
Ketika Hao Chen ditanya tentang apa yang terjadi padanya, dia sempat bingung dan segera bertanya, "Memangnya apa yang telah terjadi padaku?"
Kemudian Su Yao segera berkata, "Apakah kau tidak menyadari jika ada banyak perubahan padamu mulai dari wajah, tubuh, aura, dan juga kekuatanmu. Aneh kenapa kau tidak menyadarinya padahal itu tubuhmu sendiri.."
Lalu Hao Chen segera membentuk sebuah cermin yang terbuat dari es dan segera mengecek wajahnya, dimana Hao Chen sendiri sedikit kaget dengan wajahnya yang telah berubah.
Jika dilihat baik-baik baik sekarang wajah Hao Chen bisa dikatakan sangat tampan untuk seusianya, dimana kulit berwarna putih cerah dengan kondisi sehat serta hidung mancung sempurna dan mata biru cerah
Bukan hanya itu aura maskulin yang berasa dari Hao Chen Benar-benar sangat kuat, bahkan Su Yao sendiri sempat mabuk olehnya.
Hao Chen pun segera berkata dengan santai, "Ah...tidak penting juga, masih ada orang yang lebih tampan dariku. Bukannya Zhou Yuan jauh lebih tampan dariku, karena memiliki garis keturunan malaikat dan Phoenix api secara bersamaan?"
"Ya...kau benar juga sih, tapi aku benar-benar benci padanya!" ucap Su Yao dengan kesal.
"Eh? kenapa kau sampai membencinya, memangnya apa kesalahan yang telah ia perbuat sampai kau membencinya?" tanya Hao Chen yang terus memperhatikan Su Yao.
"Zhou Yuan itu memang tampan dan baik, tapi dia selalu saja menebarkan benih-benih cinta pada setiap wanita yang dia temui, namun menurutku dia itu terlalu naif dan konyol jika dia terus melakukan hal seperti itu tanpa disadari olehnya, maka banyak hati para wanita yang dia sakiti." Jawab Su Yao dengan perasaan kesal.
"Jadi seperti apa tipe pria idaman mu itu?" tanya Hao Chen secara tiba-tiba.
"Seperti dirimu..." jawab Su Yao tanpa ragu dengan suara yang sangat pelan.
"Siapa katamu tadi?!" tanya Hao Chen lagi dengan kaget.
Seketika Su Yao menyadari jika ada yang salah dengan perkataannya tadi, lalu dengan malu-malu dia segera berkata, "Tidak ada! ini rahasiaku sebagai wanita!"
"Baiklah sekarang giliran aku yang tanya, seperti apa sosok wanita idaman mu itu?!" tanya Su Yao dengan perasaan malu.
Hao Chen pun menjawabnya dengan sedikit misterius, "Em....sepertinya akan aku rahasiakan saja deh."
__ADS_1
"Apa?! kenapa kau tidak mengatakannya?!" Su Yao segera cemberut mendengar jawaban dari Hao Chen.
"Hehehehe...jika kau mau memberi tahu tentang apa yang kau katakan tadi, maka aku akan sedikit mempertimbangkannya." Jawab Hao Chen sembari mengedipkan mata.
'Bluss..!' wajah Su Yao segera memerah dan dia segera berkata dengan canggung, "Huh! tidak perlu juga, ayo aku akan mengajakmu untuk ketempat beristirahat."
"Eh? pintar sekali mengalihkan pembicaraan, tapi apa yang telah ia katakan tentang pria idamannya tadi?" batin Hao Chen dengan sebuah perasaan yang belum pernah muncul dihatinya yaitu perasaan cemburu.
Kemudian Hao Chen dan Su Yao segera ketempat dimana Su Yao sedang beristirahat, tapi Hao Chen lagi-lagi disambut oleh sesuatu yang sangat indah menurutnya.
Benar saja sesuatu yang biasa dipakai oleh para wanita sedang bergelantungan tertiup angin dan berkibar, sebagai seorang pria Hao Chen segera takjub melihatnya.
