The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 268. Menghancurkan dari dalam


__ADS_3

Hao Chen dapat merasakan racun yang sangat berbahaya mengembung diudara, walaupun tidak terlalu berpengaruh padanya. Dia harus berhati-hati dalam melangkah ataupun bertindak, sebab salah sedikit saja ular sembilan kepala tersebut pasti akan membunuhnya.


Lalu Hao Chen segera melakukan persiapan mendalam sebelum bertindak, dia juga harus berhati-hati ketika melawannya nanti. Sebab ular biasanya memiliki pengelihatan inframerah.


"Aku harus membunuhnya diam-diam..." Hao Chen segera melangkah dengan cepat tanpa menimbulkan suara.


Tapi Hao Chen segera dikejutkan ketika dia menginjak sebuah genangan air. Dimana hal tersebut segera membuat kehadirannya disadari oleh ular tersebut.


"Gawat!!" Hao Chen segera mundur dengan cepat, tapi ular tersebut telah memfokuskan pengelihatannya pada Hao Chen.


"Manusia!!" ular itu segera meraung marah dan segera menyerang Hao Chen.


"BOOM!!"


Serang ular tersebut segera membuat tanah yang dia injak hancur, bukan hanya itu tanah tersebut seakan-akan meleleh oleh racun yang berasal darinya.


"Racun yang mengerikan!" Hao Chen segera mundur sejauh-jauhnya dari ular tersebut.


Tapi Hao Chen dapat merasakan tatapan penuh kebencian muncul dari ular tersebut, namun apa yang membuatnya lebih marah adalah pedang yang digunakan saat ini.


"Manusia...berani-beraninya kau masuk kedalam sarang ku." Ucap ular tersebut.


"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi aku juga sedang buru-buru!" Hao Chen membalas dengan dingin.


"Manusia yang angkuh!!!" ular tersebut segera menyemburkan api kehitaman kearah Hao Chen.


"Swoss!!!"


Melihat hal itu Hao Chen segera menghindar serangan tersebut, disaat yang sama salah satu dari kepala ular tersebut segera mengarah padanya.


Hao Chen segera mendengus dingin dan segera menebasnya dengan kuat. Tapi serangan justru hanya menimbulkan goresan kecil ditubuhnya, karena hal itu Hao Chen segera berlarian diatas tubuh ular tersebut.


Secara tiba-tiba salah satu dari ular tersebut segera berusaha menggigitnya, tapi Hao Chen sempat mempercepat langkahnya, dan ular tersebut itu justru menggigitnya dirinya sendiri.


"ARGH...! apa yang kau lakukan?!" ucap salah satu ular.


Melihat hal tersebut Hao Chen segera maju dan menghunuskan pedangnya pada mata ular tersebut, dengan tujuan menghancurkan salah satu matanya.


"Arghhhhh!!! manusia yang menjengkelkan!" ular tersebut segera menyerang dengan asal-asalan, tanpa memperdulikan jika terdapat lebih dari satu kesadaran yang mendiami satu tubuh.

__ADS_1


"Berhenti!" salah ular yang berada ditengah segera menghentikan tindakan ular tersebut, disaat yang sama Hao Chen mengambil kesempatan untuk mundur.


"Jadi masing-masing kepala memiliki kesadaran tersendiri, aku memiliki sebuah kesempatan untuk membunuhnya." Ucap Hao Chen dengan yakin.


"Ctarrr!! Wossss!!!"


Disaat yang sama sebuah petir dan api segera menghampirinya, karena tidak sempat Hao Chen terpaksa harus membalas serang tersebut.


Namun karena serang tersebut tidak berhenti sama sekali Hao Chen jadi kesulitan untuk menghadapinya. Disaat-saat genting Hao Chen menyadari jika dia sekarang bisa menggunakan petir kehancuran miliknya.


"Ctarrr!!!"


Petir ungu segera bersinar ditubuh Hao Chen, dan dia memberikan sebuah serang balasan pada ular tersebut.


"Argh!!" dua kepala ular yang menyerangnya tadi segera mengalami luka yang cukup besar, ketika tersambar petir tadi.


"Walaupun aku hanya bisa menggunakan lima persen kekuatan asli petir kehancuran ku. Ini sudah lebih dari cukup untuk membunuh mereka." Hao Chen segera menatap dingin kearah ular sembilan kepala itu.


"Jangan sombong kau manusia!!!" ular tersebut segera memilih untuk maju dan mulai menyerang.


"BOOM! BOOM! BOOM!!"


