkenalkan namaku Zhang Feng, aku adalah guru dipengadilan dalam akademi dan untuk saat ini aku menjadi pengawas peserta untuk turnamen pemuda berbakat tahun ini, oh ya! aku telah menjadi pengawas untuk peserta turnamen sebanyak tujuh kali berturut-turut." Ucap Zhang Feng sambil tertawa keras.


Lalu Hao Chen segera berkata dengan hormat, "Ah...aku mengerti salam guru Zhang!"


"Baiklah kembali ke topik pembicaraan, bagaimana kalian meminta anak ini untuk menyelesaikan tugas ini, dimana murid-murid yang berasal dari perantara dalam saja tidak bisa mengatasinya?" tanya Zhang Feng dengan khawatir.


"Hah...jika kau pernah melihat bagaimana dia mengatasi masalahnya, kau pasti akan langsung setuju untuk membiarkan dia melaksanakan misi ini." Ucap Yiyi yang terlihat tidak senang dengan hal tersebut.


"Hao Chen misi kali ini bisa dikatakan sangat sulit, karena misimu adalah menyelidiki kasus tersebut atau mencari sumber masalah dari permasalahan ini." Kata Lao Zu tanpa memperdulikan perdebatan kedua orang tersebut.

__ADS_1


"Jadi maksud kakek kebun adalah agar aku yang turun tangan begitu atau karena adanya alasan tertentu?" tanya Hao Chen dengan penasaran.


"Kurang lebih begitu, ada alasan tertentu kau dipilih dalam hal ini dan kami akan menjelaskannya ketika semuanya selesai." Ucap Yiyi.


Lalu Hao Chen berkata dengan santai, "Hem...baiklah aku setuju saja deh."


"Eh? kenapa kau setuju begitu saja?" tanya Zhang Feng dengan bingung.


"Sebaiknya kita singkirkan pertanyaan tersebut untuk sementara, karena masalah ini terlalu merepotkan untuk diatasi oleh orang-orang biasa." Kata Xiao Qi dengan senyum puas melihat Hao Chen.


"Tapi sebelum kita membicarakan tentang rencana, apakah kau memiliki sebuah pertanyaan?" tanya Yiyi pada Hao Chen.


Hao Chen segera berkata, "UM...bisakah kau menjelaskan tentang apa itu Turnamen Pemuda berbakat?"


Zhang Feng segera menjelaskan semuanya dengan penuh antusias, "Oh ya aku hampir lupa! baiklah dengarkan aku baik-baik, Turnamen pemuda berbakat adalah sebuah kompetisi bagi para kultivator muda untuk untuk unjuk bakat dan kemampuan mereka, bukan hanya itu hadiah yang diberikan juga sangat besar dan luar biasa. Maka dari itu banyak sekali pemuda yang berusia sekitaran enam belas sampai dua puluh dua tahun yang ikut ambil bagian, ditambah mereka semua adalah pemuda terbaik diseluruh Tanah Surgawi."


"Oh...begitukah, tidak menarik sama sekali." Ucap Hao Chen dengan wajah datar.


"Apa katamu...?!" teriak Zhang Feng dengan marah.


"Apa kau memiliki masalah tentang itu HAH....!" aura membunuh yang menakutkan segera keluar dari Hao Chen.


Dimana aura membunuh yang menakutkan membuat Zhang Feng tersungkur dan merinding ketakutan melihat sosok Hao Chen, dimana mata yang awalnya berwarna biru sekarang berubah menjadi merah cerah menakutkan.


"Tidak mungkin..., bocah macam apa yang bisa memilik aura membunuh yang begitu menakutkan seperti itu." Ucap Zhang Feng dengan takut.

__ADS_1


"Sudahlah Hao Chen kau bisa tenang, karena kau harus melonggar pada seorang senior." Kata Lao Zu dengan wajah tak berdaya.


__ADS_2