"Wow...cantik sekali!" puji Hao Chen dengan pikiran aneh.
"Jangan melihatnya!" ucap Su Yao dengan marah dan segera menendang Hao Chen.
"Eh?" Su Yao menjadi kaget melihat kondisi Hao Chen yang terlihat seperti biasa-biasa saja, bahkan tidak ada bekas luka ditubuhnya.
"Apa yang terjadi padamu?" tanya Su Yao yang kaget dengan apa yang terjadi.
"Oh! aku lupa bilang jika sekarang ini aku telah mempraktekkan teknik tubuh, juga aku baru saja menyelesaikan beberapa hari lalu." Jawab Hao Chen dengan santai.
"Apa kau sudah mempraktekkan teknik tubuh? apa nama teknik tubuhnya?" tanya Su Yao dengan penuh semangat.
"Um...sepertinya aku akan merahasiakannya dulu deh..!" jawab Hao Chen.
"Apa? baiklah aku mengerti, wuwuwuwuwu...aku pada akhirnya tidak dapat sama sekali mempraktekkan teknik tubuh." Ucap Su Yao dengan perasaan kecewa.
"Ah...tidak apa-apa! tidak apa-apa nantinya pasti akan ada teknik tubuh yang sesuai denganmu." Hao Chen pun segera memberikan sebuah kata penghibur pada Su Yao yang terlihat hampir menangis.
__ADS_1
"Baiklah aku tau, tapi yang menjadi pertanyaan kapan hal itu dapat terjadi?" tanya Su Yao yang masih terpukul.
"Um...yang menjadi pertanyaanku saat ini adalah kenapa kau mengenakan pakaian kultivator zaman kuno?" tanya Hao Chen yang segera mengalihkan pembicaraan.
"Hah...pakaianku sebenarnya basah kuyup akibat tercebur kedalam air ketika aku menjelajahi kuil aneh ini, namun didalam kuil ini terdapat banyak sekali harta yang luar biasa, apalagi aku mendapatkan esensi darah yang sangat kuat maka dari itu ada banyak perubahan padaku." Jawab Su Yao tanpa adanya keraguan.
"Oh...begitukah! aku mengerti sekarang, tapi apakah kau masih belum mendapatkan sesuatu yang lebih bagus begitu?" tanya Hao Chen lagi.
"Masih belum semua sebab kuil ini berisi labirin yang rumit dan sulit dipecahkan, bahkan aku saja belum mencapai setengah dari labirin yang aku jelajahi ini." Jawab Su Yao dengan kondisi tidak berdaya.
Kemudian Hao Chen segera memberikan sebuah saran, "Oh...begitu rupanya! aku mengerti sekarang, bagaimana jika kita menjelajahi labirin ini bersama?"
"Hem...oke aku setuju dengan itu." Jawab Su Yao tanpa ragu.
"Setelah kau membereskan keperluan mu, kita akan segera pergi dan mulai menjelajahinya." Ucap Hao Chen yang segera menatap sesuatu.
"Apakah kau bisa berhenti menatap kearah itu hah?!" tanya Su Yao dengan tatapan membunuh yang menakutkan.
"Ya..ya..ya, aku akan segera berbalik!" ucap Hao Chen yang segera berbalik.
Lalu Su Yao segera berkata, "Jangan pernah kau mencoba untuk berbalik dan melihatnya, terkecuali aku memberikan izin."
"Baiklah...baiklah...baiklah, aku mengerti tidak perlu dijelaskan." Hao Chen hanya duduk menghadap kebelakang.
"Cantik sekali tidak ku sangka Su Yao cukup feminim, merah muda dengan motif bunga Sepertinya aku cukup beruntung telah melihatnya, hehehehe sepertinya dia suka yang bermotif bunga." batin Hao Chen dengan perasaan senang.
*Note: Saya tidak perlu menjelaskan apa artinya warna-warna tersebut, oh ya kalau mengerti apa maksudnya dimohon untuk diam.
Masih banyak anak-anak dibawah umur.
__ADS_1