
Setelah kejadian dimana Hao Chen dapat dengan mudah mengalahkan Han Peng, orang-orang yang meremehkan Hao Chen kini menjadi sangat takut, terutama setelah mengetahui jika Hao Chen dapat memotong usia seseorang.
Kabar tersebut juga didengar oleh Lou Hua dan semua orang yang berasal dari fraksi naga azure, namun karena Hao Chen masih belum terlalu ingin menimbulkan banyak masalah, ia terpaksa harus mengurangi membunuh, tapi dia masih memiliki cara lain dalam mengatasi orang-orang yang mengganggunya.
Akibat kejadian tersebut Hao Chen semakin ditakuti oleh banyak orang yang berasal dari fraksi naga azure, walaupun Chu dan Zhang Jie masih agak berani untuk berbicara dengan Hao Chen.
Sementara itu Hao Chen yang sedang bermeditasi hanya tenang sambil terus meningkat kekuatannya, walaupun dia bisa dianggap kuat.
Tapi dia masih berada diranah dewa, ditambah lagi tingkat kultivasi Hao Chen sebenarnya hanya beberapa ditahap Soul Sage.
"Aku memang sudah mengakumulasi banyak hal ketika menggunakan tehnik menipu langit, tapi tidak aku sangka aku hanya setengah langkah menuju ketingkat 80 Soul Saint, lalu memiliki kekuatan tingkat dewa kelas dua." Batin Hao Chen dengan perasaan gembira.
Ketika ia membuka matanya, Hao Chen segera disambut oleh suasana pagi hari yang menyegarkan, belum lagi kekuatan alam yang seakan-akan menyambutnya dengan hangat.
Tapi Hao Chen segera tertarik setelah mendengar suara ayunan pedang disebelahnya, awalnya ia tidak ingin memeriksanya, namun ketika melepaskan kesadaran Ilahinya dan menemukan jika itu adalah Chu Qing, Hao Chen sedikit tertarik.
Sementara itu Chu Qing masih mengayunkan pedangnya dengan gerakan lembut, tapi dapat dengan jelas banyak keringat yang bercucuran dari tubuhnya.
"997...998...999...1000..."
"Fiuh! sepertinya aku sedikit terbiasa dalam mengayunkan pedang." Gumam Chu Qing yang segera duduk dan diikuti oleh nafas yang terengah-engah.
Tapi dapat dengan jelas jika Chu Qing seperti menanggung beban yang sangat berat, mungkin hal ini disebabkan oleh perkataan Lou Hua waktu itu.
"Sepertinya kau benar-benar terbebani." Suara Hao Chen segera terdengar.
Chu Qing segera sedang termenung pun kaget setelah mendengar suara Hao Chen, dia bahkan seperti melihat hantu.
__ADS_1
"Senior Chen rupanya, hah benar-benar mengagetkan saja." Ucap Chu Qing sambil menghela nafas panjang.
"Apa yang senior lakukan ditempat ini?" tanya Chu Qing yang sudah tenang.
"Aku hanya berkeliling sebentar setelah bermeditasi, tapi tidak aku sangka kau akan berlatih ditempat dingin seperti ini." Jawab Hao Chen yang juga ikut duduk memandangi matahari yang mulai terbit.
"Aku juga sudah lama berlatih seperti ini, tapi aku baru sadar jika selama ini arti kata berbakat itu sebenarnya apa?" Mata Chu Qing segera berair setelah mengatakannya.
"Berbakat ya...sepertinya aku juga tidak bisa mengartikan apa itu, karena kau juga harus tau aku ini termasuk orang yang tidak berbakat, bisa dikatakan aku hanya bisa menggapai sesuatu yang sudah memiliki batas." Gumam Hao Chen yang segera menatap langit.
"Apakah senior benar-benar buka orang yang berbakat? tapi kekuatan senior jelas sangat luar biasa." Ucap Chu Qing seakan-akan tidak percaya.
"Aku sebenarnya memiliki kekuatan yang biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa dengan kekuatan ku, namun apakah kau tau aku telah mencapai kekuatan ini dengan keras keras?" tanya Hao Chen.
"Maksud senior adalah kau telah berlatih keras untuk mencapai tingkat kekuatan seperti ini?" mata Chu Qing segera melebar setelah mendengar perkataan Hao Chen.
