
Kita Ho disebut sebagai kota yang menyembunyikan banyak Monster tua yang telah mencapai ranah dewa atau bahkan lebih tinggi, kita ini selalu dijadikan tempat orang-orang yang sangat kuat untuk menenangkan diri.
Maka dari itu di kota ini seseorang harus berhati-hati agar tidak menyinggung perasaan seseorang dari tempat ini, bahkan ada cerita yang mengatakan sebuah sekte hancur dikarenakan menyinggung seseorang dari kita ini.
Walaupun kota ini sangat cocok dijadikan sebagai tempat untuk berlibur, seseorang juga harus berhati-hati agar tidak pernah menyinggung siapa pun.
"Ugh...entah mengapa rumor tentang kota ini benar-benar tidak berlaku jika aku datang bersama seseorang." Ucap Hao Chen yang memasang ekspresi tak berdaya.
Saat ini Hao Chen secara terpaksa untuk mengikuti langkah kaki Su Yao yang membawanya ke sana-kemari, lebih parahnya lagi ketika ada sesuatu yang membuatnya tertarik, Hao Chen secara terpaksa harus membayarnya.
"Hahahaha! walaupun aku tidak memiliki terlalu banyak pengalaman soal wanita, tapi kau harus tau jika seorang wanita akan sulit diatur ketika sudah berbelanja." Ucap Tianlong sambil tertawa terbahak-bahak.
Hao Chen hanya bisa tersenyum pahit mendengar ejekan Tianlong, bahkan dia hanya bisa pasrah terhadap nasibnya.
"Apakah dia telah melupakan tujuan utamanya darah kemari?" batin Hao Chen sambil menggelengkan kepalanya.
Tapi secara tiba-tiba Su Yao segera terdengar..
"Hao Chen! aku ingin ini, bayar ya..." ucapnya sambil mengedipkan matanya.
Dengan kondisi lesu Hao Chen segera datang dan membayar semua belanja yang dibeli Su Yao, bahkan dia akan segera menariknya lagi untuk berkeliling.
"Sepertinya kau kerepotan untuk mengatasi kekasihmu itu..." ucap seorang pria tua yang menjaga sebuah toko.
"Tidak itu...Ugh, sudahlah aku harus menyusulnya entah masalah apa yang akan ditimbulkannya olehnya." Hao Chen segera menyerahkan sejumlah koin emas kepada Pria tua penjaga toko tersebut.
"Hem...sepetinya mereka berdua seperti sebuah pasangan yang baru menikah, masa muda benar-benar sangat menyenangkan." Gumam pria tua itu sambil tersenyum.
Waktu pun terus berjalan Hao Chen dan Su Yao terus berkeliling dan bersenang-senang, walaupun Hao Chen lah yang mengeluarkan banyak uang dan tenaga.
__ADS_1
Disaat yang sama ketika Su Yao memesan kamar di penginapan kelas atas, Hao Chen sekarang dalam kondisi yang buruk.
"Sepertinya ini pertama kalinya aku mengalami kelelahan seperti ini..." Hao Chen segera menghembuskan nafas panjang ketika mengingat banyaknya waktu yang dia jalani.
Tapi Hao Chen segera kaget ketika melihat sekelompok orang yang baru saja datang, mereka terlihat seperti bukan orang-orang dari wilayah Alam Dewa, lebih mirip dikatakan seperti orang-orang dari kekaisaran manusia.
"Dari mana mereka berasal? aku sedikit familiar dengan mereka dan aku juga dapat merasakan jika mereka adalah kultivator Soul Master." Batin Hao Chen yang segera melepaskan kesadaran spiritualnya.
Tapi disaat yang sama salah seorang pria yang terlihat berusia sekitar dua puluh tiga tahun mendekatinya, dia memiliki paras tampan dan memiliki sikap kepemimpinan yang kental.
"Bolehkah aku duduk?" tanya pria itu dengan sopan dan sepertinya sangat akrab dengannya.
"Em, boleh saja." Hao Chen segera mempersilahkannya duduk disampingnya.
Mereka tidak langsung berbicara dan terlihat sangat canggung, sampai pria itu segera berkata, "Apakah kau berasal dari akademi langit cerah?" tanyanya.
