
Saat Hao chen mulai masuk kedalam makam diikuti oleh Zhou yuan dan Ling feng, mereka bertiga menjadi sangat terkejut karena ruangan didalam makam kuno jauh lebih besar dari gerbangnya.
Disaat Hao chen masih terkejut tiba-tiba Zhou yuan bertanya"Kak chen apa kau baik-baik saja?"
"Benar...sepertinya kau normal-normal saja."sambung Ling feng.
Setelah mendengarkan hal itu tiba-tiba Hao chen pun terjatuh dan berkata dengan suram"Tidak...aku benar-benar tidak baik-baik saja!"
"Ternyata memang mengalami trauma berat!"kata mereka berdua.
"Hiks...aku saat itu tidak tau lagi harus bagaimana dan aku benar-benar sangat takut ditambah ketika kak yu mengatakan jika aku tidak segera memberi tahunya, maka dia akan benar-benar menciumku aku malah semakin takut."kata Hao chen dengan suram dan seakan benar-benar akan menangis.
"Trauma yang dialami kak chen sepertinya lebih menakutkan dari kita berduakan Zhou yuan?"tanya Ling feng.
"Ya...itu tidak dapat dipungkiri lagi."jawab Zhou yuan.
Entah mengapa Zhou yuan dan Ling feng menjadi bingung karena pertama kalinya mereka berdua melihat Hao chen dalam keadaan mengenaskan seperti ini.
"Kak chen benar-benar berbeda dari biasanya."kata Ling feng yang awalnya ingin mengejek Hao chen namun melihat kondisi Hao chen separah ini dia pun mengurungkan niatnya.
"Bagaimana mungkin dia tidak akan mengalami hal seperti ini jika kakaknya tadi benar-benar akan menciumnya, ditambah Hao chen masih berumur 13 tahun sementara kakaknya berusia 20 tahun yang menunjukan bahwa kakak Hao chen lebih berpengalaman, jadi wajar saja kak Hao chen yang mengalami konflik batin besar-besaran dan berakhir trauma."kata Zhou yuan dengan sedikit khawatir.
"Tapi aku benar-benar terkejut dengan tindakan kak chen tadi."kata Ling feng.
__ADS_1
"Benar...juga aku sangat terkejut dengan tindakan kakc chen tadi."kata Zhou yuan sambil mengangukan kepalanya.
Ketika memdengarkan pernyata dari Ling feng dan Zhou yuan, entah mengapa Hao chen menjawabnya secara spontan"Aku tidak memiliki ide saat itu, karena aku takut dia benar-benar akan mengambil ciuman pertamaku jadi aku mendapatkan sebuah ide aneh dimana aku harus berinisiatif mencium pipinya terlebih dahulu dan kemudian mengatakan bahwa aku akan menjelaskannya nanti, lalu aku pun kabur."
"Eh...beneran dikasih tau, tapi kenapa kak chen bisa setakut itu kan belum tentu juga dia akan mengambil ciuman pertamamu, siapa tau malah hanya mencium pipimu saja seperti yang kau lakukan padanya."kata Zhou yuan yang berusaha menghibur Hao chen.
"Kau masih belum tau bahwa Ibu aku pernah mengambil ciuman pertama dari bibi aku saat muda dulu tepat didepan paman aku."kata Hao chen dengan suram.
"Oh...Apaaaaa....!!!"teriak mereka berdua.
"Apakah itu benar-benar terjadi kak chen?"tanya Ling feng dengan kaget.
"Benar, mungkin saja itu cuma cerita bohongan saja."kata Zhou yuan dengan spontan
"Itu memang benar-benar terjadi bahkan yang lebih parahnya lagi waktu ibu aku mengambil ciuman pertama bibi aku itu malah bukan ciuman pertama ibu aku karena saat itu ayah dan ibu sudah menjadi pasangan dimana mereka berdua juga pernah melakukan ciuman untuk pertama mereka berdua, paman aku pun waktu itu tidak dapat berkutik mau marah salah mau pasrah juga salah karena yang menciumnya adalah adik dari bibi aku dan setelah kejadian waktu itu paman dan bibi aku pun pada akhirnya saling mengakui perasaan masing-masing, walaupun dengan kondisi dimana ciuman pertama bibi aku telah direngut oleh ibu aku."kata Hao chen yang menjelaskan semuanya secara panjang.