Chu Qing hanya terdiam dan bingung ingin menjawab apa, karena dia juga tidak mengerti apa arti berbakat, bisa dikatakan kasusnya sama dengan Hao Chen.
"Aku tidak tau, karena aku memiliki akar roh naga biru yang cacat, jadi karena itu kekuatan ku juga setengah-setengah." Ucap Chu Qing.
Hao Chen segera berkata, "Sebenarnya tidak ada hubungannya antara bakat dan kesuksesan, sebab memiliki bakat yang luar biasa akan membuat seseorang menjadi tertekan dan menjadi sombong, seperti yang pernah aku alami. Ayah dan ibuku memiliki bakat yang luar biasa sejak lahir, tapi sayangnya aku tidak mewarisi bakat apa pun dari mereka berdua entah apa penyebabnya, tapi aku selalu berpegang teguh pada keyakinan ku."
Chu Qing hanya terdiam melihat ekspresi wajah Hao Chen yang melihat kearah matahari yang mulai muncul, tapi dia seperti sedang bernostalgia dengan kenangan yang telah ia alami.
"Ngomong-ngomong apakah kau memiliki sebuah keyakinan?" tanya Hao Chen tiba-tiba.
Chu Qing segera menjawab dengan cepat, "Aku percaya jika tanpa bakat, aku juga bisa mencapai puncak kejayaannya."
__ADS_1
Hao Chen segera tersenyum menanggapi jawaban Chu Qing dan segera berkata, "Itu benar seperti orang berbakat melawan orang yang bekerja keras, layaknya sebuah pisau yang tajam yang jika tidak diasah maka akan tetap tumpul."
"Kau tau...jika kau mengingatkan ku ketika aku masih berusia enam sampai tujuh tahun dulu, aku memilih kemampuan setengah-setengah dan tidak ada yang spesial, tapi aku juga memiliki keyakinan jika kerja keras akan mengalahkan sebuah bakat." Sambung Hao Chen sambil melirik ke arah Chu Qing.
Sementara itu Chu Qing merasa jika ada sesuatu yang terbuka dihatinya, ia merasa jika sudah tercerahkan oleh perkataan Hao Chen tadi.
"Sebaiknya kau sambung latihan mu itu, karena aku akan jalan-jalan sebentar." Hao Chen segera pergi sambil melambaikan tangannya pada Chu Qing.
Sementara itu Chu Qing segera menunduk kepalanya untuk menghormati sosok Hao Chen, bahkan ada semangat yang luar biasa dari matanya.
"Terimakasih atas segalanya!" Ucap Chu Qing dengan keras.
Hao Chen hanya tersenyum tipis mendengar hal tersebut, bahkan dihatinya Chu Qing akan mencapai sesuatu yang sulit dicapai oleh orang lainnya, sementara itu juga Hao Chen melirik kesebuah tempat.
Dimana ada sosok Zhang Jie yang juga ikut mendudukkan kepala sebagai rasa penghormatan, ia tau jika selama ini Hao Chen menyadari keberadaannya jadi Zhang Jie juga ikut mendengarkan ucap Hao Chen, maka dari itu ia merasa tercerahkan oleh perkataan Hao Chen.
"Jika aku membandingkan dengan Zhou Yuan dan Ling Feng yang memiliki bakat yang luar biasa, Chu Qing dan Zhang Jie jauh lebih hebat karena memiliki keteguhan hati yang kuat." Batin Hao Chen sambil tersenyum puas.
"Ngomong-ngomong soal Zhou Yuan dan Ling Ling, bagaimana kondisi mereka ya? sepertinya mereka masih melaksanakan turnamen pemuda berbakat." Sambung Hao Chen dengan ekspresi ling-lung.
***
Disisi lain Bai Jun yang saat ini sedang ketakutan menatap seseorang yang duduk disebuah tempat yang mirip dengan singgasana.
Dia adalah seorang pria yang memiliki wajah yang tampan dengan rambut putih pucat dan mata kuning cerah, tapi bayangannya harimau putih muncul dibelakangnya.
"Kenapa kau sampai bisa gagal?" tanya pria itu dengan tatap mengerikan.
__ADS_1