Kali ini Hao Chen tidak terkejut mendengarnya, karena dia sudah tau jika pria yang ada didepannya berasal dari akademi yang sama, karena ada sebuah segel khusus yang ada didalam tubuh mereka yang masih menjadi murid akademi langit cerah.
"Begitulah, tapi aku sudah lebih dulu lulus." Ucap Hao Chen yang tidak ingin menarik banyak perhatian.
"Oh? kalau begitu aku bisa memanggilmu senior bukan?" tanya pria itu.
"Tidak justru aku yang harus memanggilmu sebagai Senior. Perkenalkan namaku Hao Chen umurku 16 tahun, sekitar setengah tahun lagi umurku akan mencapai 17 tahun." Ucap Hao Chen dengan ekspresi datar.
"Eh? tapi dari penampilan mu kau nampak seperti orang yang berusia sekitar dua puluh lima tahun." Pria itu dengan bingung.
Hao Chen segera menjelaskan apa yang sebenarnya dia lakukan disini, walaupun semua yang dikatakan olehnya hampir semuanya kebohongan.
"Begitu ya...jadi kau akan mengikuti cobaan dewa pembantaian. Kalau begitu perkenalkan namaku Wei Gong, murid inti akademi langit cerah." Ucapnya dengan nada yang nampak lebih akrab.
__ADS_1
Hao Chen segera tersenyum menanggapi perubahan sikapnya.
"Ngomong-ngomong apakah ada kabar yang menarik di akademi langit cerah?" tanya Hao Chen dengan penasaran.
Lalu Wei Gong segera menjawab, "Oh ya! sebelum aku berangkat menuju ke wilayah pencerahan, ada kabar tentang Turnamen pemuda berbakat. Dimana sekelompok murid kelas empat berhasil memenangkan pertandingan tersebut untuk kategori Senior."
Mendengar hal tersebut Hao Chen segera terkejut dan dia segera tersenyum tipis tanpa disadarinya, tapi ketika ia ingin bertanya lagi secara tiba-tiba ada salah satu orang yang memanggilnya.
"Kak Gong! kemari cepat selesaikan urusanmu!"
Wei Gong merasa tidak enakkan yang harus meninggalkan Hao Chen, karena dia baru saja bertemu juniornya yang berasal dari akademi yang sama.
"Itu maafkan aku karena harus meninggalkan mu disini, karena aku harus mengurus kelompok ku. Yah karena aku benar-benar harus bertanggung jawab atas orang-orang yang berasal dari akademi lain juga."
Wei Gong segera melambaikan tangannya dan segera pergi menuju kearah rekan-rekannya.
"Sepertinya mereka tidak mengecewakan ku rupanya, tapi bukan mereka harusnya mengikuti kelas Junior, kenapa mereka malah mengikuti kategori Senior ya?" gumam Hao Chen dengan bingung.
Tapi setelah itu Su Yao segera tiba dan menepuk pundaknya dengan lembut, "Kau melamun lagi? apa yang terjadi padamu?" tanyanya dengan lembut.
Hao Chen segera tersenyum lembut, "Tidak aku hanya bertemu beberapa senior dari akademi langit cerah yang memiliki tujuan yang sama dengan kita."
Su Yao sedikit kaget tentang itu, bahkan dia sendiri juga merasakan sebuah aura yang cukup familiar.
"Ngomong-ngomong apakah kau sudah memesan kamar?" tanya Hao Chen secara tiba-tiba.
"Em, aku telah memesannya dua kamar." Jawab Su Yao yang segera menyerahkan sebuah kunci padanya.
Hao Chen segera menerima kunci tersebut dan ada sedikit perasaan kecewa dihatinya, entah alasan apa yang membuatnya seperti itu.
__ADS_1
"Kita akan berangkat besok, jaraknya tidak terlalu jauh dari kota ini, jadi kita bisa sedikit santai." Ucap Su Yao sambil melambaikan tangannya.
Sementara itu Hao Chen segera mengikutinya dari belakang, karena kamarnya dan Su Yao saling berhadapan.