Meskipun Hao Chen dapat menggunakan kekuatan petir kehancuran, namun dengan hanya bisa menggunakan lima persen Kekuatan aslinya, Hao Chen sangat kesulitan untuk melawan.


"Hahahaha! manusia kau akan mati seperti orang-orang yang berani datang kemari!" ucap ular tersebut dengan bangga.


"Oh ya? kalau begitu apakah kalian yakin bisa mengatasi ini?" Hao Chen segera berhenti lari, dan maju untuk menghadapi ular tersebut.


"Kau cari mati rupanya!!" ular tersebut segera membuka mulutnya dan menerkam Hao Chen.


Tapi karena terlalu percaya diri ular tersebut malah kehilangan Hao Chen yang tiba-tiba menghilang. Awalnya mereka kebingungan dengan hal tersebut, sampai sebuah pukulan keras melayang pada tubuh mereka.


"Jika pedang ataupun petir tidak mempan...pukulan biasa pasti mempan!!!" Hao Chen segera memukul salah satu kepala utama dari ular tersebut.


"BAM! BAM! BAM! BAM!"


"Akan aku gunakan seluruh kekuatan fisikku!!" Hao Chen terus memukul kepala ular tersebut dengan keras.


"Arghhhhh!!! menyakitkan manusia!!!"

__ADS_1


Seperti yang direncanakan oleh Hao Chen sebelum. Dia sengaja mencari kelemahan ular tersebut, dan Hao Chen berhasil menemukan jika kepala ular yang berada paling tengah adalah pusat tubuh mereka.


Jadi jika tubuh tersebut Hao Chen lukai, maka seluruh bagian tubuh ular tersebut pasti akan mengalami luka.


"Kurang ajar!" salah satu ular yang memiliki kemampuan racun segera menyemburkan racunnya pada Hao Chen, tapi ia hanya tersenyum dan segera menghilang dari tempat tersebut.


"Agrhhhh!! perhatikan serangan mu brengs*k!!!" kepala utama ular tersebut segera menjerit kesakitan.


Tapi Hao Chen tidak berhenti, dia segera maju dengan cepat dan segera menghancurkan mata ular tersebut.


"Mataku!!!" seluruh kepala ular tersebut segera merasakan kesakitan yang sama, tapi mereka baru menyadari jika Hao Chen secara tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka.


"Ugh...dimana manusia tadi?" mereka segera mencari-cari keberadan Hao Chen, bahkan pengelihatan inframerah mereka saja tidak berhasil menemukan Hao Chen.


Lalu secara tiba-tiba mereka segera merasakan kesakitan yang mengerikan ditubuh mereka.


"ARGHHHHH!!! Apa yang terjadi! ini menyakitkan!!" ular tersebut segera berlari kesana-kemari, dan menabrak tubuhnya Kedinding yang keras berkali-kali.


"Jika aku tidak bisa melukai mereka dari luar, maka aku dapat menghancurkan mereka dari dalam!!"


Hao Chen segera melukai tubuh bagian dalam ular tersebut, ketika dia berhasil menemukan celah untuk masuk kedalam tubuh ular tersebut.


Dengan menggunakan energi petir kehancuran sebagai pelindung, Hao Chen dapat leluasa menyerang seluruh organ vital ular tersebut.


"Manusia itu berada didalam tubuh kita!!" ucap salah satu dari mereka.


Tapi sayangnya Hao Chen berhasil menemukan jantung mereka, dan segera menghancurkan dengan menggunakan petir kehancuran.


"BUK.."


Dalam sekejap setelah jantung ular tersebut hancur, dia segera mati dalam sekejap.


"Sring...Sring...Sring...!!!" Hao Chen segera memotong tubuh ular tersebut dan keluar.


Hao Chen segera berdiri tegak dengan nafas terengah-engah, ketika ia menyerang dari dalam, dia terpaksa harus menahan nafasnya, agar tidak menghirup racun yang keluar dari tubuh ular sembilan kepala tersebut.


"Aku harus bersyukur karena tubuhnya sangat besar, entah apa yang terjadi jika dia memiliki tubuh yang kecil dan gesit." Hao Chen segera duduk dan mengambil nafas dalam-dalam.


Kali ini dia tidak segera melanjutkan kejalan berikutnya, dia memilih untuk mengambil tubuh ular tersebut yang akan sangat bermanfaat untungnya nanti, bukan hanya itu tambang batu berharga dan mineral yang mengandung kekuatan ilahi berlimpah disini.

__ADS_1


"Hehehehe! aku kita ambil." Ucap Hao Chen dengan senyum licik.


__ADS_2