"Begitulah ceritenye...Hiks."kata Hao chen yang masih trauma, sementara itu Hao chen dengan kesal pun mulai mengatai ibunya"Dasar kenapa ibu sampai bisa-bisa mengambil ciuman pertama dari kakak perempuannya sendiri!"
Sementara itu ditempat yang jauh seorang wanita cantik yang tidak lain adalah ibunya Hao chen, Li qingchan tiba-tiba bershin"Hacuh...siapa sih yang membicarakan hal buruk tentang aku?"
"Ada apa istriku?, kau sakit...ya?"tanya Hao tian dengan khawatir.
"Tidak aku hanya merasa ada seseorang yang sedang membicarakan hal buruk tentangku."jawab Li qingchan dengan bingung.
__ADS_1
Sementara itu Hao chen sekarang ini berusaha menenangkan dirinya dulu lalu memintai Zhou yuan dan Ling feng melindunginya, lalu dengan keras Hao chen segera melantunkan mantra ampuh pada dirinya"Amitaba...amitaba...amitaba!"
Setelah Hao chen tenang, dia pun berkata dengan santai"Ayo...kita lanjutkan!"
"Baik"jawab mereka secara spontan karena kembalinya sikap normal Hao chen.
Kemudian mereka pun segera menelusuri jalan makam kuno yang sangat luas disertai banyak orang-orang yang telah mati baik itu yang telah menjadi tengkorak atau baru saja.
"Wah...mengerikan sekali, sepertinya mereka terkena jebak!"kata Zhou yuan yang melihat mayat-mayat yang masih segar atau baru saja mati.
"Entah mengapa aku harus merasa bersyukur karena kita terlambat masuk makam kuno."kata Hao chen dengan berat.
"Heheheh...kau mengalami trauma yang sama dengan kami kak chen."ejek Ling feng.
Setelah mendengarkan ejekan Ling feng, Hao chen malah tersenyum dan menjawab dengan mengedipkan matanya"Tidak aku tidak trauma sama sekali justru itu merupakan sebuah kenangan yang bagus."
"Eh...kenapa jawaban malah berbeda dari yang aku harapakan?"kata Ling feng dalam hatinya.
Sementara itu Hao chen dengan sakit hati berkata dalam benaknya"Ini pertama kalinya aku menolak seorang perempuan yang berniat menciumku...Hiks."
Tanpa melajutkan percakapan mereka, Hao chen dan yang lainnya tetap melajutkan perjalanan dengan ditemani mayat-mayat yang berserakan akibat dari kecerobohan mereka.
Kadang kala mereka bertiga harus menghadapi jebakan aktif yang sangat merepotkan mulai dari ilusi dan juga jebakan yang sangat menyakitkan, bukan hanya sampai disitu mereka bahkan mereka harus melewati sebuah labirin yang membuat pusing tujuh keliling.
__ADS_1
Bukan hanya itu mereka juga harus menghadapi segerombolan hewan jiwa berusia lebih dari 100.000 tahun yang merepotkan mereka, entah berapa lama mereka menjelajahi labirin makam kuno bahkan sudah lebih dari puluhan juta hewan jiwa berusia ratusan ribu tahun lebih hewan jiwa yang telah dibunuh, sampai-sampai mereka malas menghitung poin spiritual mereka masing-masing bahkan sampai membuat Zhou yuan dan Ling feng memberi poin spiritual mereka keHao chen.
Dengan Hao chen mengatakan bahwa ini adalah latihan mereka tetap melajutkan perjalan mereka walaupun sudah mulai lemah dan lesu.